Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Ep 34. Bangsa Iblis


__ADS_3

Semalam Arthur membuat baju yang di isi sihir di dalamnya, sehingga susah untuk robek bila mendapat serangan. Itu adalah salah satu kemampuan yang dia dapat dari menyelesaikan labirin.


Pagi hari saat Arthur ingin pergi meninggalkan kota Arcana dia di hentikan oleh Elisa.


" Aku sudah menduganya. Tapi akan kudengar." menghela nafas saat melihat Elisa berdiri di hadapannya.


" Aku ingin memberi tahu mu kalau Rin sudah seminggu mencari mu di dalam labirin bawah tanah itu."


" yang benar saja." Arthur mengusap wajahnya dengan tangan kanan.


Sebenarnya Arthur tidak ingin kesana lagi, tetapi ada Rin yang mencarinya di sana. Dia memutuskan untuk mendatangi Rin karena merasa akan ada bahaya bisa membuat Rin terluka.


" Ambil surat ini, jika kamu mau mencari Rin." ucap Elisa.


Elisa sebenarnya ingin ikut akan tetapi dia tidak bisa meninggalkan tugasnya sebagai master guild.


Arthur bisa berpindah ke depan labirin dengan kekuatannya tetapi di tidak ingin Elisa tahu itu.


Dia mengarahkan tangan kanannya ke samping memunculkan sebuah motor hitam yang cukup besar dengan tenaga sihir untuk menyalakannya.


Elisa membelalakan matanya melihat motor Arthur, banyak pertanyaan yang ingin ditanya olennya.


Arthur menjelaskan bahwa itu adalah salah satu kemampuan yang dia dapat dari dasar labirin. Dan memberi tahu kalau dasar labirin sudah tidak ada apa-apa lagi yang bisa di cari karena dia sudah mengambilnya semua.


Elisa tidak ingin mempercayainya tetapi melihat Arthur yang sekarang, terpaksa dia harus menerima keyataannya.


" Aku akan pergi sekarang." ucapan Arthur menyadarkan Elisa dari lamunannya.


" Baiklah, berhati-hatilah." ucap Elisa.


Arthur melaju motornya dengan cepat menuju labirin.


Akhirnya dia hampir sampai depan labirin, sekarang tampak berbeda. Arthur melihat sebuah desa yang sebelumnya tidak pernah ada.


Arthur berjalan sambil melirik sekitar, dia membayangkan saat dia terjatuh ke dalam labirin.


" Padahal baru enam bulan yang lalu tapi rasanya sudah bertahun-tahun." gumam Arthur.


" Petualang ya." ucap kepala desa sekaligus kepala penjaga yang melihat Arthur masuk.


" Nama ku wavis penjaga pintu masuk labirin."

__ADS_1


" Aku membawa surat dari Elisa."


Arthur menyerahkan sebuah surat ke pada wavis. Itu adalah surat yang di buat Elisa agar Arthur dapat masuk ke dalam labirin.


" Ya." Wavis mengambil kemudian membaca isi surat.


" Begitu, dari surat ini Eisa merekomendasikan kamu menjadi petualang peringkat A dan meminta ijin memperbolehkan mu masuk ke dalam labirin." Setelah membaca surat.


" Elisa tidak akan berbohong padaku."


Semenjak kejadian munculnya monster di lantai 65 membuat kerajaan memperketat penjagaan untuk orang yang masuk ke dalam labirin agar tidak menimbulkan banyak korban.


Saat mereka sedang berbicara tiba-tiba datang seorang pria membuka pintu dengan raut wajah yang panik.


" Tolong dengarkan, bangsa iblis muncul dalam labirin." ucap pria itu yang sedang terengah-engah.


" Siapa kamu, apa dia kenalanmu Arthur." Menatap ke pria yang ada d depan pintu.


" Kamu Arthur." Pria itu adalah rekan tim Arthur saat penaklukan labirin.


" Dia adalah petualang peringkat A, namanya Arthur Linford." Wavis berdiri memperkenalkan Arthur kepada orang yang ada di depan pintu.


" Nama saya Erdo. Hei apa kamu benar Arthur." Menatap Arthur dari bawah sampai atas, dia tidak percaya kalau Arthur masih hidup.


" Sepertinya penampilanmu banyak berubah." Menatap Arthur tidak percaya.


" Aku habis merangkak dalam neraka, wajar saja sedikit berubah" jawab Arthur dengan cepat.


" Jadi begitu ya. Syukurlah kamu masih hidup."


Dia teringat kalau dia berlari keluar labirin untuk meminta bantuan. Kemudian mendekati Arthur yang sedang duduk.


" Berarti kalau kamu bisa keluar dari sana, kamu yang sekarang sangat kuat kan ?." Erdo memegang bahu Arthur meminta bantuannya.


" Begitulah." jawab Arthur degan santai.


" Kumohon, Arthur. Ikutlah denganku masuk kedalam labirin. kalau tida cepat, mereka bisa mati." Erdo terus memohon.


***


Sebelum terjadinya serangan iblis.

__ADS_1


" Padahal kita sudah menjelajahi labirin sejauh ini, kenapa tidak menemuka monster satu pun ?." Amano bertanya-tanya dengan perasaan bingung.


" Mungkin sejak awal lantai 80an memang tidak ada monster." jawab Gidan


" Amano, apa kita kembali saja. Entah kenapa, aku merasakan firasat buruk." ucap Rin.


" Mungkin komandan Berdian tahu sesuatu."


Berdian adalah komandan ksatria yang ada di kerajaan Asion.


" Tetapi ini darah monster kan ?." ucap Erdo memegang darah yang ada di tanah.


Mereka tidak menyadari karena darah monster sudah menyatu dengan tanah.


" Jumlahnya banyak sekali dan masih baru." ucap salah satu anggota tim.


" Berarti di sini ada monster yang jauh lebih kuat dan berbahaya." Amano melihat sekitar.


" Dan monster itu menyerang monster yang lain." Rin mulai cemas.


" Selain itu monsternya tidak menunjukan dirinya."


" Atau mungkin." ucapan Rin terhenti setelah mendengar suara.


" Itu jebakan." Muncul seseorang dari balik kegelapan. Dengan kulit yang sedikit merah.


Semua anggota tim Amano yang berjumlah 9 orang hanya bisa terdiam melihat melihat seorang datang.


" Bangsa iblis." ucap Amano.


Iblis itu berdiri di hadapan mereka, dengan menyilang tangan di dada sambil menatap ke arah mereka.


****************************************


Terima kasih sudah membaca.


klik hati jika suka, silahkan vote dan komen ya?.


Mohon maaf jika tidak memuaskan.


****************************************

__ADS_1


__ADS_2