Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Akademi Glory


__ADS_3

Perhatian Arthur kemudian terarah pada tetua gagak hitam memegang tombak besi, setelah menyadari wanita misterius itu telah pergi meninggalkan tempatnya berdiri.


Terlihat tetua gagak hitam yang terkena tembakan Arthur menutup bahunya, rasa sakit peluru menembus bahu membuatnya kesulitan untuk memainkan tombak besinya.


Pertarungan Gandalf tersebut dengan dua tetua gagak hitam yang setara pendekar tingkat tinggi menghancurkan sebagian dalam penginapan. mereka masih tetap fokus bertukar jurus dan sekali saja ada yang lengah, dapat dipastikan orang itu akan terbunuh.


“Pemuda ini masih menyembunyikan kekuatannya atau dia sengaja mempermainkannku.” Pikir tetua gagak hitam yang masih memegang bahunya sambil menatap Arthur yang terlihat tenang.


“Apa yang sedang kau pikirkan?” Arthur sudah mengarahkan senapannya tepat di kepala tetua gagak hitam yang sedang berdiri di hadapannya.


Tetua gagak hitam tersadar saat Arthur bersiap menembakan senapannya ke arahnya, sialnya dia terlambat untuk menghindar. Tembakan kedua Arthur berhasil menembus kepala tetua gagak hitam yang mencoba menghindar.


Selongsong peluru Arthur menyentuh lantai, di ikuti tetua gagak hitam yang terjatuh dan terbaring tidak benyawa. Terlihat kepalanya berlubang mengeluarkan banyak darah.


Gandalf dan dua tetua lainya terkejut mendengar suara tembakan kedua Arthur, terlihat mereka berhenti bertarung dan menoleh ke arah Arthur yang telah membunuh salah satu tetua gagak hitam.


“Tetua pertama, kita bukan tandingannya. Sebaiknya kita mundur sekarang.” satu dari dua tetua gagak hitam yang masih hidup, mengisyaratkan untuk pergi tanpa mengeluarkan suaranya.


Kedua tetua gagak hitam menyadari jika pemuda yang coba mereka jadikan sandera bukanlah orang biasa.


Gandalf tidak membiarkan kedua tetua gagak hitam pergi begitu saja, dia mengalirkan tenaga dalam pada tongkatnya kemudian mengarahkannya pada salah satu tetua gagak hitam.


Serangan Gandalf begitu cepat dan tenaga yang terkandung dalam serangan tersebut membuatnya menjadi serangan yang begitu mematikan dan salah satu tetua gagak hitam terbunuh.


“Tetua pertama!” tetua gagak hitam yang tersisa menjadi murka melihat salah satu dari mereka terbunuh lagi.


Tetua gagak hitam sadar akan kehilangan nyawa jika terus bertarung seperti ini, apalagi ternyata Gandalf dibantu oleh pemuda yang kemampuannya belum diketahui.

__ADS_1


Tetua gagak hitam yang berlari ke pintu tiba-tiba tumbang, senapan Arthur tembakan melesat menembus tengkorak kepala tetua gagak hitam.


Arthur tidak membiarkan lolos begitu saja, memilih menggunakan senapan agar pondasi bangunan penginapan tidak terkena dampak serangan pedang bayangannya.


“Terima kasih atas bantuan kalian, jika tidak maka aku akan berada dalam kesulitan.” Gandalf mendekati Arthur sambil tersenyum memegang jenggotnya.


“Tidak perlu sungkan, mereka juga yang menyerang kami.” Arthur mengajak Gandalf duduk.


Arthur memanggil Rias lalu memintanya untuk mengambil makanan sebagai ganti makanan yang telah ditumpahkan.


Andaikan Gandalf dalam kondisi baik, dia tidak akan kesulitan menghadapi semua pendekar sekelas mereka. Gandalf menghela nafas, masih menyesali tidak berhasil melindungi orang-orang dari kelompok gagak hitam yang menyerangnya.


