Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Gandalf Grayhame


__ADS_3

Mereka semua masih tenang di dalam penginapan, Arthur dan pria tua berambut putih masih duduk.


Terdengar langkah kaki menuju pintu penginapan, beberapa orang mendekati pintu.


“Gandalf Grayhame! Kami datang untuk mengambil nyawamu!” Seseorang menendang pintu penginapan dan berseru lantang.


Raut wajah pria tua berambut putih itu berubah menjadi murka, mengenal siapa mereka semua.


“Gandalf, kau pikir bisa lolos setelah membunuh salah tetua kelompok gagak hitam!”


Sekelompok orang berjubah hitam memasuki penginapan, jumlah mereka hampir mencapai tiga puluh orang dan setiap orang membawa senjata seperti pedang, golok serta tombak.


Beberapa dari mereka memiliki energi jiwa yang cukup tinggi sehingga memiliki kemampuan menggunakan sihir tingkat menengah.


Semuanya melepaskan hawa pembunuh yang besar dan terarah pada mereka. Arthur terlihat tenang, pria tua berambut putih menatap Arthur lalu kembali ke sekelompok orang yang berdiri di depan pintu, Gandalf menyadari ketenangan Arthur dan cukup terkesan.


Gandalf megalirkan tenaga dalamnya pada Rias, mengetahui Rias tidak sanggup menahan hawa membunuh yang besar.


Arthur melirik Ruby yang ada disebelah kirinya, Ruby tidak terpengaruh karena dia memiliki hawa membunuh yang lebih besar dari kelompok itu.


Gandalf terkejut mengetahui gadis kecil disebelah Arthur mengeluarkan hawa membunuh yang lebih besar dari kelompok itu.


“Mengapa nama itu tidak asing?” ketika mendengar salah satu orang yang memasuki penginapan memanggil pria tua berambut putih sebagai Gandalf, Arthur merasa pernah mendengarnya tetapi tidak berhasil mengingatnya.


Sebenarnya itu semua bukanlah ingatan Arthur, tetapi itu adalah ingatan milik Leonardo sang pemimpin pasukan pembebas yang sudah menyatu dengan diri Arthur.


Gandalf adalah salah satu teman seperjuangan Leonardo tetapi mereka tidak pernah bertemu lagi setelah menghilangnya Leonardo dari muka bumi dua ribu tahun yang lalu.


Satu hal yang Arthur pahami adalah ingatan yang sekarang dimilikinya sudah menyatu dengan ingatan kehidupan Leonardo sebelumnya.


Arthur masih tenang, dia bisa menilai belasan orang yang memasuki penginapan ini tidak memiliki kemampuan bertarung yang tinggi dan bukan tandingan Gandalf.

__ADS_1


“Sepertinya aku tidak perlu ikut campur.” batin Arthur sambil manarik kursi lalu duduk


Arthur memanggil Rias untuk berdiri di dekatnya, karena mengetahui Gandalf akan bertarung dengan kelompok yang masuk penginapan.


“Anak muda, sebaiknya kalian menjauh dari sini.” Gandalf khawatir pertarungannya akan menyebabkan orang yang baru ditemuinya terluka.


Arthur berjalan menjauh mendekati meja yang ada di pojok ruangan, di sana dia kembali duduk.


Hanya Ruby yang masih berdiri di samping Gandalf, dia juga ingin bertarung dengan orang yang masuk paksa ke dalam penginapan.


“Gadis kecil, apa kamu tidak takut?”


Gandalf tersenyum menatap Ruby dengan tubuh kecil yang membawa senjata sabit di tangannya, dia juga terkejut saat menyadari Ruby sudah menggenggam sabit yang besar dari tubuhnya.


Gandalf memahami bantuan yang diberikan Ruby, senyum di wajah Gandalf menghilang dan dirinya melepaskan hawa membunuh yang kuat dari tubuhnya, membuat beberapa orang yang merasakannya sulit untuk bernafas.


“Kalian sudah datang kemari, jangan harap bisa pergi hidup-hidup.” Ruby memutar sabitnya dan menatap orang-orang bersenjata di hadapannya.


Orang-orang yang sebelumnya yang menginginkan nyawa Gandalf itu kini menjadi bimbang, menyadari diri mereka bukanlah tandingan Gandalf meskipun menang secara jumlah.


Ditambah gadis kecil yang memegang sabit ikut membantu Gandalf, membuat kelompok itu berpikir kembali untuk menyerang.


Mereka juga manatap Arthur yang sedang duduk dikursi, sejauh yang mereka ketahui pemuda yang sedang duduk di kursi terlihat lemah.


Tidak disangka ada yang bersedia membantu Gandalf yang sudah kelelahan bertarung dengan kelompok itu.


“Serang pemuda itu” salah satu orang berbisik pada lainnya, mereka tahu Gandalf pasti akan berusaha melindungi orang yang tidak bersalah.


Arthur yang mendengar tersenyum, dia memiliki pendengaran yang tajam jadi bisa mendengar bisikan tersebut, tanpa ragu Ruby maju menyerang menggunakan sabit besarnya karena sudah tidak sabar.


Tidak ada satupun yang dapat melewati Ruby yang sedang menjaga Arthur, dia mengayunkan sabitnya saat ada yang berusaha melewatinya.

__ADS_1


Arthur menyaksikan pertarungan tersebut dari jarak cukup jauh sambil meminum arak yang ada di atas meja.


“Tuan Arthur, Apa kita tidak ikut membantu?”


Arthur menoleh ke samping menatap Rias yang berbicara padanya dengan raut wajah khawatir.


Arthur menjelaskan secara singkat situasinya pada Rias, kalau mereka berdua tidak akan kalah dengan mudah. Rias mengangguk pelan setelah mendengar penjelasan, kemudian kembali melihat pertarungan yang terjadi tidak jauh dari tempatnya berdiri.


Dalam waktu begitu singkat, hampir separuh orang yang mencoba menyerang Ruby sudah tumbang di lantai, tidak bernyawa.


Gandalf bisa melihat Ruby adalah gadis kecil yang memiliki bakat bertarung bahkan di usia mudahnya bisa membunuh tanpa berkedip.


Dia juga tidak tinggal diam, mengayukan tongkat memukul orang yang mencoba menyerangnya sampai jatuh ke lantai.


Arthur sudah tahu, Gandalf bisa saja menghabisi semua orang tersebut dalam satu serangan tetapi dia berusaha membunuh semua lawannya dengan cara halus, sehingga tidak menghancurkan penginapan yang melindungi mereka dari hujan.


Gandalf memukul tubuh musuh dengan tongkat yang dipegangnya, musuh yang terkena pukulan langsung kehilangan nyawa.


Gandalf melakukan semua itu karena dia tidak ingin penginapan tempat mereka berlindung hancur akibat serangan yang dikeluarkannya.


Meskipun Gandalf menyelesaikan pertarungannya dengan berusaha membuatnya tidak menimbulkan banyak kerusakan, tetap saja ayunan sabit Ruby membuat beberapa kerusakan.


Setelah membunuh semua orang yang masuk ke dalam penginapan, Gandalf dan Ruby mendekati Arthur yang masih duduk memperhatikan mereka.


Gandalf duduk di meja yang sama dengan Arthur sedangkan Ruby berjalan kemudian berdiri di samping Arthur.


Ruangan yang mereka tempati kini sudah berantakan, Gandalf hanya menghela nafas melihat makanan yang di berikan Arthur sudah berhamburan di lantai.


***


Terima kasih sudah membaca.

__ADS_1


Dukung dengan Like dan Vote.


__ADS_2