
Arthur memberi tahu Rias kalau tidak mau bertarung, sebaiknya tidak mengikutinya karena jalan yang ditempuh Arthur sangat berbahaya.
Sebentar lagi akan ada serangan yang mengguncang Kerajaan dan sebelum itu Rias harus bertambah kuat, dia tidak mungkin bisa melindungi Rias selamanya.
Setelah mendengar perkataan Arthur, Rias bangkit berdiri mengambil pedang dan melanjutkan berlatih. Arthur melatih Rias bagaikan melatih seorang prajurit, semua latihan fisik diberikannya.
“Tuan Arthur, aku akan berlatih keras agar tidak menyusahkan mu.” Rias berkata kemudian berlari mengelilingi hutan.
Arthur mendekati Rias yang sudah selesai berlatih, terlihat nafas yang belum stabil dan keringat Rias bercucuran jatuh ke tanah.
“Untuk bisa bertahan hidup kamu harus menjadi pendekar yang kuat agar tidak ada seorang pun yang berani menyinggung dan melawan mu.” Arthur mengelus kepala Rias.
Setelah mereka istirahat dan makan, Arthur mengajak Rias mencari monster yang lebih kuat dan mereka masuk lebih dalam lagi. Langkah kaki Arthur berhenti saat merasakan kehadiran monster yang belum pernah di rasakannya.
“Sepertinya di dekat sini ada monster berbahaya, sebaiknya kamu tetap berada di dekatku.” Rias mengangguk setelah mendengar perkataan Arthur.
Arthur melihat di hadapan mereka muncul sosok monster yang besar memiliki tiga kepala.
“Itu Cerberus.” Rias menatap dengan wajah pucat karena takut, yang dia tahu makhluk itu harusnya berada di tempat terdalam bumi dan menjaga pintu masuk. Cerberus adalah iblis anjing besar berkepala tiga, siapapun yang telah bertemu tidak akan bisa kabur.
“Mengapa monster ini ada disini?.” gumam Arthur, sambil menarik pedang bayangan miliknya
Rias pingsan setelah melihat makhluk yang ada di hadapannya sekarang, untuk orang tidak miliki kemampuan tingkat tinggi. Mereka tidak bisa menahan hawa membunuh yang keluar dari tubuh Ceberus.
“Argh.”
Cerberus berlari dan melompat ke arah Rias yang sedang terbaring sambil membuka mulut lebar yang meneteskan liur, air liur Cerberus yang di keluarkan dapat membuat benda yang terkena meleleh.
“Langkah cepat.”
__ADS_1
Arthur berpindah, kemudian mengangkat Rias untuk menghindari serangan Cerberus yang mengarah pada mereka. Arthur menjauh dari Cerberus itu, dia pasti akan kesulitan bertarung sambil menggendong Rias yang sedang tidak sadarkan diri.
“Kamu baik-baik saja?.” tanya Arthur setelah menyadari Rias membuka matanya dan Arthur masih tetap melompat dari pohon ke pohon lain.
Rias mengangguk, mengiyakan. “Tuan Arthur, dimana Cerberus itu?” Rias masih ada di gendongan Arthur, memperhatikan sekitarnya.
Terlihat dari belakang mereka, Cerberus menabrak semua pohon yang menghalangi jalannya dan makhluk itu masih tetap mengejar Arthur bahkan tidak membiarkan mereka lolos.
Arthur menyadari jika dia terus berlari, makhluk itu bisa mencapai kota Terion walaupun kota Terion terkenal dengan kota perdagangan dan memiliki tembok yang kuat tapi kekuatan tempur yang di miliki kota tersebut sangat rendah mungkin tidak dapat menahan Cerberus itu.
“Aku harus mencari tempat aman untuk Rias” gumam Arthur menatap Rias yang kembali pingsan.
Arthur menggunakan teknik teleportasi dan berpinda tempat yang jauh dari Cerberus berada. Setelah merasa tempat itu aman, Arthur kembali untuk membunuh Cerberus tersebut.
