
Mereka semua menuju sebuah arena yang berada di luar istana letaknya tidak cukup jauh, itu adalah tempat pasukan kerajaan untuk berlatih tanding.
Para bangsawan dan semua tamu undangan kerajaan mengambil posisi duduk, di sana Raja Berdin yang menjadi saksi dalam pertarungan Arthur dan Jendral timur.
Raja Berdin memperbolehkan Arthur untuk memilih salah satu senjata yang ada di gudang senjata. Arthur tersenyum melihat Raja itu meremekannya, dia mengambil pedang berukuran sedang dan mencoba mengayunkan beberapa kali.
Arthur membawa pedang yang dia anggap nyaman di gunakan sebenarnya bisa saja dia menggunakan senjata miliknya tapi dia tidak mau membuang tenaga untuk lawan yang lemah darinya.
Arthur berjalan keluar melewati lorong menuju arena yang dijaga banyak pasukan, mereka takut kalau Arthur kabur dari pertarungan.
Arthur masuk ke dalam Arena, dia melihat banyak orang yang akan menonton pertarungannya. Terlihat Raja yang duduk di besebelahan dengan penasehat kerajaan tepat di belakangnya ada Rias yang sedang di jaga oleh pengawal agar Arthur tidak kabur.
Banyak bangsawan penting yang menonton dan besorak, mereka mendukung Jendral timur dan pertarungan Arthur dan Jendral timur akan disaksikan oleh Raja Berdin dan penyihir kerajaan beserta semua keluarga bangswan yang ada di perjamuan tadi.
Mereka berdua maju menuju ke tengah arena, Jendral timur masuk sambil melambaikan tangan ke semua penonton.
Arthur dan Jendral timur sudah berhadapan, ini adalah pertarungan Jendral yang memiliki banyak pasukan melawan seorang pendekar lemah tetapi itu hanya julukkan yang di beri oleh kerajaan karena rumor yang mereka buat.
“Aku sudah mendengar rumormu, siapa yang akan menang. Pastinya sudah jelas, bukan?.” Jendral timur berkata dengan percaya dirinya .
Jendral timur memutar tombaknya ke kiri dan ke kanan terlihat kemampuan pendekar peringkat perak tingkat 5. “Selagi ada waktu akui saja kekalahan mu!.” Setelah berkata Jendral timur memegang tombak dengan erat bersiap menyerang Arthur.
Arthur tidak menjawab, dia hanya mengayunkan pedang yang dia pilih di gudang.
“Bukannya dia pendekar tangan kosong, mengapa menggunakan pedang.” salah satu penonton bertanya-tanya.
“Apa mungkin dia bisa menggunakan semua senjata?.” banyak orang yang mengira-ngira.
Jendral timur tidak peduli senjata apa yang digunakan Arthur, karena dia yakin kalau akan mengalahkannya.
“Bersiap... Mulai!.” Raja Berdin memberikan aba-aba memulai pertarungan.
Jendral timur langsung berlari menuju Arthur dan melompat ke atas menyerang dengan menusuk dari depan, tetapi serangannya di tepis dengan pedang Arthur. Jendral timur memutar membalik tombak menyerang Arthur dari berbagai arah, tombak dan pedang saling beradu.
__ADS_1
Jendral timur terdorong mundur setelah melakukan beberapa serangan “kau berhasil menghentikan serangan ku, ternyata kemampuan lumayan juga.”
Arthur dan Jendral timur kembali beradu senjata hingga tombak dan pedang mereka saling menempel, mereka berdua saling mendorong.
“Kau yang akan kalah.” Arthur tersenyum, terlihat masih belum serius melawan Jendral timur.
Jendral timur terkejut saat mendengar ucapan Arthur yang memperingatkannya, raut wajahnya berubah dia mulai bertambah kesal.
“Kalau ini adalah pertarungan antara kamu dan aku, selama kamu tidak mampu melukai diriku, kamu tidak layak mendapat gelar Jendral.” Arthur mendorong Jendral timur.
Jendral timur melompat mundur dan mengumpulkan tenaga dalam tombak miliknya.
“Tusukan beruntun!.”
Jendral timur maju menusuk Arthur dengan puluhan gerakan, semua serangan dapat Arthur hindari dengan mudah tanpa terkena serangan.
“Cih..” Jendral timur mulai merasa kesal, puluhan serangannya tidak dapat melukai Arthur.
Arthur berlari membuang pedangnya menuju arah Jendral timu, sekarang Arthur tidak memegang senjata.
Pukulan Arthur mengenai perut Jendral timur, walaupun pukulan Arthur terlihat lemah tetapi tenaga yang terkandung dalam serangan tersebut cukup kuat.
Nina tertawa melihat serangan Arthur yang mengenai Jendral timur, “mana mungkin serangan lemah itu bisa mempan.” Nina terkejut saat melihat raut wajah Jendral timur yang menahan sakit.
“Sakit... bagaimana bisa?” Jendral timur memuntahkan darah dari mulutnya.
“Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa dia bisa membuat Jendral terluka." Nina khawatir.
Arthur tersenyum saat Jendral timur menahan sakit karena pukulannya, Kemampuan bela diri tangan kosong Arthur sangat hebat.
“Aku belum ingin menang, setidaknya aku bisa menyiksamu.” Arthur berkata sambil tetap berjalan mendekati Jendral timur.
“Sejak awal pertarungan ini tidak adil, kalian yang memaksaku bertarung.” Arthur menyilang tangan di dada setelah berdiri tidak jauh dari Jendral timur.
__ADS_1
Arthur menendang Jendral timur hingga terdorong ke belakang dan berhasil menahan dengan tombak miliknya jika tidak mungkin dia sudah terluka parah.
“Rumput duri.”
Arthur mengarahkan tangannya ke atas memunculkan rumput berduri dari dalam tanah yang langsung mengikat tangan dan kaki Jendral timur sehingga dirinya tidak dapat bergerak
Semua penonton tidak menyangka kalau Arthur ahli dalam menggunakan sihir dan banyak yang bertanya-tanya, membuat tebakan sendiri.
Arthur melihat Raja untuk meminta dia mengumumkan kemenangan dirinya tetapi Raja Berdin pura-pura tidak melihatnya.
Raja Berdin menatap Nina mengisyaratkan membantu Jendral timur agar lepas dari rumput berduri yang menahannya.
Diam-diam Nina berbisik kepada penyihir yang ada di dekatnya, dia meminta menyerang Arthur dari belakang.
Arthur berjalan mendekati Jendral timur yang sudah tidak bisa bergerak, rumput berduri miliknya menahan kedua kaki dan tangan.
“Cepat akui kekalahan mu, jangan buat aku menyiksamu lebih dari ini.” Arthur menghilangkan rumput yang menahannya.
“Siapa juga yang akan menyerah.” Jendral timur menolak.
“Kalau begitu, perlukah aku membunuhmu sekarang.” Arthur tersenyum mengancam dan menyadari orang di belakangnya sedang mengarahkan serangan.
“Hentikan” Jendral timur berteriak ketakutan saat melihat Arthur membentuk pisau angin di tangan kanan dan bersiap mengayunkannya.
“Death.”
Arthur mengarahkan tangan kiri ke arah orang yang menyerangnya dari belakang dan mengepalkan tangan seakan-akan menghancurkan jantung milik orang itu.
Saat berasama Arthur menghindari serangan sihir yang di keluarkan penyihir yang ada di samping Nina.
***
Terima kasih sudah membaca.
__ADS_1
Dukung dengan Like dan Vote.