
Setelah mendapat izin ada seorang wanita membuka pintu, dia adalah Dina Adeno seorang resepsionis yang ada di guild perisai perak.
“Master ada surat dari kerajaan.” ucap Dina di depan pintu sambil menghampiri Elisa.
Elisa mengambil surat dan langsung membacanya, dia terkejut kalau kerajaan akan melawan monster yang akan datang dari dunia lain.
Setelah Dina mengantar surat, dia kembali ke bawah untuk melakukan pekerjaannya sebagai resepsionis.
“Apa yang terjadi?” tanya Arthur saat melihat raut wajah Elisa yang berubah.
Elisa yang tadinya tenang sekarang berubah menjadi panik, setelah membaca surat yang di berikan Dina.
“Kerajaan akan berperang dengan monster dari dunia lain.”
Arthur mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu, saat kota Alpa di serang oleh monster dan menghancurkan kotanya.
Arthur menjadi semangat mendengar ucapan Elisa, dia ingin menghabisi semua monster yang datang.
Mereka meminta satu pendekar hebat dari guild untuk memimpin kelompok pendekar yang akan membantu melindungi wilayah kerajaan Asion dari serangan monster.
“Arthur, kamu mau menjadi pendekar perwakilan dari guild ini?” tanya Elisa.
Berharap Arthur mau, dia yakin kalau Arthur akan menjadi pendekar terkuat di kerajaan ini.
Arthur masih berpikir, dia tahu kalau menjadi pendekar yang akan melindungi banyak orang adalah tanggung jawab yang sangat berat.
Elisa memohon agar Arthur mau, tanpa bantuan Arthur mungkin kerajaan Asion bisa musnah.
Kerajaan mencari empat pendekar dengan berbagai keahlian bertarung menurut ramalan seperti, pedang, panah, tombak dan tangan kosong atau bisa disebut penyihir.
Elisa ingin Arthur menjadi pendekar dengan tangan kosong walaupun Elisa belum tahu apakah Arthur bisa menggunakan sihir.
“Baiklah, aku akan membantu.”
__ADS_1
Arthur berpikir, dia bisa mendapat informasi tentang Rin dan monster dunia lain yang menyerang kotanya dulu.
Elisa tersenyum lebar mendengar ucapan Arthur dan meminta Arthur untuk datang ke ibu kota, bertemu komandan Berian yang akan menjelaskan situasinya dalam beberapa hari lagi.
Sebelum Arthur pergi dia memberikan sebuah kantong berisi koin emas karena Arthur berhasil menaklukan labirin walaupun itu tidak diketahui orang.
Arthur mengambil dan menyimpannya kemudian memberikan tahu kalau dia perlu bantuan bisa mendatangi Asosisasi Langit Biru.
Arthur meminta kertas dan menuliskannya sebuah nama yang hanya diketahui oleh anggota Asosiasi Langit Biru.
Dia sangat menghargai kemampuan yang dimiliki Elisa, saat memimpin guild. Arthur berharap Elisa mau bergabung dengan asosiasinya.
Elisa mengambil dan membaca yang di tulis oleh Arthur, “Rachel.” batin Elisa saat membaca tulisan yang ada di kertas.
Dia bertanya-tanya dalam pikirannya siapa sebenarnya Rachel ini. Apa dia pemimpin Asosiasi Langit Biru yang berkembang pesat selama 6 bulan terakhir.
Asosiasi Langit biru sudah ada di seluruh kerajaan Asion, pihak kerajaan tidak tahu asal mereka dan apa tujuannya.
Arthur hanya membalas senyum penuh makna yang membuat Elisa bertambah bingung.
“Aku hanya membalas kebaikanmu, karena sudah banyak membantu ku. Jika terjadi sesuatu, kamu bisa bergabung dengan mereka.”
Elisa bertambah penasaran, apa semua anggota yang ada di Asosiasi Langit Biru seperti Arthur memiliki kemampuan yang sangat mengerikan.
Dia memberanikan diri untuk bertanya pada Arthur, walaupun sedikit takut dengan pertanyaan yang dia ucapkan.
Arthur mengangkat tangannya memanggil Elisa untuk mendekat, kemudian dia berbisik ke telinga Elisa.
“Mungkin bisa menghancurkan kerajaan Asion.” Elisa yang mendengar mematung dengan raut wajah yang pucat.
“Apa kamu pernah mendengar kota Alpa.” tanya Arthur, menurutnya Elisa harus di beritahu agar dia tidak salah paham yang bisa menimbulkan peperangan.
“Tidak pernah.” Elisa menggeleng pelan.
__ADS_1
“Apa kamu pernah melewati hutan kematian?” tanya Arthur.
Hutan kematian adalah hutan yang dipenuhi banyak monster yang menghuni di sana. Dan tidak pernah ada orang yang melewati kecuali orang yang memiliki kekuatan kelas A ke atas, walaupun jarang yang bisa bertahan hidup didalam.
“Jadi kamu berasal dari kota Alpa yang ada di balik hutan kematian?” Elisa membayangkan sendiri.
Saat kakek Elisa masih hidup, dia pernah mendengar tentang kota Alpa yang terkenal dengan teknologi yang maju membuat kota mereka mengasingkan diri dari dunia luar 100 tahun lalu.
“Kamu betul, kota Alpa sudah terpisah dari dunia dan tidak ada yang tahu, tapi beberapa tahun lalu kota Alpa hancur akibat serangan monster dari dunia lain.” Arthur sedikit menjelaskan.
“Aku harap kamu bisa menjaga rahasia ini?, mereka tidak akan bergerak kalau kerajaan tidak mencari masalah.” ucap Arthur.
“Baiklah aku akan mengingatnya.” ucap Elisa yang duduk memikirkan yang akan terjadi bila itu semua benar.
“Kalau begitu aku akan ke ibu kota sekarang.” Arthur berdiri, bersiap meninggalkan kota Arcana.
Elisa Abony sadar dari lamunannya mendengar ucapan Arthur dan memberikan surat rekomendasi untuk di serahkan ke komandan Berian.
Arthur berjalan ke luar ruangan, saat ingin membuka pintu dia berpesan agar mendatangi Asosiasi Langit Biru.
Arthur menuruni anak tangga, dia memutuskan untuk sarapan sebelum berangkat. Dia memesan banyak makanan untuk dirinya sendiri.
pelayan membawakan makan, Arthur menyantap hingga tidak tersisa. Setelah itu Arthur membayar dengan koin yang di berikan Elisa dan pergi keluar dari guild.
Arthur mengamati sekitar, ada pedagang yang sedang bersiap meninggalkan kota, pedagang tersebut sedang menaikan barang bawaan mereka.
Arthur berjalan ke depan gerbang tempat para pedagang yang sedang menunggu barang bawaan mereka siapkan.
***
Terima kasih sudah membaca.
Dukung dengan Like dan Vote.
__ADS_1