“Bagaimana dengan tuan Arthur?” Rias yang tersadar tidak menemukan Arthur, dia terbangun di pinggir kota Terion.
“Tidak mungkin!, kalau seperti ini tuan Arthur akan mati.” Rias mengingat Cerberus itu sangat berbahaya, bahkan dirinya kesulitan bernafas saat berada di dekat makhluk tersebut.
Rias berlari sekuat tenaga agar cepat sampai di tempat Arthur berada, beberapa kali dia terjatuh dan luka-luka yang ada di tubuhnya tidak menghentikannya untuk tetap berlari.
Di waktu yang bersamaan Arthur sudah berada di hadapan Cerberus, Arthur menghindari ke tiga kepala Cerberus yang bergantian mengarahkan serangan padanya.
Arthur terus menghindar menunggu kesempatan untuk memotong salah satu kepala Cerberus, perang bayangan di tangan Arthur beberapa kali beradu dengan cakar Cerberus yang cukup keras.
“Teknik pedang pembela dimensi.”
Kepala Cerberus terkena serangan Arthur,
Serangan pembela dimensi melewati cakar Cerberus yang berusaha menepis dan memotong salah satu dari tiga kepala Cerberus yang ada.
__ADS_1
“Tekni ini sangat kuat, bahkan dapat menembus dimensi lain.” Serangan yang di arahkan Arthur tidak bisa di tahan oleh cakar Cerberus melainkan mengenai kepala hingga terpotong.
Serangan pembela dimensi adalah serangan yang sangat kuat, serangan yang bisa muncul dari mana saja dan melewati ruang waktu.
Cerberus yang kehilangan salah satu kepala dan kendali atas tubuhnya, setiap kepala memiliki kendali dari tubuhnya. Kepala Cerberus yang Arthur tebas adalah kepala yang memimpin dua kepala yang tersisa.
“Aku harus selesaikan sekarang sebelum Rias sadar dan mencari ku.”
Arthur sekali lagi menggunakan teknik pedang pembela dimensi, mengumpulkan semua tenaga yang tersisa kemudian melepaskan serangan pada Cerberus yang masih berdiri di hadapannya. Tubuh Cerberus terbelah menjadi dua bagian dan tumbang tidak bernyawa.
“Setelah aku menghisap monster ini, aku akan kembali.” Arthur mendekati tubuh Cerberus, ingin mencoba teknik yang dia pelajari dari buku sihir kegelapan.
Arthur mengambil batu jiwa untuk di jual dan tubuh Cerberus di serap menggunakan teknik bernama unite, itu adalah jurus yang memampukan dia untuk mempelajari kemampuan monster yang dia serap.
“Tuan Arthur.”
Arthur berbalik mencari asal suara, terlihat Rias berlari memeluk Arthur dan menangis. Setelah merasa Rias cukup tenang, Arthur mengajak Rias kembali ke kota Terion.
Mereka kembali ke penginapan untuk beristirahat dan membersihkan diri. Arthur setiap hari melatih Rias bertarung, tidak terasa Arthur sudah bersama dengan Rias hampir sebulan lebih dan mereka semakin dekat.
Arthur memperlakuakan Rias seperti anak kecil, tanpa dia sadari tubuh Rias sudah dewasa, Sekarang Rias sudah menjadi gadis yang sangat cantik.
“Sebaiknya kita mengganti senjata mu?.” Arthur mengajak Rias pergi ke toko untuk mengganti senjata miliknya yang sudah tumpul karena gunakan berlatih terus menerus.
Mereka berdua berjalan ke toko Asosiasi Langit Biru yang ada di kota Terion, Arthur sudah akrab dengan penjaga toko yang bernama Derton.
Arthur selalu menjual barang yang dia dapat dari membunuh monster pada Derton, secara tidak langsung dia membantu Asosiasi Langit Biru untuk berkembang.
***
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca.
Dukung dengan Like dan Vote.