
Bangsa iblis itu ingin masuk ke dalam dasar labirin untuk mengambil kekuatan yang ada. Tetapi mereka belum tahu, kekuatan itu sudah di ambil oleh Arthur.
" Sepertinya kalian ingin menaklukan labirin ini, mau bergabung dengan ku ?."
" Apa maksudmu ?." tanya Amano.
" Aku mengajakmu bergabung." Menatap Amano yang berdiri di hadapannya.
" Aku menolak."
" Kamu juga boleh bergabung dengan teman-temanmu." Iblis itu menawarkan.
" Jawaban tetap sama."
" Benar juga."
Iblis itu tersenyum memandang bergantian semua orang yang ada di hadapannya, mencari yang ingin bergabung dengannya.
" Kami tidak akan tertipu." Meraka semua mengeluarkan senjata.
" Kalau kalian menolak, berarti kalian semua tidak berguna. Jadilah santapan monster ku."
Iblis itu memanggil monster yang muncul di hadapannya dan memerintahkan menyerang mereka.
Pertarungan mereka berlangsung cukup lama hingga mereka terdesak. Monster yang mereka serang kembali memulihkan diri dari luka serangan yang diberikan oleh mereka.
" Dia bahkan bisa memulihkan mereka." Rin terkejut. Beserta anggota yang lainnya.
" Mereka berbeda dari monster yang selama ini kita hadapi. Jadi apa yang harus kita lakukan Rin ?" Erdo mulai panik.
" Erdo, aku ingin meminta tolong padamu, sampaikan kejadian ini pada Komandan Berian." Rin menoleh ke arah Erdo yang ada disebelahnya.
Erdo terkejut mendengar ucapan Rin.
" Kamu bisa pergi ke tempat komandan Berian dan aku akan menahannya."
" Aku." ucap Erdo yang tidak yakin.
" Kami semua berharap padamu."
" Aku pasti akan mencari bantuan." Erdo diam-diam mundur kebelakang tanpa di sadari oleh yang lainnya.
" Jadi begitulah." Erdo menarik nafas sebelum lanjut berbicara kepada Arthur.
" Aku pergi meninggalkan mereka untuk meminta bantuan dan memberi tahu kalau ada bangsa iblis yang menyerang kami."
__ADS_1
" Akhirnya aku bertemu dengan komandan Berian. tapi, monster itu muncul di belakangku dan komandan Berian memintaku datang ke sini. sedangkan dia menahan monster itu, Banyak prajurit yang terbunuh melawan monster."
" dia membiarkan aku pergi." Erdo menangis.
" Aku punya permintaan padamu." ucap Wavis.
" Kamu ingin aku menyelamatkan mereka."
" Arthur, mereka itu teman tim mu, kamu pasti menyelamatkan mereka kan ?." Erdo memohon.
" Jangan seenaknya menganggap mereka temanku."
Arthur pergi dan di kejar oleh Erdo, dia langsung berlutut memohon di depan Arthur.
" Kumohon selamatkan mereka." Erdo masih berlutut.
Arthur mengingat kalau ada Rin di sana jadi dia memutuskan untuk menyelamatkan mereka.
***
Di dalam labirin
Mereka masih bertarung hingga beberapa orang terluka.
" Amano, kita harus mundur." Rin mendekati Amano yang sedang berlutut melihat anggota timnya terbunuh.
Rin tidak ingin banyak korban yang mati setelah melihat salah satu anggota tim mereka terbunuh.
" Berpikirlah dengan tenang." Rin langsung menampar Amano untuk menyadarkannya
Akhirnya mereka memutuskan untuk mundur, mereka terus melawan monster sambil terus berlari mundur menjauh.
Mereka terus berlari.
" Hei, sebaiknya kita mengikuti yang dia katakan." ucap Jeki berhenti berlari.
" Bicara apa kamu ini." teriak Amano yang kesal.
" Aku juga setuju dengan ucapan Jeki, Aku tidak ingin kita mati semua." Salah satu anggota setuju.
" Via." Rin melihat Via yang sudah mulai menangis
" Jangan mempercayai ucapan iblis." Amano memberi tahu.
" Tapi kalau pun kita terus berlari, kamu pikir berapa banyak dari kita yang bisa bertahan hidup ?." tanya Jeki yang mementingkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Jumlah anggota yang tersisa hanya 7 orang termaksud Amano.
" Kalau ingin bertahan sebaiknya kita mengikuti ucapannya." ucap Via.
" Kalian fokuslah untuk bertahan hidup."
Mereka menoleh ke asal suara ternyata itu adalah komandan Berian dengan tubuh yang terluka.
" Tuan Berian." Amano melihat Berian menopang tubuhnya dengan pedang besar di tangannya.
Muncul iblis dari belakang komandan Berian dan langsung menusuknya. Dia langsung terjatuh ke tanah.
" Maafkan aku." ucap komandan Berian dengan suara pelan.
" Tuan Berian." teriak Amano mengumpulkan kekuatan membuat tubuhnya mengeluarkan cahaya kuning.
" Kalau kamu melewati batas mu sekarang, tubuhmu tidak bisa bertahan." ucap Rin melihat Amano yang memaksakan dirinya.
" Beraninya kamu melakukan itu kepada tuan Berian." Amano berlari menyerang semua monster yang ada di hadapannya.
Amano berhasil melukai iblis itu, hingga iblis itu terjatuh ke tanah. Saat dia ingin menusuknya dia melihat raut wajah sedih dari iblis itu membuat Amano menjadi bimbang.
" aku terkejut, kamu tidak bisa membunuh seseorang. Kamu bocah tidak punya kesadaran diri, kita itu sedang perang."
Iblis itu memanggil monster dan menyerang Amano dari belakang, hingga dia terlempar.
Rin bertarung dengan monster yang menyerang Amano. Monster itu besar dengan tubuh berwarna hijau.
" Maafkan aku, kekuatan jiwa ku sudah habis." ucap Via menangis.
Via mencoba menyembuhkan luka komandan Berian, tetapi Kekuatannya habis.
Jeki hanya diam menonton tanpa membantu mereka bertarung.
" Dia tidak seperti pendekar lain yang siapa untuk membunuh ya." ucap iblis itu melihat ke arah Rin yang sedang bertarung dengan monster hijau berkepala kuda.
" Amano belum siap untuk membunuh dan itu mengganggu kelompok kami. Tapi, aku yang akan mengisi kekurangannya."
Rin berlari menyerang monster yang ada di hadapannya tetapi muncul lagi monster yang sama menyerang Rin.
****************************************
Terima kasih sudah membaca.
klik hati jika suka, silahkan vote dan komen ya?.
__ADS_1
Mohon maaf jika tidak memuaskan.
****************************************