Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Ruangan Pemberontak


__ADS_3

Arthur dan Aron melangkah maju mendekati pintu dan saat mereka di tengah-tengah ruangan. Tiba-tiba muncul sosok makhluk yang cukup besar.


Mereka berdua dengan cepat langsung melompat mundur menghindari serangan makhluk itu.


“Tuan Arthur, lihat itu?.” Aron menunjuk ke arah sosok yang ada di balik debu.


Muncul seekor Naga hitam yang berukuran besar, naga tersebut sebagai penjaga pintu terahkir yang menuju ruangan pemberontak.


Naga itu sebenarnya di kurung dalam ruangan oleh pemimpin pemberontak untuk menjaga markas mereka.


“Apa yang kalian ingin?” tanya naga hitam itu menatap Arthur.


Arthur menahan nafas melihat naga di hadapannya bisa berbicara. “Kami hanya ingin keluar dari labirin bawah tanah ini.” jawab Arthur.


“Akan aku biarkan kalian lewat, jika mengeluarkan ku dari labirin ini.” Naga hitam itu menghalang pintu dengan tubuhnya.


“Kamu di kurung disini pasti karena berbahaya, lebih baik kami memusnahkan mu.” Arthur tidak mempedulikan Naga hitam itu, Arthur dan Aron bersiap menyerang Naga hitam yang ada di depan mereka.


Naga hitam itu panik setelah melihat pedang bayangan Arthur yang di tarik keluar, dia merasakan kalau pedang itu bisa membunuhnya dengan mudah.


“Tu-tunggu dulu, aku akan melakukan apapun yang kamu minta.” Naga hitam memohon agar Arthur tidak membunuhnya.


Arthur berpikir dengan ucapan naga hitam, mungkin bisa menjadikannya pelayan yang membantunya dan melihat ke arah Aron untuk meminta pendapat, tapi Aron hanya mengangkat bahunya karena juga tidak tahu harus apa.


“Baiklah aku akan mengampuni mu, dengan syarat harus menjadi pengikut ku.” Arthur menatap naga hitam itu dengan tatapan mengancam.


“Aku bersedia melayani tuan." jawab naga hitam itu dengan panik, melihat Arthur yang menatapnya.


“Tuan Arthur, bagaimana kita mengeluarkannya?. sedangkan tubuhnya besar dari pintu ruangan ini.” tanya Aron sambil melihat sekitar.


“Tinggal kita hancurkan saja.” jawab Arthur dengan santai.

__ADS_1


“Tuan, ruangan ini di ciptakan untuk mengurung saya jadi tidak bisa di hancurkan dengan mudah.” Naga hitam menejelaskan.


Arthur kembali berpikir mencari cara mengeluarkan Naga hitam yang ada di depannya.


“Tuan, bisa mencari sebuah cincin ruang dan waktu di dalam markas pemberontak yang ada di balik pintu itu.” memberi tahu Arthur agar memasuki pintu yang ada di belakangnya.


“Cincin apa itu ?.” tanya Arthur.


“Itu adalah cincin yang terdapat dunia lain di dalamnya dan bisa memasukan benda dan makhluk hidup.”


Arthur yang mendengar sangat senang karena dia bisa menyimpan apa saja yang dia inginkan.


Arthur berjalan membuka pintu, lalu mendorong hingga pintu terbuka dan meminta Aron menunggu di luar. Dia melihat sebuah ruangan dengan dinding putih yang membuat ruang tersebut tidak gelap tanpa menggunakan cahaya.


Di dalam cukup luas di penuhi pepohonan, gunung dan sungai kecil beserta danau yang membuat tempat itu tampak indah dan terkumpul banyak energi jiwa di dalamnya.


Arthur melihat sebuah kastil yang cukup besar, kemudian dia berjalan mendekat ke kastil untuk mencari cincin.


“Kastil yang cukup besar.” gumam Arthur yang melihat kastil di depannya.


Arthur memutuskan untuk mandi karena selama di dalam labirin, dia tidak pernah mandi membuat tubuhnya sangat bau.


“Sudah berbulan-bulan aku tidak mandi.” gumam Arthur sambil tersenyum membayangkan jika dia berjalan di kota dengan tubuh yang bau.


Setelah mandi Arthur lalu memeriksa kembali satu persatu ruangan. Dia melihat berbagai macam ruangan seperti perpustakaan, ruang latihan, ruang istirahat dan masih banyak lagi.


Seluruh lantai satu dan dua sudah di periksa tetapi banyak juga pintu yang disegel, dia memutuskan naik ke lantai tiga.


“Cuma ada ruangan ini, yang ada di lantai tiga." gumam Arthur memperhatikan sekitar.


Arthur berjalan maju, satu persatu batu cahaya menyala hingga menerangi isi ruangan.

__ADS_1


Arthur melihat tengkorak yang sedang duduk di kursi tahta dengan baju yang masih lengkap.


“Dia sepertinya menunggu seseorang.” gumam Arthur mendekat.


Arthur melangkah kemudian menginjak lingkaran sihir yang ada di lantai dan memunculkan sosok bayangan orang yang duduk di kursi, Arthur menarik pedang bayangan bersiap untuk bertarung.


“Nama ku adalah Leonardo, orang yang membuat labirin bawah tanah ini.”


Arthur sedikit terkejut kemudian menyimpan kembali pedang bayangannya setelah merasa aman.


“Kerja bagus karena sudah sampai di sini setelah melewati rintangan yang telah aku persiapkan untuk menguji calon penerusku. Pemberontak, apa kamu tahu itu?.”


Arthur ingin bertanya tetapi tidak jadi karena di hentikan. “Tidak usah bertanya ini hanya pesan saja, sayang sekali aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu. Tapi karena kamu sudah sampai di sini.”


“Sebagai orang yang mengetahui kebenaran dunia dan alasan apa yang membuat kami bertarung, aku merangkum dalam pesan ini.”


Sosok bayangan Leonardo, pemimpin pemberontak maju mendekat ke arah Arthur dan dia hanya diam mendengarkan semua penjelasan dari Leonardo.


“Tentang siapa kamu dan tujuanmu ke sini, aku tidak tahu itu. Tapi, kamu harus tahu. Aku akan memberikan kekuatan beserta pengetahuan ku dan kamu bebas untuk menggunakannya. Tapi, kalau bisa jangan menggunakannya kekuatanku untuk kejahatan.”


“Kekuatan.” gumam Arthur.


“Sepertinya sudan cukup, terimakasih sudah mendengarkan. Mulai sekarang kamu akan terus berjuang sesuai keinginanmu.” sosok pesan Leonardo menghilang.


“Apa?, ada sesuatu yang masuk kedalam kepalaku.” Kepala Arthur mulai terasa sakit dan Arthur mendapatkan kekuatan yang diberikan oleh Leonardo


“Serius?, Iblis yang gila dan dia bukan pemberontak tetapi pembebas.” gumam Arthur setelah rasa sakitnya hilang.


Semua ingatan dan kekuatan Leonardo sudah menyatu dengan Arthur, dia mendapat kemampuan yang di wariskan oleh leluhur.


***

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca.


Dukung dengan Like dan Vote.


__ADS_2