
Arthur berjalan menuju tempat nenek yang di katakan pria pemilik toko obat sihir, nenek itu juga ingin berterima kasih pada Arthur karena telah menyelamatkan cucunya yang tinggal di desa tempat yang Arthur lindungi dari serangan monster.
Arthur membuka pintu toko yang di atasnya ada papan bertertulis toko alat sihir terdengar suara nenek dengan topi kerucut khas penyihir, nenek itu langsung mengenali Arthur saat dia membuka pintu tokonya.
" Selamat datang pahlawan." nenek itu tersenyum lembut pada Arthur, dia mengetahui kalau Arthur sangat kuat tidak bisa dibandingkan oleh tiga pahlawan yang lainnya.
Nenek itu mungukur kekuatan Arthur tapi dia tidak menemukan batas dari kekuatan yang dimiliki Arthur, dia terkejut Arthur memiliki kekuatan jiwa yang besar mungkin hanya Arthur yang terkuat di kerajaan Asion.
" Tuan pahlawan, anda memiliki bakat dalam sihir dan pendukung ya ?." tanya nenek itu karena nenek itu tidak melihat senjata yang ada di tubuh Arthur.
Arthur meminta nenek itu untuk mengukur kekuatan jiwa yang dimiliki Rias, dia melihat bola kristal yang sama persis dengan yang ada di kota Alpa saat dia kembali ke kota itu.
Rias meletakan tangan kanannya ke atas bola kristal yang ada di meja, " Nona disebelah anda memiliki kekuatan jiwa cahaya dan kegelapan." nenek pemlik toko menyadari Rias bukan manusia tetapi seccubus jadi dia menyarankan agar Rias mengembangkan sihir ilusi.
Nenek itu mengambil sebuah buku sihir untuk Rias pelajari, dia memberikanya pada Rias tetapi mereka beruda menolak dengan halus pemberian dari nenek pemilik toko.
" Ini sebagai ucapan terima kasih karena telah menyelamatkan cucuku, kalau bisa saya ingin memberikan anda batu jiwa ini." nenek itu meletakkan baku dan batu jiwa berwarna merah di atas meja.
Arthur dan Rias menatap batu jiwa cukup lama, Arthur pernah mendengar penjelasan dari Nina sebelum dia menjebak Arthur dengan membuatnya seperti penjahat yang ingin memperkosa dirinya.
" Apa anda tidak mengetahuinya ?." tanya nenek pemilik toko karena Arthur dan Rias hanya diam menatap batu jiwa yang ada dihadapan mereka.
"Dengan menggunakan batu jiwa, anda bisa meningkatkan kekuatan jiwa yang ada didalam diri." nenek pemilik toko menjelaskan, Arthur dan RIas serius mendengarkan ucapan nenek pemilik toko.
__ADS_1
"Jadi begitu." ucap Arthur, dia sudah paham kegunaan batu jiwa.
Nenek pemilik toko memberitahu kalau kerajaan memesan banyak batu jiwa untuk para pahlawan, Arthur hanya tersenyum tipis.
" Paling diberiakn pada pahlawan selain aku." Arthur bisa menebak, kalau kerajaan tidak mungkin membagikan batu jiwa untuk dirinya juga.
" Mempelajari buku sihir memang sulit, tapi asal ditekuni anda pasti bisa mempelajari banyak sihir dari sana." nenek pemilik toko tersenyum sambil memberi semangat pada mereka berdua agar berusaha mempelajari sihir.
Arthur menerima buku sihir yang diberikan padanya, dia mengambil dan memberikan buku itu agar Rias dapat mempelajarinya karena Arthur tidak butuh. Arthur dan Rias berterima kasih pada nenek pemilik toko kemudian mereka pergi meninggalkan toko kembali ke desa.
" Malam ini kita menginap di desa, setelah selesai makan besoknya kita langsung berburu monster untuk meningkatkan kekuatan jiwa." ucap Arthur sambil berjalan menuju desa.
" Baik." Rias mengangguk sambil tersenyum.
Mereka tiba di penginapan Rias langsung berbaring saat melihat kasur yang ada dikamar tidak lupa dia membaca buku sihir yang diberikan padanya, dia membaca hingga tertidur sambil memeluk buku sihir. Arthur pun ikut tidur dengan kasur yang berbeda, di dalam kamar terdapat dua kasur yang terpisah.
Mereka berdua bersiap lalu menuju lantai satu untuk menikmati sarapan pagi, Rias tidak lagi diperlakukan seperti anak kecil. mereka berdua memesan makanan yang sama kemudian mereka mencari monster yang ada di hutan sambil mencari batu jiwa yang ada didalam tubuh monster yang mereka bunuh.
" Kamu tumbuh dengan cepat ya." gumam Arthur sambil menatap Rias yang sedang berlatih mencoba sihir yang di pelajari dari buku.
Saat mereka masuk ke dalam desa, Arthur melihat para penduduk yang berjalan menuju tengah desa. " Kenapa mereka berkumpul disana ?." gumam Arthur sambil mengajak Rias ikut bersamanya.
Arthur melihat seorang wanita sedang berdiri di atas panggung desa memegang surat dari kerajaan dengan para pasukan yang melindunginya, dia adalah Nina putri Raja Berdin penguasa kerajaan Asion.
__ADS_1
" Memiliki prestasi dalam gelombang serangan monster dunia lain, maka dengan ini pahlawan tombak, tuan Lavin di tunjuk sebagai penguasa desa." ucap Nina dengan lantang, di sebelahnya berdiri Lavin yang tersenyum dengan bangga.
Nina memberi pajak saat keluar masuk desa diberi pajak 20 perak untuk mempercepat pembangunan desa karena itu dia memberlakukan pajak pada para penduduk. para penduduk yang mendengar menjadi kesal, mereka saja sudah kesulitan untuk mencari makan.
" itu gila."
" Pajaknya terlalu tinggi."
" Bisa-bisa kami kesulitan mencari makan."
Para penduduk bergantian berbicara, mereka semua mengeluhkan pajak yang diberikan oleh Nina menurut mereka semua itu terlalu tinggi bagi mereka yang miskin.
" Apa kalian tidak bersedia mematuhi penguasa desa ini ?." tanya Nina setelah mendengar banyak para penduduk yang mengeluh.
" Tentu saja." teriak Arthur dari belakang kerumunan para punduduk, semua penduduk yang mendengar langsung menoleh ke arah Arthur.
" Pahlawan lemah, jadi kau masih di sini juga, ya ?." Nina sedikit terkejut saat melihat Arthur yang muncul dari kerumunan para penduduk.
Para penduduk membuka jalan agar Arthur bisa melewati mereka menuju Nina yang sedang berada di atas panggung desa, Arthur merasa kasihan dengan penduduk desa yang kesulitan sehabis menghadapi serangan monster dan sekarang mereka dipaksa untuk membayar pajak yang tinggi.
****************************************
Terima kasih sudah membaca.
__ADS_1
Dukung dengan Like, vote dan komen ya?.
****************************************