Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Ep 43. Sihir kegelapan


__ADS_3

Arthur keluar dari rumah dan duduk dikursi yang ada di teras, di belakangnya berdiri Karina dan Aron.


Dark Elf menatap Karina yang sedang mereka cari selama 10 tahun, tetapi dia tidak melihat Vanyar di dekatnya.


" Baik, kuakui perkenalan kita sedikit kurang menyenangkan, namaku Vander. Aku pimpinan pasukan Dark Elf."


Vander menilai Arthur yang duduk di kursi dengan tenang memiliki kemampuan yang tinggi, jika mereka ingin menaklukannya maka mereka akan kehilangan banyak pasukan.


Ethan mengenalkan dirinya sebelum menurunkan palunya, dia meminta Vander agar memberikan kejelasan tujuannya.


Arthur menebak mereka adalah kelompok militer Dark Elf yang seharusnya tidak berada di Kerajaan ini, dengan kata lain mereka melewati batas wilayah.


Vander memberi tanda pada pasukannya untuk mengeledah sekitar hutan selain rumah yang ada di hadapannya sebelum memberikan penjelasan pada Ethan.


Hanya Vander dan dua pasukan yang sekarang berada di depan rumah sementara yang lainnya berpencar.


" Seperti yang kujelaskan sebelumnya, kami sungguh mencari seseorang. jika kalian menghalang, maka kami akan bertindak dengan kekerasan." Vander bisa menebak yang Ethan pikirkan jadi dia mengeluarkan sebuah gambar dan menunjukannya pada Ethan.


Ethan berjalan mendekati Arthur yang sedang duduk mengamati situasi yang terjadi, Kemudian Ethan berbisik kepada Arthur.


" Tuan, mereka sedang mencari kakek tua itu." Ethan memberi tahu kalau Dark Elf sedang mengejar Vanyar.


" Sebenarnya apa yang kalian inginkan dari mereka ?." Arthur mengetahui bahwa mereka mencari sesuatu dari Vanyar dan Karina. Menurut Arthur, tidak mungkin bangsa Dark Elf jauh-jauh datang mencari mereka. dengan alasan yang sederhana.


Arthur merasakan setiap orang dari pasukan Dark Elf ini setara dengan pendekar kelas A, Vander setidaknya mengimbangi pendekar ahli kelas A. Ethan sendiri mampu menghabisi mereka jika harus berhadapan dengan mereka semua sekaligus.


" Kurasa aku harus menjelaskan situasinya agar bisa membuat kalian lebih memahami." Vander mengatakan dia sedang mencari seorang Dark Elf, seseorang yang dipandang sebagai pahlawan bagi bangsa Dark Elf.


Orang yang dimaksud adalah seorang tetua dari Dark Elf salah satu orang terkuat yang dijuluki pembunuh tanpa suara. Gelar tersebut didapatkan karena sosok ini tidak pernah gagal dalam membunuh lawannya.


Sepuluh tahun lalu dalam sebuah ritual, sosok ini justru menantang Dark Elf. Tidak hanya membunuh banyak para Dark Elf, dia membawa cucunya tersebut menuju Kerajaan Asion sambil membawa sebuah buku sihir yang berharga.

__ADS_1


Butuh waktu sepuluh tahun sebelum akhirnya pasukan pengintai kami menemukan buronan ini.


" Cukup lama ya." Ethan tertawa tidak sebanding dengannya yang terkurung dalam waktu yang lama di dalam labirin.


" Benar, kami tidak yakin dia masih hidup namun petunjuk yang berhasil kami kumpulkan menunjukan dia bersembunyi di hutan ini. Kami bahkan tidak mengetahui apakah dia masih hidup, setelah melihatnya ternyata dia masih hidup." Vander menatap Karina yang sedang berdiri di samping Arthur.


Percakapan antara Ethan dan Vander terhenti saat salah satu prajuritnya melapor tidak menemukan apapun di sekitar hutan.


" Maaf Kapten, tidak ada sesuatu yang kami temukan." Prajurit itu berbisik.


" Di mana kamu sembunyikan buku sihir kegelapan itu ?." Perhatian Vander beralih ke Karina. Masalahnya Karina yang mungkin mengetahui di mana buku sihir itu berada.


