
Elisa meminta maaf pada Arthur karena mengetahui kalau itu adalah Arthur Linford yang di bicarakan oleh Lili.
Elisa mengetahui saat melihat Arthur ingin menarik pedang bayangannya keluar. “Pria ini sangat bodoh, kalau ingin mati jangan berbuat masalah di guild ku.” Batin Elisa.
“Tuan Arthur!.”
Arthur berbalik sambil memasang ekspresi yang kesal. Saat melihat siapa orang yang memanggilnya, ternyata dia adalah Dina Adeno, seorang resepsionis.
“Maaf mengejutkanmu” Arthur menyadari Dina yang terlihat takut padanya.
“Tidak apa-apa.” Dina menaruh kedua tangannya di dada dan menghela napas lega.
“Jadi, kenapa kau memanggilku, Dina?” tanya Arthur sambil berjalan mendekat.
“Apa kamu sudah lupa?, Tentu saja untuk memberikan kartu guildmu yang sudah jadi, apa kamu tidak membutuhkannya?.”
Dina mengambil kartu yang ingin di berikan ke pada Arthur.
“Tentu saja aku butuh, Aku kesini juga untuk mengambilnya.” Arthur menerima kartu yang diberikan oleh Dina Adeno.
Setelah itu, tiba-tiba saja Dina terdiam dan menatapku begitu serius, menyadari jika ada Elisa di samping Arthur yang sedang melihat ke arahnya.
Elisa sekali lagi memibta maaf atas kejadian yang terjadi baru saja, dia tidak ingin Arthur tersinggung.
“Kalau boleh tahu, siapa nona.” Tanya Arthur melihat Elisa yang ada disampingnya.
Elisa Abony memperkenalkan diri sebagai pemimpin Guild Perisai Perak.
Arthur hanya tersenyum tidak memperkenalkan diri karena dia sudah tahu kalau Elisa sudah mengetahui namanya.
Seorang menghampirinya dia adalah Jeki yang sedang mencari orang yang mau mengangkat barang mereka untuk menyelesaikan misi penaklukan labirin di luar kota Arcana.
“Apa kamu mau ikut tim kami?.” ucap Jeki yang melihat Arthur dari bawah sampai atas.
Jeki berpikir Arthur adalah anggota baru pendekar kelas E yang bisa dia ajak sebagai pengangkut barang mereka, Karena banyak orang yang tidak mau melakukan pekerjaan itu.
__ADS_1
“Ia saya bersedia.”
Arthur langsung menjawab, dia sudah mendengar pembicaraan mereka saat masuk ke dalam guild.
“Apa kamu yakin?” tanya Elisa yang mendengar ucapan itu dan Arthur mengganggu mengiyakan
“Baiklah semoga sukses.” Elisa sudah tahu yang di pikiran Arthur kalau dia ingin ikut masuk ke dalam labirin.
“Tapi master, dia anggota baru.” Dina memberi tahu Elisa, menurutnya itu sangat berbahaya untuk Arthur.
“Tidak apa-apa.” Jawab Elisa dengan santai kemudian dia meninggalkan tempat itu berjalan menaiki tangga menuju ruangannya.
Jeki tesenyum licik, dia sudah mendepatkan orang yang bisa di guanakan menjadi pengangkut barang mereka.
Hanya Dina yang cemas pada Arthur karena dia tidak tahu betapa mengerikannya kekuatan Arthur.
Jeki mengajak Arthur ikut bersamanya untuk di perkenalkan dengan anggota tim mereka.
“Hei Amano, Aku sudah mendapatkan orang yang akan membawa barang kita.” Jeki dan Arthur mendekati mereka yang sedang duduk berkumpul di situ.
Arthur dan Rin saling menatap mereka tidak pernah menyangka kalau mereka berdua akan satu tim.
“Kalian saling mengenal.” tanya Amano, Dia adalah kapten tim yang akan melakukan misi penaklukan labirin bawah tanah orang sekitar menyebutnya labirin 100 lantai.
“Iya.” Jawab Arthur sedangkan Rin hanya diam karena masih marah.
“Perkenalkan nama saya Arthur saya baru bergabung dengan guild kemarin.”
Semua anggota tim tertawa kecuali Rin dan Amano mereka melihat orang yang di bawah Jeki terkihat lemah, Kemudian Amano mengenalkan satu persatu anggotanya kepada Arthur.
Arthur yang melihat Rin masih marah mendekatinya dan berbisik kepadanya, “Aku juga menyukaimu.”
Rin terkejut mendengar ucapan Arthur, Dia sangat senang hingga membuat wajahnya memerah.
“Jadi jangan marah lagi.” Rin yang mendengar ucapan Arthur mengangguk pelan.
__ADS_1
“Ambil ransel ini.” Jeki menyerahkan ransel berukuran besar kepada Arthur, mereka tertawa lagi melihat tindakan Jeki yang memberi semua barangnya ke Arthur.
“Apa itu tidak keterlaluan.” ucap Rin kesal.
“Jadi kamu yang mau menggantikannya.” Sahut Jeki.
Arthur kemudian mengangkat Ransel besar itu, dia membuat semua anggota tim Amano terdiam.
Rin tersenyum melihat Arthur yang begitu kuat mengangkat ransel yang melebihi tubuhnya.
“Tugas ku hanya membawa ransel ini kan?.” tanya Arthur memastikan, karena dia tidak ingin membantu mereka kecuali Rin.
“ia.” ucap Jeki dengan raut wajah kesalnya.
“Arthur kamu bisa gunakan ini.” Rin ingin memberikan pedangnya tetapi di tolak Arthur
“Aku sudah punya.” Arthur menggerakkan tangannya ke samping dia menarik keluar sedikit pedangnya.
Rin menahan nafasnya melihat banyak rahasia yang di miliki Arthur yang dia tidak tahu.
“Kalau kita sudah pulang aku butuh penjelasan mu.” Bisik Rin kemudain Arthur mengangguk pelan.
“Sombong sekali, tidak mau menerima pedang itu.” ucap Jeki sejak awal dia sudah tidak suka sama Arthur.
Amano menghentikan Jeki yang mulai marah dan meminta mereka semua untuk bersiap untuk menuju labirin bawah tanah.
Kemudian mereka berjalan ke labirin yang ada berada di luar kota yang tidak cukup jauh.
Setelah berjalan 4 jam mereka akhirnya tiba di sebuah gua yang cukup besar berada di gunung batu.
Di depan labirin terdapat sebuah pintu besar untuk menghalang monster yang ada di dalam agar tidak keluar dan di depan labirin juga sudah ada beberapa bangunan tempat para pendekar tinggal untuk mempersiapkan perlengkapan sebelum masuk labirin.
Mereka semua sudah sampai di pintu masuk labirin bawah tanah sekarang Amano dan semua anggota timnya memutuskan untuk masuk ke dalam.
***
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca.
Dukung dengan Like dan Vote.