
Arthur masih bingung mengapa tiga orang yang ada di luar penginapan belum menyerang, bukannya hanya tiga tapi empat karena tidak jauh dari situ ada lagi seorang wanita yang mengawasi dari jauh, tetapi Arthur tidak peduli.
Arthur hanya memperhatikan tiga orang yang sudah berdiri di luar penginapan jika ternyata pertarungan yang terjadi tidak bisa di menangkan mereka, pastinya tiga orang yang ada diluar akan kabur tapi mereka tetap diam menunggu dan sepertinya mereka lagi menyusun rencana untuk mengalahkan Gandalf.
Melihat kemampuan Gandalf setara pendekar peringkat emas tingkat akhir, jika bertarung tanpa bantuan Ruby pun akan tetap mampu menghabisi semua lawannya tanpa kesulitan.
Arthur meminta Rias menyiapkan makanan lagi untuk Gandalf, dia tahu kalau Gandalf sangat menginginkan makanan yang baru saja ditumpahkannya saat terjadi pertarungan tadi.
Rias berniat mengambil makanan lagi yang telah di tumpahkan saat pertarungan yang baru terjadi tapi langkahnya dihentikan Gandalf.
“Sepertinya nona muda jangan keluar dulu” Selesai Gandalf berkata terlihat tiga orang memasuki penginapan dengan jubah yang basah terkena hujan.
Rias mengerutkan dahinya, dia bisa melihat ketiga sosok ini merupakan pendekar tangguh. menyadari tidak mampu melawan mereka dia memutuskan untuk melangkah mundur mendekati Arthur.
Ketiga orang berjubah hitam juga memakai topeng berbentuk gagak yang menutupi wajah. “Gandalf! Kau pikir bisa tetap hidup setelah membunuh salah satu tetua gagak hitam?!” salah satu dari tiga orang tersebut menunjuk Gandalf.
Menurut mereka itu adalah tindakan penghinaan untuk kelompok gagak hitam, mereka tidak akan membiarkan Gandalf pergi dengan tenang.
Gandalf memperhatikan kalau jumlah mereka ada yang kurang, yaitu pemimpin gagak hitam. berharap semua orang penting dari kelompok gagak hitam datang untuk mengambil nyawanya.
“Ah, kupikir aku hanya bisa membunuh satu dari lima tetua gagak hitam, kalian mengantar diri kalian sendiri kemari membuatku tidak perlu repot lagi untuk memcari kalian.” Gandalf tersenyum lebar memainkan jenggot putihnya sebelum kembali mengambil tongkat kayunya.
“Kalian berdua, berdiri di belakang ku” Arthur menyuruh Rias dan Ruby berlindung padanya. Sadar meskipun gandalf memiliki kampuan yang tinggi belum tentu bisa menahan ketiganya secara bersamaan.
__ADS_1
Dari luar penginapan ada salah satu orang wanita misterius berjubah biru yang mengawasi dari atas pohon, terlihat memegang senapan yang bisa membunuh lawannya dalam satu kali tembakan.
Wanita itu tetap tenang duduk di atas pohon dengan cuaca yang tidak bersahabat, angin yang kencang disertai hujan tidak menghalanginya. Tidak diketahui apa wanita itu adalah anggota dari gagak hitam ataukah orang yang kebetulan lewat.
“Tempat ini terlalu sempit, bagaimana jika kita bertarung di luar penginapan?” tanya Gandalf, menurutnya penginapan akan hancur jika bertarung dengan serius.
Mereka tidak mendengarkan apa yang di katakan Gandalf, lalu salah satu dari ketiganya langsung maju menyerang menggunakan sebuah rantai yang di gulung di salah satu tangan membentuk tinjuan.
Gandalf menyambut serangan itu dengan tongkat kayunya yang sudah di alirkan tenaga dalam, seorang lainnya menggunakan senjata golok ikut menyerang. sementara satu yang tersisa dengan senjata tombak berlari cepat ke arah Arthur yang berada tidak jauh dari mereka.
Gandalf memperhatikan salah satu tetua gagak hitam berlari mendekati Arthur yang sedang duduk dan berusaha untuk menghentikannya, tetapi dua orang lain menggunakan semua kemampuan mereka untuk menahan Gandalf agar tidak dapat menolong Arthur.
Mereka sadar bukanlah tandingan Gandalf jika bertarung dengan adil, mereka mengetahui pemuda yang sedang duduk bisa menjadi kelemahannya.
Gandalf adalah salah satu pendiri sebuah akademi yang ada di benua ini dan juga termaksud pendekar aliran putih yang sangat kuat.
“Beraninya kamu melawan kelompok gagak hitam!” Pria bersenjata tombak itu menyerang dengan menusuk beberapa kali.
Arthur menggunakan tangan untuk menepis semua serangan tombak tersebut sekaligus menggunakan teknik bela diri yang hebat dan pertarungan keduanya bisa dibilang berimbang walaupun Arthur masih belum menggunakan senjata miliknya.
Pria bersenjata tombak besi itu tidak mengira kemampuan bertarung pemuda yang dihadapi bisa mengimbanginya.
Bersamaan dengan menghindari serangan tombak besi tetua gagak hitam, Arthur langsung melompat mundur sambil mengeluarkan senapan untuk membalas serangan menggunakan satu tembakan yang melesat menembus bahu tetua gagak hitam.
__ADS_1
Tembakan senapan Arthur yang cepat tidak berhasil di hindari oleh tetua gagak hitam sehingga berhasil melukainya meskipun tidak serius.
Tetua gagak hitam terdorong ke belakang akibat terkena peluru dengan tekanan udara yang tinggi, mungkin saja tulang bahunya sudah hancur.
Peluru senapan Arthur terus melesat menebus dinding penginapan dan menerobos derasnya hujan menuju arah wanita misterius yang sedang dudu di atas pohon.
Wanita itu melompat ke batang pohon lainnya untuk menghindari peluru yang melesat kearahnya, tidak tahu apakah peluru itu adalah peluru nyasar ataukah Arthur yang sengaja mengarahkannya.
Gandalf mengerutkan dahinya, dia bisa melihat senapan yang ada ditangan Arthur bukanlah senapan biasa, dalam pertarungan sekalipun senapan jarang di temukan di benua ini.
Walaupun senapan sangat berbahaya untuk musuh yang terkena tetapi untuk jarak dekat pengguna senapan akan kesulitan menghadapi musuhnya jika tidak memiliki kemampuan bertarung yang baik.
Wanita yang sedang berdiri di atas pohon menjadi panik, hampir saja nyawanya menghilang akibat peluru Arthur yang mengarah padanya.
Dia membuka penutup matanya, terlihat mata kanannya memancarkan cahaya. Mata kanan wanita itu adalah mata dewa sebuah mata yang diberikan oleh ketua klannya.
Mata itu dapat melihat dari jarak yang jauh dan dapat melihat dengan jelas dari balik kegelapan, mata yang cocok untuk seorang sniper.
“Sebenarnya siapa pemuda itu?” Wanita menatap senjata yang ada di tangan Arthur, merasa senapan yang di gunakan Arthur mirip dengan senapan miliknya tetapi senjata Arthur sudah lebih sempurna dari model miliknya.
Wanita itu memutuskan untuk pergi menurutnya peluru yang mengarah padanya adalah sebuah peringatan untuknya.
***
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca.
Dukung dengan Like dan Vote.