
Arthur berdiri dibelakang Lavin dan kedua pendekar lainya tanpa diketahui, dia menyadari ketiga pendekar tidak sanggup menghadapi monster bertubuh singa dengan wajah kambing dan ekor berkepala ular yang bisa menghembuskan nafas api.
“Bagaimana kita mengalahkan Chimera itu, anak panahku tidak dapat menembus kulitnya.” Philip sudah tidak sanggup menarik busurnya dan Wiliam terluka parah, di tubuhnya terdapat bekas cakaran Chimera.
“Hanya segitu saja kemampuan tiga pendekar terpilih.” Lavin, philip dan Wiliam menatap Arthur yang berdiri dibelakang mereka.
“Apa maksudmu?” Lavin yang mengarahkan tombaknya pada Arthur dan kedua pendekar lainnya hanya diam, mereka sudah tidak memiliki tenaga untuk mengangkat senjata walaupun terlihat kesal mendengar ucapan Arthur.
“Sebaiknya kalian jangan memalingkan pandangan dari musuh.” Arthur mengingatkan mereka, Chimera melompat ke arah Lavin.
Arthur menahan serangan Chimera yang melompat dan Lavin melangkah mundur. Ini pertama kalinya dia merasa tidak berdaya melawan musuhnya, sikap sombong dan angkuhnya seakan-akan hilang.
“Kalian mau mati terhormat di sini?” Arthur menyindir setelah menahan serangan Chimera.
“Dengar! Aku akan menahan Chimera ini, kalian cepat pergi.” di hadapan Arthur sudah berdiri Chimera yang bersiap menyerang.
“Baiklah, kami serahkan pada mu, aku akan meminta bantuan.” Setelah Lavin berkata, dia dan dua pendekar lainya meninggalkan Arthur.
Setelah ketiga pendekar pergi, Arthur mengeluarkan pistol miliknya. Sekarang Arthur memegang pedang bayangan dan pistol di tangannya
Arthur bertarung dengan Chimera, serangan pedang bayangan dan tembakan dari pistolnya tidak berhasil di tembus oleh kulit Chimera yang keras.
Arthur menghela nafas, banyak mayat pasukan terbunuh saat melawan Chimera. Bahkan tidak ada tubuh yang tersisa di mayat yang terbakar.
“Dari mana asal makhluk ini, siapa yang memerintahkan mereka menyerang.” Arthur menatap Chimera yang sedang berlari kearahnya.
__ADS_1
“Apa dia akan mengeluarkan hujan api lagi?” Chimera sedang mengumpulkan energi membentuk bola api di ekor Chimera.
Arthur terkejut menatap kearah desa, Chimera siap memuntahkan serangan apinya. Arthur yang menyadari berpindah tepat di dekat ekor Chimera yang mengarah ke desa.
Serangan bola api yang dikeluarkan dari ekor Chimera mengarah ke atas langit dan menimbulkan ledakan besar. Sebelum serangan yang mengarah ke desa dilepaskan, Arthur menendang ekor Chimera ke atas untuk mengubah arah serangan tersebut.
“Untuk saja aku sempat menendang ekor itu.” gumam Arthur melompat mundur menghindari ekor kepala ular yang membuka mulut lebar mencoba memakannya.
Arthur mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya, sehingga pedang bayangan menjadi lebih kuat dan tajam. Arthur menembak kedua mata Chimera dan tembakan tersebut mengenai kedua mata, terlihat Chimera mengamuk menyerang segala arah tanpa bisa melihat Arthur.
Arthur mengangkat pedangnya ke atas kemudian mengayunkannya ke pada Chimera setelah menghindari beberapa serangan brutal dari Chimera yang tidak dapat melihat lagi.
“Aku yang akan mengakhirinya, terima ini!.” kepala Chimera terpotong, kulit yang keras berhasil di tembus oleh pedang bayangan Arthur yang sudah di perkuat dengan tenaga dalamnya.
Chimera akhirnya tumbang setelah mendapat serangan, Arthur berhasil mengalahkan bos musuh yang datang menyerang kerajaan dan hujan panah datang mengarah pada Arthur.
“Hanya begini saja.” Pria berzirah besi menunggangi kuda di ikuti pasukannya berkata dengan sombongnya.
Pria itu adalah Jendral timur yang menjaga perbatasan bagian timur, dia mengira hujan panah yang di lepaskan pasukannya membunuh Chimera tersebut.
Mereka semua tidak tahu, bahaya apa yang telah terjadi. Tanah tempat mereka berdiri adalah tumpukan mayat pasukan yang terbunuh.
“Oh iya, putri Nina di mana?” Jendral timur melihat sekeliling tapi tidak menemukannya.
Arthur pergi tanpa menjawab pertanyaan Jendral timur, Arthur berhenti melangkah mendengar suara meminta tolong dari dalam tanah hitam bekas terbakar.
__ADS_1
“Sepertinya dia disini.” Arthur menunjuk ke bawah, mengenal suara itu adalah suara Nina. Jendral timur memerintakan pasukannya untuk memeriksa dan menemukan tubuh Nina yang tertimbun.
Nina terluka setelah terkena serangan hujan api dan sebelum itu dia menggunakan tubuh pasukan yang bersamanya untuk melindungi dirinya, sihir pelindung yang mereka bentuk tidak dapat melindungi dari serangan hujan api Chimera dan membakar pasukan yang melindungi Nina.
Rias dan komandan Berian beserta pasukannya berhasil menghabisi semua monster yang ada di desa tanpa tersisa. Mereka semua menatap langit yang mulai berubah, “Tuan Arthur, anda berhasil.” Rias menatap lingkaran dimensi mulai tertutup dan menghilang dari langit.
Langit kembali cerah, Arthur berhasil menyelamatkan kerajaan dari serangan monster dari dunia lain. Arthur melihat sekeliling desa, dia teringat saat kotanya hancur seperti ini dan banyak para penduduk yang terluka bahkan mati.
“Semua monster yang menyerang desa sudah dikalahkan.” Rias berjalan mendekati Arthur.
Arthur hanya diam memandang ke atas langit, para penduduk mendekatinya. “Tuan pendekar, terima kasih banyak telah melindungi kami. Kalau tidak ada anda, seluruh warga pastinya tidak selamat.” Kepala desa menundukkan kepalanya.
“Aku hanya membantu sebisaku saja, sebaiknya kalian semua beristirahat.”
“Berkat anda kami bisa bertahan hidup.” Sahut salah satu penduduk yang diselamatkan oleh Arthur.
“Hutang budi ini tidak pernah akan kami lupakan.” Semua penduduk menundukkan kepala. Setelah berterima kasih semua penduduk meninggalkan Arthur dan Rias.
Rias telah melewati pertarungan yang cukup panjang dan itu adalah pengalaman pertamanya. “kamu sudah bertarung dengan baik.” Arthur mendekat dan mengelus kepala Rias.
Rias menangis memeluk Arthur, tadinya dia sangat takut dan berusaha manahannya hingga mereka berhasil mengalahkan semua monster yang menyerang.
Komandan Berian mendekati Rias yang menangis memuluk Arthur, dia memberi tahu kalau Raja mengundang semua orang yang berjasa ke istana dan mengajak Arthur kembali bersamanya.
***
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca.
Dukung dengan Like dan Vote.