Sekarang Arthur memahami alasan Gandalf terlihat tidak mampu menggunakan segenap kemampuannya, ternyata karena dirinya sedang dalam kondisi tidak baik.


Gandalf kembali menatap makanan yang di bawa oleh Rias yang sekarang terlihat air liurnya mulai keluar, pandangannya tidak lepas dari makanan.


Setelah pertemuan selesai Gandalf langsung kembali, Ketika Gandalf melewati desa, para penduduk telah terbunuh oleh kelompok gagak hitam yang menyerang desa.


Gandalf berusaha menyelamatkan para penduduk yang masih hidup dan berniat membantu mengusir kelompok gagak hitam.


Pertarungan tidak bisa dihindari walaupun tubuh Gandalf dalam kondisi tidak baik, dia masih dapat membunuh anggota gagak hitam hingga seseorang datang dengan kemampuan pendekar tingkat tinggi.


Gandalf bertarung dengan orang itu, tidak lain adalah salah tetua gagak hitam. Pertarungan berlangsung cukup lama, kemampuan tetua gagak hitam masih di bawah Gandalf dan tetua gagak hitam terbunuh, akhirnya dia dikerja kelompok gagak hitam sampai penginapan ini.


Mendengar penjelasan tersebut membuat Ruby dan Rias kagum dengan tindakan Gandalf yang menolong desa. Gandalf berpikir untuk membawa Arthur kembali ke Akademi.


Gandalf bahkan menyadari bahwa Arthur mungkin memiliki bakat bela diri yang mampu mengimbangi pendekar hebat yang ada.

__ADS_1


Gandlaf mengelus jenggotnya, dia yakin Arthur akan menjadi sosok yang terpandang bahkan menjadi pendekar hebat dari benua ini tetapi semua kembali lagi pada bakat yang dimilikinya.


Gandalf memandang Arthur dari atas sampai bawah terlihat tubuhnya memiliki fisik yang kuat, dia jarang merasa begitu tertarik dengan seseorang dan Arthur berhasil membuatnya ingin menjadikannya sebagai murid dari akademinya.


“Kuharap kamu bisa ikut bersamaku, di sana ada banyak sumber daya yang cukup untuk kamu berlatih.” Gandalf kemudian mengeluarkan sesuatu dari pakaiannya, sebuah lencana akademi.


Arthur menerima pemberian Gandalf kemudian menatap lencana itu cukup lama, “Kakek, Ini..” Arthur segera mengenali lencana itu adalah tanda bahwa bagian dari Akademi Glory.


Akademi Glory adalah sebuah akademi elit yang hanya menerima murid-murid bertalenta dan dilatih untuk menjadi petarung dengan kekuatan sihir.


“Jangan menolak, jika bukan karena kamu mungkin aku akan mendapatkan kesulitan.” Gandalf meminta Arthur menyimpan lencana tersebut dan mengunjungi akademi.


“Baiklah master.” Arthur menerimanya, tapi dia belum memikirkan untuk pergi ke akademi tersebut.


Malam itu Gandalf mengajak Arthur berbincang semalaman setelah dia menikmati makanan yang telah Rias sediakan di meja.


Berkali-kali Gandalf menguji pengetahuan Arthur dalam perbincangan mereka. Gandalf bahkan mengingatkan agar Arthur mengunjungi akademi ketika memiliki kesempatan.


Saat pagi tiba, Gandalf berniat melanjutkan perjalanan. Selepas berpesan pada Arthur, Gandalf pamit meninggalkan penginapan.


Arthur memilih beristirahat di dalam kereta dan melanjutkan perjalanan mereka. Semalam mereka berbincang hingga larut malam, Arthur bahkan belum sempat untuk memejamkan matanya.


***


Terima kasih sudah membaca.


Dukung dengan Like dan Vote.

__ADS_1


__ADS_2