Vander yang sebelumnya tenang kini berubah setelah tidak menemukan apa yang dia cari, dia mengejar jawaban dari Karina. Arthur memperhatikan mereka dari kejauhan, dia bisa melihat bahwa mereka sedang terburu-buru.


Saat Vander masih berusaha mencari jawaban, sebuah suara pria tua terdengar ditengah derasnya hujan.


" Karina." teriak Vanyar saat menemukan pasukan Dark Elf di depan rumahnya.


" Tetua Vanyar." Vander yang pertama bereaksi, mengejutkan Arthur. Dia tidak pernah menduga yang dicari oleh pasukan Dark Elf adalah Vanyar.


Beberapa prajurit mulai bergerak untuk menundukan Vanyar, ketika beberapa orang mendekati Vanyar, Ethan langsung mengangkat palunya.


Arthur menahan langkah Karina, Dia masih berusaha melewati Arthur untuk membantu kakenya namun Arthur tetap menahannya.


Arthur memahami situasi yang terjadi, lagi pula dia merasa orang-orang tersebut tidak berniat membunuh Vanyar, melainkan menangkapnya hidup-hidup.


Vander berjalan mendekati Vanyar yang sudah ditahan gerakannya oleh dua prajurit, membuat Vanyar dalam posisi berlutut.


" Tetua, apa kau masih mengingatku ?." Vander menyapakan posisi dengan Vanyar, wajahnya terlihat sedih. Dia hampir tidak bisa mengenali Vander karena kondisi fisiknya yang begitu berbeda dengan ingatannya.


" Vander." Vanyar menundukan kepalanya, tidak lama setelah pandangan keduanya bertemu. Ada rasa bersalah di mata Vander.

__ADS_1


" Tetua, Kenapa kau mengkhianati bangsa Dark Elf dan meninggalkan kami semua ?."


" Vander, Aku mengerti kemarahan mu. Kau telah menjadi pria yang gagah dan kuat, aku bangga padamu tapi kumohon jangan menyakiti cucuku, dia cucuku satu-satunya setelah bangsa Dark Elf menjadikan adiknya sebagai tumbal."


Raut wajah Vander berubah, menjadi penuh kemarahan sambil mengepalkan tangannya dengan keras, lalu menyuruh anggotanya menangkap Karina, dia yakin Karina yang membuat Tetua Dark bernasib seperti ini.


" Vander, Kumohon! Bunuh saja aku tapi lepaskan cucuku!." Vanyar memohon.


" Tetua!." Vander semakin geram melihat tetua yang dulu selalu dia banggakan dan jadikan sebagai panutan bersikap seperti ini.


" Yang Mulia memerintahkan membawamu kembali hidup-hidup, terlepas kesalahanmu besar namun Yang Mulia tidak lalu menghapus semua jasamu di masa lalu. Selama cucumu itu harus mati, kau bisa mendapatkan seluruh milikmu kembali! Sepuluh tahun bersamanya bukankah sudah cukup."


Arthur mendengar suara Vanyar yang meminta tolong kepadanya. " Tuan selamatkan kami, aku bersedia menjadi pelayan mu yang setia." Arthur yang mendengarnya tersenyum.


Arthur tidak akan bergerak dari tempatnya, jika Vanyar tidak meminta bantuannya.


Vanyar berusaha meronta tetapi tidak berhasil melepaskan diri. Ketika Vander masih membujuknya, sebuah suara keras terdengar dari arah tempat Arthur duduk disusul dengan salah satu prajurit Dark Elf terlempar ke depan mereka.


" Sebaiknya, perintahkan pasukanmu agar meninggalkan tempat ini." Aron berkata dengan lantang sebelum bergerak menuju Vander.


Belum sempat Vander bereaksi terlihat Arthur berdiri didepannya sambil mengangkat salah satu prajurit Vander yang menahan Vanyar, Kemudian melempar prajurit itu hingga menghantam pohon yang berada di dekat mereka.


****************************************


Terima kasih sudah membaca.


klik hati jika suka, silahkan vote dan komen ya?.


Mohon maaf jika tidak memuaskan.


****************************************

__ADS_1


__ADS_2