
Arthur menatap Karina dan pendekar disebelahnya yang sudah waspada terhadap dirinya.
Pendekar itu bersiap menarik pedangnya untuk melindungi Karina apabila Arthur melakukan tindakan berbahaya yang mengancam nyawa Karina.
“Aku membunuhnya saat berada di hutan kematian.” Arthur tetap tenang dan menjelaskan.
Karina menatap Arthur cukup lama sebelum menyuruh penjaganya mundur kebelakangnya.
“Tuan, aku minta maaf atas ketidak nyamanan ini. Kuharap kau mengerti kesalah pahaman ini.” Arthur tidak mengambil hati karena tindakan karina sangatlah wajar.
Jika gadis ini tidak waspada di dunia sekarang ini dengan posisi yang dimilikinya sudah pasti dirinya terbunuh dalam waktu dekat.
“Sebagai permintaan maaf, aku memberikan ini.”
Karina mengeluarkan sebuah kartu emas yang terbuat dari campuran emas, terukir nama Asosiasi Langit Biru.
“Bukankah ini berlebihan?, Nona Kariana tidak perlu sungkan.”
Arthur mengenali kartu tersebut karena dia memilikinya juga sekarang. Tetapi dia tidak tahu gunanya karena itu pemberian dari Rachel dan sedikit menjelaskannya saat dia pergi dari kota Alpa.
Seseorang yang memiliki kartu itu akan menjadi pelanggan penting bagi Asosiasi Langit Biru dan mendapatkan beberapa fasilitas bahkan perlindungan sampai tahap tertentu.
“Tuan, mengenali kartu ini?.” Karina menatap pemuda di hadapannya dengan ragu.
“Seharusnya kalau memiliki kartu itu akan menjadi pelanggan penting, bukan?.”
Tangan Kariana bergetar hebat, dia semakin sulit menjaga ketenangan di depan Arthur.
Hanya ada satu kata yang sesuai untuk mengambarkan Arthur dalam pikirannya, yaitu mengerikan.
Kartu di tangan karina sejauh ini hanya dimiliki 6 orang saja, itupun di kota Alpa.
Arthur seharusnya menjadi orang pertama di Kerajaan Asion yang mendapatkannya, lebih tepatnya termasuk orang pertama yang melihat kartu ini.
__ADS_1
Karina mengeluarkan kartu ini sebagai hadiah karena tidak bisa membaca latar belakang Arthur serta merasa pemuda di hadapannya begitu misterius.
Sekarang Karina menjadi begitu penasaran tentang siapa sebenarnya Arthur, di hadapannya orang yang bisa mengetahui begitu banyak tentang Asosiasi Langit Biru.
Padahal mereka belum lama berada di Kota Arcana, salah satu kota di kerajaan Asion.
“Tuan Arthur, Apakah anda dikirim oleh salah satu kelompok terkuat di Kekaisaran Akidia untuk memperingati kami?.” Karina mulai berpikir dirinya sedang dipermainkan sambil melihat tubuh serigala putih di depannya.
Karina berpikir kekuatan Arthur yang jarang di temukan dan belum pernah dia lihat selama ini.
Arthur mengelengkan kepalanya pelan, “Nona Karina salah paham, sekali lagi aku datang hanya melihat-lihat dan ingin menjual serigala ini.”
Suasana menjadi hening selama beberapa saat karena Karina tidak mengetahui caranya bersikap pada Arthur.
Akhirnya Karina memanggil seorang pelayan untuk membawakan sekantong koin perak.
Kemudian Karina menyerahkan kartu emas pada Arthur dan memberikan sekantong koin perak untuk pembelian tubuh serigala putih yang dilakukannya sekarang.
Arthur menolak kartu emas yang di berikan oleh Karina karena dia sudah memilikinya.
Karina menarik nafas semakin bingung dengan tindakan Arthur, yang tidak mau menerima kartu pemberiannya.
“Maaf tuan, apa ada alasan mengapa tidak mau menerima kartu ini?.” Karina berusaha mencari letak kesalahannya.
“Aku menolak karena sudah memiliki kartu itu.” melihat ke arah kartu yang di pegang Karina.
Karina semakin bertanya-tanya dalam pikirannya sendiri, sebenarnya siapa seorang pemuda yang ada di hadapannya.
“Tuan, bisakah saya melihat kartu milik anda?.” Karina memberanikan diri untuk bertanya.
Arthur mengeluarkan kartunya dari penyimpanan dan memberikannya kepada Karina.
Karina mengambil kartu itu kemudian memeriksanya, cukup lama Karina membandingkan kedua kartu ditangannya.
__ADS_1
“Apa kartu itu berbeda?.” Karina yang melamun di sadarkan oleh ucapan Arthur.
“Tidak Tuan, kartu anda miliki benar dari asosiasi kami.” Karina mengembalikan kartu milik Arthur dengan banyak pertanyaan di dalam kepalanya.
Setelah mendapatkan yang diinginkannya, Arthur berniat pergi.
“Tuan Arthur, Kuharap kita bisa bekerja sama di masa depan.” Karina menemani Arthur keluar dari ruangan tersebut.
Arthur tersenyum lembut, Karina tidak bertanya tentang cara menghubunginya. Arthur memilih diam, tidak mengeluhkannya sedikitpun dan memilih melihat perkembangan situasinya.
Karina menemaninya sampai pintu gerbang kemudian Arthur perlahan menghilang dari pandangannya.
“Nona, aku akan mengikutinya." Pendekar yang menjaga Karina berbicara, Karina mengangkat tangannya untuk menghentikan niat pendekar tersebut.
“kita harus hati-hati bersikap agar tidak menyinggungnya.” Tidak sekalipun Karina memandang Arthur sebagai orang biasa darinya.
Setelah menyadari Arthur mengetahui begitu banyak rahasia Asosiasi Langit Biru yang seharusnya tidak diketahui orang luar.
“Aku curiga Tuan Arthur Linford ini mengetahui lebih banyak tentang informasi dalam Asosiasi atau dia ingin melihat apakah kita pantas bekerja di Asosiasi Langit Biru.”
“Nona, Mengapa anda berkata demikian?.” tanya pendekar yang berdiri disebelahnya
“Tubuhnya memancarkan tekanan yang tidak jauh dariku bahkan mungkin melebihiku, tetapi aku hanya merasakan sedikit tenaga dalam dari tubuhnya. Bagaimana bisa dia memiliki kekuatan sebesar itu.”
Arthur terlihat seperti pemuda desa dengan pakaian yang sudah usang, hanya orang yang memiliki kekuatan yang tinggi dapat mengukur kekuatan dan kemampuan orang lain.
Semakin Karina mencoba memahaminya, semakin bingung dirinya. Arthur hanya bisa berharap bahwa mereka bisa terus bertambah kuar, dengan bantuan Asosiasi Langit Biru yang di milikinya.
***
Terima kasih sudah membaca.
Dukung dengan Like dan Vote.
__ADS_1