Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Markas pemberontak


__ADS_3

Aron berjalan mendekati Arthur dengan tubuh yang masih lemah, sudah lama dirinya terkurung di dalam dasar labirin.


“Tuan Arthur, sebagai bukti kesetiaan. saya akan memberikan darah saya." Aron mewariskan darahnya pada Arthur sebagai wujud kesetiannya.


“Apa aku akan abadi juga?” tanya Arthur.


“Benar tuan Arthur, karena saya memberi darah atas kemauan saya. Tetapi kalau darah saya di ambil secara paksa itu tidak akan ada gunanya.”


“Oh. Jadi harus ada persetujuan pemilik darah.” Arthur mengangguk mengerti dan menerima darah Aron.


Aron meminjam pedang Arthur untuk mengiris tangannya dan meneteskan ke mulut Arthur. Setelah meminum darah Aron, Arthur tidak merasa ada perubahan dan tidak lama Arthur merasa darah di dalam tubuhnya serasa panas.


“Apa aku sudah abadi?” tanya Arthur yang sedikit penasaran ingin menusuk dirinya menggunakan pedang bayangan.


Aron menghentikan Arthur yang mencoba melukai dirinya sendri, “Ada apa Aron, aku ingin mencobanya.”


“Walaupun kita abadi tapi masih bisa merasakan sakit.” Aron menjelaskan kalau mereka masih bisa merasa sakit jika terluka.


“Hampir saja aku menusuk diriku sendiri.” Arthur menghela nafasnya.


Tiba-tiba muncul sosok monster yang cukup besar menyerupai kalajengking berwarna merah.


“Apa ini jebakan lagi." gumam Arthur mengingat kejadian di atas jembatan.


Arthur dan Aron menatap monster yang ada di hadapannya, seekor kalajengking berukuran besar yang mengarahkan ekornya.


Arthur mulai menembak tetapi peluru mengarah ke monster itu tidak dapat tembus menembus kulit kalajengking merah yang cukup keras.


Mereka berlari menghindari serangan ekor dari monster kalajengking itu. Ekornya menembakan duri kecil ke arah Arthur dan dengan langka cepat Arthur berpindah untuk menghindari serangan.


Arthur terus menembak sedangkan Aron berlindung karena tubuhnya masih lemah akibat di segel.

__ADS_1


Monster itu terus memukul hingga langit-langit rungan mulai berjatuhan dan Arthur menghindar semua bebatuan yang jatuh.


Arthur mengingat kalau Aron memiliki kemampuan yang kuat dan meminta membantunya menyerang bagian kepala kalajengking merah dengan sihir apinya.


Aron yang mendengar permintaan Arthur, dia langsung mengeluarkan kekuatannya untuk menyerang monster yang ada di hadapannya dan Aron melangkah maju sambil mengangkat kedua tangannya.


“Bola langit api.”


Sebuah bola api besar muncul di atas monster dan menimpanya, membuat cangkang monster itu retak. Setelah mengeluarkan kekuatannya Aron kehabisan tenaga dan terduduk di lantai.


“Kamu baik-baik saja?” tanya Arthur yang menyadari Aron yang kehabisan tenagannya.


“aku tidak apa apa, karena sudah lama tidak menggunakan sihir aku belum terbiasa.”


“Beristirahatlah dulu, aku yang akan membunuhnya.”


Arthur berlari menghindari serangan monster kalajengking dan Aron bersiap lagi menggunakan sihir bola langit apinya lagi, dia tidak ingin Arthur menghadapi kalajengking merah sendirian. Serangan menghantam tepat di atas kepala monster yang sudah terluka.


Arthur melompat ke atas kepala monster dan menembak kelapa itu hingga cangkang kulit yang keras membuat celah. Arthur belum selesai sampai disitu, mengayunkan pedang bayangan dari atas ke kebawah membelah bagian kepala kalajengking merah.


“Aron apa kamu tahu lantai berapa ini ?. Atau jalan menuju keluar ?.” tanya Arthur sambil membakar daging dengan api dari tangannya.


“Saya tidak tahu Tuan, tapi labirin ini adalah salah satu tempat yang di buat oleh pemberontak pada zamannya.”


“pemberontak?.”


“Menurut cerita zaman dulu ada pasukan yang menantang iblis.”


Aron sedikit bercerita, orang-orang yang di juluki pemberontak tidak terima dengan perlakuan yang memanfaatkan mereka sebagai pasukan untuk membasmi iblis.


“Jadi ada orang yang menantang iblis.”

__ADS_1


“Rencana mereka gagal dan tempat mereka bersembunyi adalah labirin besar ini.”


“Kalau begitu labirin ini adalah tempat mereka bersembunyi?.” tanya Arthur duduk memegang daging monster yang baru selesai di panggangnya.


“Kurasa ia dan bagian terdalam labirin Ada markas pemberontak itu tuan.”


“Tempat terdalam ya. di sana mungkin ada jalan ke permukaan.”


“Mereka pasti bisa menggunakan sihir dan sudah membuat rute teleportasi ke permukaan.” Aron berpikiran begitu.


Arthur membuat senjata baru dari bahan kulit kalajengking merah, bahan yang cocok untuk bagian luar senjatanya.


“Tuan membuat apa ?.” tanya Aron yang penasaran, itu pertama kalinya dia melihat senjata.


“Ini adalah senapan yang miliki daya hancur yang kuat. Kamu sudah melihat pistol ku kan, singkatnya ini adalah versi kuatnya." Arthur menjelaskan dan untuk membuat senjata bagus, Arthur memerlukan bahan-bahan yang bagus agar senjatanya dapat maksimal.


“Tuan Arthur kenapa bisa ada di labirin ini?.” banyak pertanyaan yang keluar dari mulut Aron.


Arthur berjalan sambil menceritakan semua kepada Aron, yang terjadi kepadanya hingga bertemu dengan Aron.


Arthur dan Aron bertarung bersama melawan semua monster yang mendatangi mereka dan terus berjalan turun hingga menemukan sebuah pintu besar berwarna biru di sampingnya di hiasi garis-garis emas.


Arthur berjalan masuk keruangan yang cukup luas melihat pilar kristal yang tinggi menjulang sampai langit-langit labirin.


“Tempat ini hebat sekali. Mungkin kah dibalik pintu itu markas pemberongak?.” gumam Arthur.


Mereka berdua berjalan mendekati pintu terahkir yang ada di hadapan mereka dan makhluk berbahaya apa yang ada di dalam pintu.


Sebelum membuka pintu Arthur mengingatkan Aron untuk tetap berhati-hati, mereka belum tahu apa yang ada di dalam ruangan selanjutnya.


***

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca.


Dukung dengan Like dan Vote.


__ADS_2