Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Guild Perisai Perak


__ADS_3

Arthur memeriksa isi kantong yang di berikan oleh Kirana setelah dia menjual seekor serigala putih berukuran besar.


Arthur membuka kantong itu, melihat kedalamnya. dia senang ketika melihat koin yang ada di dalamnya cukup banyak sekitar 50 koin perak.


Arthur mendengar beberapa orang yang lagi bercerita, mereka membahas sebuah Labirin bawah tanah yang terletak di luar kota Arcana.


Para penduduk menyebutnya Labirin seratus lantai, Arthur yang penasaran mendekati mereka, ingin lebih tahu apa yang sedang mereka bicarakan.


“Bagaimana caranya agar aku dapat kesitu?.” tanya Arthur pada para pemuda yang sedang berkumpul.


Semua pemuda yang sedang berkumpul langsung berhenti berbicara, mendengar Arthur bertanya pada mereka.


“Kamu harus bergabung di sebuah guild untuk dapat ijin masuk ke dalam labirin itu.” Salah satu pemuda memberi tahu Arthur, Sedangkan yang lainya menatap Arthur, mereka tidak suka dengan kedatangannya.


Kemudian Arthur pergi dan memberi 1 koin perak ke pada pemuda yang memberinya informasi, Arthur menghargai orang yang membantunya.


Arthur berjalan ke guild petualang yang bernama Perisai perak, guild itu sudah berdiri cukup lama dengan pemimpin guild yang kuat.


Bangunan dengan 2 lantai yang cukup besar di pintunya terdapat Perisai perak dengan dua pedang yang menyilang sebagai lambang guild itu.


Ketika Arthur hendak membuka pintu, pria bertubuh besar muncul menabrak Arthur hingga hamprir jatuh kebelakang.


Pria besar itu menatap Arthur dengan raut wajah yang kesal, seperti sudah terjadi sesuatu padanya,


“Hei bocah!, Menyingkirlah!.”


Dengan sikap arogan dan sombong mendorong Arthur kesamping, memerintahkan Arthur untuk menyingkir dari hadapannya.


Sikapnya itu membuat Arthur ingin memukulnya, untung saja Arthur masih bisa menahan emosinya. perlakuan seperti itu bisa membuat Arthur menarik pedangnya dengan cepat, mendapat perlakuan seperti itu mungkin dia akan membunuhnya.


Arthur menyingkir dari jalannya tanpa berbicara apapun, pria besar itu keluar dan meninggalkan guild dengan ekspresi yang kesal.

__ADS_1


Setelah pria besar itu lewat, Arthur pun masuk. terlihat semua mata para pendekar yang ada di ruang, tertuju pada Arthur yang membuka sedang membuka pintu.


Arthur diam saja, meskipun merasa tidak nyaman, dia mengacuhkan semua tatapan itu yang terlihat mengintimidasinya.


Dari pintu masuk, meja resepsionis bisa terlihat di sisi sebelah kanan, dan ada tempat para pendekar untuk beristirahat minum dan makan.


Di dekat resepsionis, terdapat papan pengumuman yang memiliki banyak poster permintaan yang terpasang dengan jumlah bayaran dan tingkat kesulitannya.


Arthur merasa ruangan sedikit tenang, tak ada pendekar yang saling berteriak satu sama lain, tapi tatapan yang tajam tetap ada tertuju padanya.


penampilan Arthur yang terlihat biasa menjadi bahan pembicaraan semua pendekar yang ada di dalam ruangan, beberapa dari mereka memiliki wajah yang sangar.


Mengabaikan semua itu, Arthur Iangsung menuju ke meja resepsionis, di sana sudah ada wanita yang tersenyum lembut padanya.


“Selamat datang di guild Perisai perak, apa ada yang bisa kubantu?”


Wanita cantik yang merupakan resepsionis menyapa ketika Arthur mendekat. Dia memiliki rambut berwarna coklat yang panjang terlihat manis dengan senyuman lembutnya.


“Oh, kalau begitu, silahkan masuk ke dalam ruangan itu, untuk melakukan pendaftaran.”


Menujukkan sebuah sebuah pintu yang terletak tidak jauh dari mereka berbicara.


“Baiklah. Terima kasih.”


Setelah berterima kasih Arthur melangkah menuju pintu yang dikatakan tadi, mengetok pintu sebelum membukanya. terlihat ada satu meja dengan dua wanita disana, dan mendekat ke meja.


“Selamat siang, disini adalah tempat pendaftaran sebagai petualang di guild perisai perak, Apa ada yang bisa saya bantu?” Seorang wanita cantik menyambut Arthur dengan lembut, mempersilakan Arthur duduk.


“Ya, aku ingin mendaftar sebagai petualang.” ucap Arthur setelah duduk di kursi.


“Baiklah, sebelum itu, perkenalkan namaku Lili adeno. Aku akan membantumu mendaftar hari ini. Mohon bantuannya.”

__ADS_1


“Aku Arthur Linford, mohon bantuannya juga!” mereka berdua saling berjabat tangan, Lili memberitahu kalau harus membayar biaya sebesar 3 perak untuk mendaftar


“Baiklah.”


Arthur mengangguk sembari mengeluarkan 3 perak dari kantong yang ada di dalam penyimpanannya tanpa terlihat dan memberikannya pada Lili.


Lili mengambil koin yang diberikan Arthur. Setelah itu, dia mengeluarkan sebuah bola kristal.


“Itu apa?” Arthur menatap bola Kristal yang di bawa rekan Lili yang diletakkan di atas meja.


Lili menjelaskan bola kristal itu adalah alat untuk mengukur tingkat kekuatan jiwa seseorang, meminta Arthur meletakkan telapak tangan diatas bola kristal ini.


Arthur menaruh telapak tangan kanan di bola kristal itu. Namun, tidak ada reaksi apapun yang keluar dari benda itu.


Mendapat tidak ada reaksi apapun dengan bola kristal yang Arthur sentuh, Lili merasa bingung. Lalu, Lili pun mencobanya sendiri. Dia manaruh telapak tangannya di atas bola kristal.


Bola kristal yang disentuh Lili bereaksi, dia menatap Arthur bertanya-tanya mengapa bolanya tidak ada reaksinya sempat mengira bola kristal itu rusak.


Bola kristal itu bercahaya biru cukup terang dan memunculkan tingkat jiwa saat Lili menaruh telapak tangannya di atasnya.


“Warna cahaya yang keluar dari bola kristal itu biru dan cukup terang, apa maksudnya itu?” Arthur menatap bola kristal itu


Artinya, Lili memiliki atribut air yang cukup kuat, meskipun dia hanya seorang resepsionis tapi dia tidak kalah dengan pendekar lainnya. Setidaknya, sekuat pendekat kelas A tingkat awal, Lili Adeno menjelaskan.


Arthur mengangguk mengerti dengan semua penjelasan yang di berikan Lili padanya, dia bersiap untuk mencobanya lagi


Dia memang merasakan kalau Lili ini memiliki kekuatan yang hampir setara dengan Kirana dari Asosiasi Langit Biru.


***


Terima kasih sudah membaca.

__ADS_1


Dukung dengan Like dan Vote.


__ADS_2