
Arthur telah memilih salah satu baju yang cocok untuknya, terlihat pakaian terbuat dari kulit dan Arthur mengambil untuk mencobanya.
“Itu cocok dengan mu.” Nina memperhatikan Arthur setelah mengganti baju.
Kantong koin yang di berikan oleh Raja sedang di pegang Nina, Arthur tidak menyimpannya dalam ruang penyimpanan karena dari tadi Nina mengawasinya.
“Berapa harganya?” tanya Nina setelah melihat Arthur keluar dari ruang ganti.
Setelah bertanya harga pakaian yang sudah dikenakan oleh Arthur tidak lupa juga di menanyakan harga kalau dijual kembali.
Kalau masih bagus pemilik toko itu akan membeli dengan setengah harga dari harga awal saat di beli.
“Ada apa?” Arthur mendekati Nina yang sedang berdiskusi dengan penjual.
“Kalau tuan bertambah kuat, tidak akan membutuhkannya lagi. Karena itu, aku menanyakan harganya kalau dijual kembali.” jawab Nina sambil menyilangkan tangan di dada dan Arthur mengangguk mengerti.
Nina mengambil 100 koin perak lalu memberikan pada pria pemilik toko dan menarik tangan Arthur keluar dari toko.
“Apa tuan tidak membeli pedang?” pemilik toko bertanya karena melihat Arthur membawa pedang, Arthur menggeleng menurutnya tidak perlu.
“Terima kasih.” Pria itu menatap Arthur dan Nina keluar dari toko miliknya, dia masih berusaha mengingat wanita yang berada di samping Arthur.
Nina mengajak Arthur berburu monster di hutan sambil memeluk sekantong koin perak yang tersisa.
Arthur pergi ke hutan mencari monster untuk berlatih walaupun Arthur sudah cukup kuat, dia hanya mengikuti Nina sebagai pemandunya.
Sampai di hutan Arthur di serang oleh tiga serigala dari balik semak-semak, ketiga serigala itu melompat ke arah Arthur dan Nina hanya berlindung di balik pohon untuk melihat Arthur.
Arthur memukul salah satu serigala yang melompat terlebih dahulu dengan kekuatan 1 persen membuat serigala itu terlempar jauh.
__ADS_1
Dua serigala yang datang Arthur pukul dan tendang hingga serigala itu terseret di tanah, tiba-tiba datang Wiliam yang membunuh ketiga serigala itu dengan sekali tebasan pedangnya. Di belakangnya ada beberapa pendekar yang mengawasinya.
Arthur tidak peduli dengan dilakukan Wiliam selama dia tidak menjadi penghalang, siapapun itu akan jadi musuhnya. Jika itu terjadi Arthur akan langsung membunuhnya.
“Jadi itu kekuatan pendekar pedang.” Nina melihat Wiliam membunuh ketiga serigala dengan mudah.
Arthur melihat salah satu pendekar yang bersama Wiliam membelah kepala serigala dan mengambil sebuah kristal berwarna merah.
Monster yang mati terdapat kristal di dalam kepalanya yang bisa diserap untuk menambah kekuatan jiwa.
“Ngomong-ngomong apa itu.” tanya Arthur saat melihat kristal merah.
“Itu adalah batu jiwa yang di miliki monster, ukuranya tergantung tingkat monster itu.” Nina menjelaskan pada Arthur.
“Hari ini, kita kembali ke kota.” Nina merasa sudah cukup untuk hari ini.
Nina mengajak Arthur kembali ke toko dan meminta Arthur untuk membelikan perlengkapan agar besok dia dapat membantu melawan monster.
Pria itu bingung baru saja tadi pagi mereka datang. Dia bertanya kepada Arthur yang sedang mendekat ke arahnya, kemudian Arthur menjelaskan.
“Perlengkapan untuk nona, ya.” Pria itu menatap Nina yang sedang tersenyum padanya.
Arthur ingin menawar harga barang yang akan di ambil Nina, mereka berdua terus berdebat hingga Nina datang membawa semua perlengkapan telah di pilih Kemudian meletakkannya di atas meja.
Mereka berhenti berdebat setelah melihat tumpukan perlengkapan yang dipilih Nina, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memilih perlengkapan bagus.
“Paman, berapa harganya?” Arthur bertanya setelah melihat barang pilihan Nina.
“Akan kuberikan harga 600 koin perak, aku tidak mau mengalah.” setalah pria itu menilai semua barang yang di pilih Nina.
__ADS_1
“Nina, bagaimana kalau yang lebih murah?. Kita belum tahu seberapa besar biaya hidup di kita." Arthur pikir itu semua terlalu mahal.
“Tidak masalah, tuan. Kalau aku menjadi lebih kuat, kita bisa mendapat penghasilan dari monster yang kita kalahkan." Nina berusaha meyakinkan Arthur.
“Baiklah” Arthur merasa tidak nyaman, Nina terus merayunya dan terpaksa membayar semua barang yang dipilih Nina. Dia memberikan 600 koin perak ke pada pria yang menjual perlengkapan itu.
“Terima kasih, tuan.”
Setelah itu Arthur pergi untuk makan malam bersama Nina, menuju sebuah restoran yang di sarankan oleh Nina. mereka berdua sampai dan duduk di kursi yang kosong kemudian memanggil pelayan dan memesan makanan.
Arthur melihat sekeliling, restoran sangat ramai oleh para pengunjung dari berbagai pendekar dan pedagang. tidak satupun yang membuat Arthur tertarik.
Pelayan datang membawa makan yang mereka pesan kemudian meletakkannya di atas meja. Arthur langsung menyantap makan yang sudah di sediakan pelayan, “Makanan di kota ini sangat enak.”
Setelah makan, Nina mengeluarkan sebuah peta, dia menunjukan tempat mereka berada sekarang. Mereka akan melanjutkan perjalan ke desa terdekat yang ada di dekat ibu kota.
Nina menjelaskan semua dari mengalahkan monster untuk meningkatkan kemampuan hingga mencari uang dengan cara menjual bagian monster.
“Terima kasih, aku belajar banyak.”
Nina mengambil botol anggur kemudian menuangkan ke gelas Arthur, dia tidak menolak dan meminumnya. Arthur meminum beberapa gelas kepalanya terasa pusing, Nina terus memaksa Arthur untuk minum lagi.
“Kita mengatur rencana besok pagi. Malam ini aku ingin tidur lebih awal, tidak masalahkan?” Arthur sudah lelah karena beberapa hari kurang tidur di tambah kepalanya yang terasa pusing.
“Ia, aku akan minum sebentar lagi.”
Arthur bangkit dari tempat duduknya berjalan menuju kamar penginapan yang ada di lantai dua restoran.
***
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca.
Dukung dengan Like dan Vote.