Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Benih Trombe


__ADS_3

Tiga hari berlalu sejak Arthur mengalahkan Trombe, mereka di minta untuk membantu memotong akar dan batang Trombe yang tidak bisa di potong dengan peralatan yang di miliki para penduduk desa.


Sebelum pergi Arthur menanam benih Trombe yang sudah di manipulasi agar Trombe tidak tumbuh dengan agresif seperti sebelumnya.


Dengan kemampuan manipulasi tanaman, benih Trombe dapat ditanam seperti tanaman normal pada umumnya.


Rias mendekati Arthur yang sedang menanam benih Trombe, “Tuan, apa itu benih Trombe?” dengan raut wajah khawatir.


Arthur menanamnya tepat di luar desa, karena sudah yakin kalau benih yang akan tumbuh tidak berbahaya.


“Lihatlah.” Arthur merapikan tanah di sekitar benih Trombe yang sudah tertimbun tanah.


Rias berdiri dibelakang Arthur, berpikir benih yang di tanam Arthur akan tumbuh seperti pohon Trombe yang sebelumnya.


Tanaman Trombe tumbuh dengan cepat,


Arthur mempercepat waktu pertumbuhan Trombe agar menjadi pohon dewasa dan siap untuk di panen, pohon Trombe sekarang bisa menjadi penyelamat penduduk desa Lumber dari kelaparan.


“Tuan Arthur, anda berhasil.”


Rias menatap pohon Trombe yang tumbuh dengan cepat, di seluruh pohon di penuhi buah Trombe yang seperti tomat merah.


“Wah, kelihatannya enak.”


Ruby yang melihat buah Trombe mendekat, kemudian memetik buah Trombe dari pohon tanpa bertanya, langsung memakan buahnya.


Dia orang pertama yang mencoba buah Trombe, dia menikmati beberapa buah Trombe yang enak dan juga manis.


Arthur hanya menggeleng kelapa, mereka berdua mengerti kalau Ruby masih anak-anak yang masih harus banyak belajar.


Tidak butuh waktu lama, para penduduk yang melihat langsung berkumpul mengelilingi pohon Trombe yang Arthur tanam.


Penduduk sangat senang, bahkan ada yang menangis bahagia melihat buah Trombe yang akan menyelamatkan desa mereka dari kelaparan.

__ADS_1


Kepala desa menatap penuh khawatir jika tanaman Trombe yang di tanam Arthur akan berubah menjadi monster yang menyerang desa mereka kembali.


Arthur sudah menekan mutasi dan kecepatan pertumbuhannya, lalu meningkatkan daya hidup dan produktivitasnya.


Sebelumnya Trombe memerlukan energi kehidupan untuk dapat bertahan hidup dan sekarang Trombe seperti tumbuhan normal yang tidak berbahaya lagi.


Sekarang pohon Trombe bisa menghasilkan banyak buah tanpa harus takut berubah menjadi monster yang menyerang manusia dan sekitarnya.


“Seharusnya masalah kelaparan di desa ini sudah teratasi.” Arthur melirik kepala desa yang ada disebelahnya.


“Terima kasih banyak pendekar, tidak hanya menyelamatkan desa dari bahaya dan anda bahkan memberikan berkah sebesar ini.” ucap kepala desa yang tersenyum bahagia.


Arthur meminta bayaran pada kepala desa sesuai yang di janjikan, tetapi kepala desa meminta Arthur untuk menunggu seminggu dan dia akan mengumpulkan uang untuk diserahkan pada Arthur.


Arthur meminta kepala desa mengganti bayarannya menggunakan barang lain, dia tidak mungkin menunggu seminggu lagi.


“Tidak mungkin, desa kami tidak memiliki apapun.” kepala desa tertunduk sedih.


Desa Lumber kini tinggal puing-puing bangunan saja, semua rumah rusak akibat Trombe yang tumbuh di tengah desa.


Arthur terpaksa menerima buah Trombe yang di jadikan bayaran, padahal benih Trombe dialah yang menanamnya sendiri karena tidak ingin mempersulit penduduk yang sedang mengalami musibah.


Akhirnya Arthur pergi dari desa Lumber dengan membawa enam keranjang penuh buah Trombe yang di kumpulkan kepala desa sebelum meninggalkan desa.


“Tuan Arthur, bagaimana dengan buah ini?” Rias melihat kedalam kereta yang sudah di penuhi keranjang yang berisi buah Trombe.


Buah Trombe yang ada banyak bisa membusuk sebelum sempat di makan, " kita masih bisa menjualnya." jawab Arthur dengan tenang.


Arthur menyimpan semua keranjang yang berisi buah ke dalam ruang penyimpanan, di dalam ruang penyimpanan buah tidak akan membusuk karena di dalam ruang itu waktu tidak bergerak.


“Tuan Arthur, kemampuan apa yang anda gunakan.” tanya Rias yang penasaran.


Di atas kereta Ruby berusaha mendengarkan, menunggu jawaban yang akan di berikan Arthur.

__ADS_1


Arthur diam cukup lama sebelum berbicara membuat Rias dan Ruby tambah penasaran, “kemampuan ini disebut Time Space."


Kekuatan yang dapat menyimpan dan mengeluarkan benda dalam ruang dimensi, semakin tinggi tingkat kekuatan jiwa memungkinkan orang itu dapat berpindah tempat bahkan dapat mengendalikan waktu.


Ada dua jenis Time space yang Arthur miliki dari kekuatan jiwa yang dimilikinya dan cincin ruang yang dapat menyimpan benda.


Meraka berdua dengan serius mendengarkan penjelasan Arthur, walaupun mereka tidak dapat menggunakannya tapi rasa penasaran mereka sedikit terbayarkan.


Masih banyak rahasia yang di miliki Arthur, bahkan Arthur belum mau menjelaskan semua tentang dirinya.


“Tuan Arthur, sekarang kita kemana?” tanya Rias sembari mengendalikan kereta kuda melewati hutan.


Mereka bertiga akan pergi mendatangi Alan Rufus untuk menjual buah Trombe sambil mengumpulkan kebutuhan perjalanan mereka.


Arthur juga memiliki rencana lain yang ada di kerajaan Spin yang memerlukan bantuan dari Alan sang pedagang yang berpengaruh di beberapa kota.


Arthur juga sudah mendapat kabar dari ke empat pengawalnya yang sedang berada di negeri Spin yang sedang menjalankan tugas yang diberikan olehnya.


Dalam waktu dekat Arthur akan menuju kerajaan Spin, menyelesaikan rencana yang telah dipersiapkan selama ini.


Nama Arthur tersebar di beberapa tempat berkat menyelamatkan desa Lumber dari bahaya, dijuluki penyihir suci, bahkan ada juga menyebutnya pahlawan suci dan masih banyak lagi.


Julukan itu diberikan karena Arthur dapat menyembuhkan semua penduduk desa yang terserang parasit dari pohon Trombe, dan juga membasmi Trombe yang menguasai desa, bahkan memberi berkah dengan buah Trombe yang mengatasi kelaparan desa.


Menurut para penduduk itu semua adalah keajaiban yang jarang di temukan, sehingga mereka menyebutnya pahlawan suci dengan sihirnya yang sungguh hebat.


Perjalan yang cukup panjang mengantar Arthur, Rias dan Ruby kembali ke kota Terion, kota yang menjadi pusat perdagangan di kerajaan Asion.


Arthur menuju kota Terion mendatangi kediaman Alan Rufus yang merupakan salah satu pedagang terkaya di dalam kota.


***


Terima kasih sudah membaca.

__ADS_1


Dukung dengan Like dan Vote.


__ADS_2