Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Ep 68. Benang sihir


__ADS_3

Arthur dan Ruby masih bercerita, Rias bangun dan langsung mendatangi mereka tidak lupa dia memegang pedangnya.


" Apa ?." Rias berteriak melihat Ruby yang tidak mengenakan baju, tubuhnya hanya di balut jubah merah.


Rias langsung berlari menutup mata Arthur dengan tangan sentak Arthur terkejut mendapatkan reaksi Rias yang panik.


Dari awal Arthur sudah melihat semuanya, dia menganggap kalau Ruby itu masih anak kecil jadi dia tidak peduli.


" Tuan, apa anda melihatnya dari tadi ?." tanya Rias penuh selidik.


Arthur hanya menggelengkan kepala, jika dia menjawabnya bisa-bisa mulut cerewet Rias tidak berhenti berbicara.


Ruby hanya diam tidak mengerti apa yang dua orang dihadapannya bicarakan, Ruby dan Rias hanya berbeda 3 tahun.


Rias merapikan jubah merah Ruby agar bentuk tubuh mungilnya tidak dilihat oleh Arthur.


Arthur memberitahu Rias kalau Ruby akan ikut bersama mereka, " Apa tuan menang ?." tanya Rias mengingat janji antara pemenang.


" Ia, sebaiknya kamu rawat dia ?." ucap Arthur.


Rias sangat senang, mempunyai adik kecil yang bisa dia ajak bercerita.


" Ayo kita kembali ke kota Terion." Arthur mengajak mereka berdua kembali ke kota untuk membelikan Ruby baju pelindung tubuh agar dada dan bagian bawahnya tidak terlihat, jika orang melihatnya Arthur bisa di anggap cabul.


Mereka mengendari kereta kuda yang diberikan kepala desa Newdia, memudahkan Arthur untuk berpergian dengan santai.


Arthur langsung mengajak Ruby dan Rias menuju Asosiasi Langit Biru yang ada di kota Terion karena hanya toko itu yang memperlakukan Arthur dengan baik.


" Selamat datang, tuan Arthur." ucap Derton saat mengenali Arthur.


Derton menatap Ruby dengan cukup kaget melihat seorang gadis kecil membawa sabit besar di tangannya, Dia mengerutkan dahi menyadari Arthur membawa budak yang bagus, dia mengira Arthur memamerkan budak baru padanya.


" Bukan begitu!." ucap Arthur dengan cepat saat Derton membicarakan dirinya.

__ADS_1


" Tuan sangat suka dengan gadis kecil, ya." ucap Derton.


" Bukan." Arthur sedikit kesal dengan ucapan Derton walaupun dia tahu Derton hanya menggangunya saja.


Perut Ruby berbunyi saat melihat makanan yang ada di meja Derton, saat mereka datang Derton ingin sarapan pagi dengan Roti yang dia bawah dari rumah.


" Tuan, saya lapar." ucap Ruby dengan polosnya.


Derton mengambil Roti yang ada di meja saat tahu gadis kecil di depannya lapar.


" Kalau mau, kamu boleh memakannya." ucap Derton memberikan Roti itu pada Ruby.


" Terima kasih." Dengan cepat Ruby langsung mengambil Roti dari tangan Derton


" Hei, Ruby." panggil Rias, menurutnya yang di lakukan Ruby tidak sopan.


Derton bertnya siapa gadis kecil bertudung merah yang Arthur bawa, dia masih beranggapan Arthur memamerkan Ruby.


" Apa ada pakaian yang cocok dengannya ?." tanya Arthur menunjuk Ruby dengan lirikan mata.


Arthur ke toko pakaian yang ada di kota itu, dia mencari baju yang cocok dengan Ruby, Arthur mencari baju sihir yang tidak gampang sobek saat bertarung.


Sebenarnya Arthur memiliki beberapa baju sihir yang dia buat sendiri tetapi ukuran yang dia miliki tidak ada yang cocok dengan tubuh Ruby yang kecil.


" Selamat datang." ucap wanita penjaga toko, dia langsung berlari mendekati Ruby.


" Wah, imutnya. Dia sangat cantik seperti malaikat, ya." Wanita pemilik toko mencubit pipi Ruby.


" Kamu tidak tahu saja, kalau dia monster kecil yang sangat mengerikan." batin Arthur yang duduk sambil melihat mereka.


Arthur bangkit berdiri, " aku ingin pakaian yang tidak mudah rusak saat bertarung dengan monster."


Wanita pemilik toko pakaian mengerti Arthur menginginkan pakaian sihir yang tahan dari serangan, " apa anda memiliki benang sihir ?." tanya wanita itu.

__ADS_1


" Benang sihir ?."


Arthur baru pertama kali mendengar nama itu, karena biasanya dia membuat baju langsung menggunakan sihir sedangkan wanita pemilik toko mengerjakan secara manual.


" Untuk membuat pakaian sihir memerlukan benang sihir." wanita pemilik memberitahu.


" Jadi hanya bisa dibuat berdasarkan pesanan ?." tanya Rias yang mendengar pembicaraan itu.


Wanita pemilik toko tidak memiliki stok benang sihir, dia meminta Arthur untuk mencari benang sihir di toko alat sihir.


Arthur kembali ke ibu kota, dia mendatangi nenek yang memberikan Rias buku sihir. Mereka sampai di sana sudah sore perjalan dari kota Terion menggunakan kuda memakan waktu yang cukup lama.


Arthur langsung mendekati nenek pemilik toko dan bertanya tentang benang sihir, dia ingin membelinya.


" Saya memang menerima pesanan pembuatan benang sihir, tapi batu sihir yang digunakan untuk membuat benang tidak ada sehingga saya tidak bisa menerima pesanan." ucap nenek melihat alat pembuat benang.


" Apa batu sihir harganya mahal ?." tanya Arthur saat mengetahui nenek pemilik toko tidak memilik batu sihir untuk membuat benang.


" Bukan hanya mahal, namun batu sihir sangat langka." ucap nenek pemilik toko, dia akan mendesak para pedagang yang ada di kota untuk segera menyediakan batu sihir itu.


" Batu sihir ya ?." Arthur mengingat kalau dia banyak menyimpan batu yang dia dapat dari labirin bawah tanah.


Arthur meminta nenek pemilik toko memberi contoh bentuk batu sihir, dia menjelaskan bentuk dan ciri-ciri batu itu.


Batu sihir hanya dapat di temukan di tambang batu sihir dan sekarang batu itu sulit di temukan semenjak terjadi serangan monster dunia lain.


Baju sihir sangat cocok dengan Ruby, karena dia tidak memiliki kekuatan jiwa untuk untuk bertarung.


Arthur membayangkan bentuk can ciri-ciri batu sihir lalu mengambil batu sihir dari penyimpanan ruangnya, Arthur langsung menunjukan batu yang dia anggap menyerupai ciri-ciri batu sihir yang di sebutkan nenek pemilik toko.


****************************************


Terima kasih sudah membaca.

__ADS_1


Dukung dengan Like, vote dan komen ya?.


****************************************


__ADS_2