
Arthur turun dari kereta setelah Ruby membunuh semua perampok yang menghalang jalan, dia tidak bisa meninggalkan semua mayat perampok begitu saja karena akan menyebabkan bau busuk dan menyebarkan penyakit.
" Tuan Arthur." ucap Rias setelah melihat Arthur turun dari kereta.
Arthur memerintahkan Rias dan Ruby untuk mengumpulkan semua mayat perampok menjadi satu tumpukan.
" Apa yang akan anda lakukan tuan ?." tanya Ruby dengan polosnya, dia biasanya langsung meninggalkan mayat perampok yang dibunuhnya.
Rias menatap Arthur dengan penuh tanya di dalam kepalanya, dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Arthur, mereka berdua menarik tubuh serta mengangkat kelapa dan melemparkannya ke pinggir jalan.
" Kalian menjauh dari situ." ucap Arthur, Ruby dan Rias selesai mengumpulkan semua mayat perampok itu di pinggir jalan.
Rias menatap Arthur yang sedang berdiri melihat tumpukan mayat, Arthur menjentikkan jari tangan.
Tiba-tiba muncul api hitam yang membakar mayat, Ruby dan Rias sentak terkejut melihat api yang menyala di mayat perampok.
" Apa ini kekuatan tuan Arthur ?, mungkin saja, walaupun dia belum mengeluarkan semua kemampuannya saat bertarung dengan ku." gumam Ruby yang berdiri dibelakang Arthur sambil menatap mayat yang terbakar.
Tidak butuh waktu lama tumpukan mayat sudah hangus terbakar hingga menjadi abu tanpa menyisakan apapun.
Rias hanya diam, didalam pikirannya banyak hal yang ingin dia tanyakan tapi pastinya Arthur tidak ingin menjawab pertanyaan itu, jadi dia memutuskan untuk diam.
" Sampai kapan kalian akan berdiri disitu ?." tanya Arthur, dia sudah naik ke atas kereta.
Rias dan Ruby tidak menyadari kalau tuan mereka sudah pergi dari pandangannya, mereka asik berselancar dengan imajinasi masing-masing sambil menerka apa yang akan terjadi bila Arthur mengamuk.
" Tuan Arthur hanya menjentikkan jari tangan, bisa membakar mayat dengan mudah. sebenarnya siapa tuan Arthur ?." gumam Rias yang tidak berani bertanya.
" Apa aku bisa belajar itu darinya ?." batin Ruby sambil berjalan ke arah kereta.
Di dalam kereta Arthur kembali membaringkan tubuhnya, dia sudah tahu kalau dua orang itu memiliki banyak pertanyaan untuknya.
Ruby naik ke atas atap kereta sedangkan Rias kembali memacu kereta kuda, mereka melanjutkan perjalanan ke desa Lumber.
__ADS_1
Di dalam kereta Arthur bangun, dia duduk menyilang kaki berkonsentrasi berusaha masuk ke dalam alam bawah sadarnya.
Arthur mencoba mengingat semua pengetahuan yang di dapatkan dari Leonardo, dia ingin membuat senjata pusaka yang sangat kuat.
Tidak terasa Arthur duduk begitu lama, dari tadi Rias ingin bertanya untuk berhenti sejenak tapi dia urungkan niatnya karena takut mengganggu Arthur.
" Langit sudah gelap." gumam Arthur, saat membuka matanya, dia turun dari kereta.
Kereta yang di kemudikan Rias sudah berhenti di pinggir jalan, dia tidak berani memacu kuda saat malam hari.
" Sekarang kita ada di mana ?." tanya Arthur sambil berjalan mendekati Rias yang sedang menyalakan api.
" Kita sudah setengah jalan, tuan Arthur." jawab Rias.
Ruby datang membawa tiga ekor ayam hutan, dirinya sudah terbiasa memburu di hutan berkat pengalaman yang di dapatkannya saat masih tinggal bersama Roner dan neneknya.
Arthur menunggu ayam yang di masak Rias, dia berbaring dan kembali tidur, Ruby dan Rias bingung melihat tuan mereka yang dari tadi kerjaannya hanya tidur.
" Apa tuan Arthur sakit ?." gumam Rias menatap Arthur yang sedang tidur.
Arthur bangun lalu menyantap makanan yang di berikan Rias, semua menyantap makan itu dengan lahap, dia menyuruh Rias dan Ruby untuk cepat istirahat karena mereka akan melanjutkan perjalanan besok pagi.
Setelah memastikan Rias dan Ruby tidur Arthur berjalan menjauh ke dalam hutan, dia tidak ingin membangunkan mereka dengan suara yang di buat olehnya nanti.
" Sepertinya disini sudah cukup jauh." gumam Arthur setelah berlari melompati pohon.
Arthur mengeluarkan batu berlian dalam jumlah banyak dari penyimpanan ruang miliknya, batu itu akan di leburkan untuk di satukan.
Dia menggunakan kemampuan manipulasi, membuat semua batu berlian menjadi satu dan batu berlian itu mengambang di hadapannya.
Arthur mengangkat tangan kanannya mengeluarkan api hitam yang sangat panas ke arah batu berlian yang sudah di satukan, batu berlian itu di bakar hingga berubah menjadi cairan merah.
Dengan sihir manipulasi, dia kembali membentuk cairan panas itu hingga menjadi sebuah tongkat yang sangat keras tidak lupa dia meneteskan darah miliknya sebagai pengikat tongkat dan sang pemilik.
__ADS_1
Arthur membutuhkan banyak energi jiwa untuk mengeluarkan api hitam dalam waktu yang lama, tidak terasa dia sudah menghabiskan waktu untuk membuat tongkat berlian.
Dia mengehentikan kegiatannya saat langit sudah mulai terang, dia mengambil tongkat berlian yang baru selesai dibuatnya.
Sebenarnya Arthur ingin menguji kekerasan tongkat dengan memukulkan pedang bayangan miliknya ke tongkat berlian yang baru selesai.
Tapi dia membatalkannya karena waktu yang di milikinya tidak cukup, dia tidak mau membuat dua orang yang sedang tidur khawatir saat melihat dirinya tidak ada.
Tongkat berlian adalah awal dari tongkat pusaka yang ingin di buat Arthur, dia membutuhkan banyak bahan hingga tongkat miliknya itu sempurna.
Arthur sampai di tempat mereka beristirahat dengan cepat, seperti biasa dia menggunakan kemampuannya untuk berpindah tempat.
Rias mulai membuka mata, Arthur yang menyadari itu langsung berbaring di bawah pohon tempat terdekat dia berdiri.
" Hampir saja ketahuan." batin Arthur.
Dia tidak ingin hal yang sama terjadi seperti di penginapan, Rias panik mencari dirinya.
" Tuan Arthur, ayo bangun." Rias menggoyangkan tubuh Arthur.
Mereka akan melanjutkan perjalanan ke desa Lumber yang jaraknya sudah tidak terlalu jauh.
Arthur yang belum sempat tidur harus kembali membuka matanya, Ruby dan Rias sudah membereskan perlengkapan ke dalam kereta.
Dengan mata yang sedikit terpejam Arthur naik ke atas kereta lalu dia kembali tidur di sana.
Rias menatap Ruby meminta jawab tentang yang di alami Arthur, tetapi Ruby menggeleng tidak tahu, Rias saja tidak tahu apa lagi dirinya.
Akhirnya mereka berdua melanjutkan perjalanan dan tidak menemukan jawaban yang mereka inginkan.
****************************************
Terima kasih sudah membaca.
__ADS_1
Dukung dengan Like, vote dan komen ya?.
****************************************