Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Rahasia dasar Labirin


__ADS_3

Pria itu menarik pedangnya yang ada di pinggang tetapi belum sempat, Arthur sudah menyerangnya duluan dengan gerakan cepat memukul pria itu.


Pria itu terdorong mundur hingga menghantam dinding ruangan. Baju pelindung yang digunakan pria itu sampai berlubang karena serangan Arthur.


Elisa menahan nafas, terkejut melihat Arthur menyerang pria itu dengan mengarahkan satu jarinya saja.


“Sudah ku bilang kamu lelaki lemah.” Arthur menatap ingin membunuh pria itu dan Elisa menghetikan Arthur agar tidak melanjutkan perkelahiannya.


“Aku tidak tertarik apa yang akan kalian lakukan dan tidak ingin terlibat. Kejadian di dalam labirin dan seterusnya, aku tidak berniat untuk melaporkannya. Kalian bebas untuk melakukan apa saja, tapi jangan pernah menghalangi aku.”


Arthur menjelaskan ke Elisa yang sedang mengobati pria yang terluka akibat serangannya.


“Kalau ada masalah seperti tadi, aku bisa membunuh kalian tanpa berpikir lagi.” Arthur menatap ke arah pria itu. Elisa hanya mendengarkan ucapan Arthur yang sedikit mengancamnya.


Arthur berdiri meninggalkan ruangan. Dia ingin bercerita tetapi melihat pria itu membuatnya menjadi malas.


Malam hari di kamar Elisa, dia memikirkan Arthur yang masih hidup sambil menatap ke luar jendela.


“Mengapa sifatnya berubah, mungkin dia banyak melewati kesulitan, aku tidak bisa membantunya. Tapi Arthur harus tetap berada di guild.” gumam Elisa.


Seorang pemuda mendengarkan gumama Elisa dari belakang. “Apa yang sedang kamu pikirkan?” ucap Arthur yang membuat Elisa terkejut dan berbalik mendengar suara di belakangnya.


“Arthur bagaimana bisa?.” menatap Arthur yang sudah berdiri di dalam kamar, Elisa penasaran bagaimana Arthur bisa masuk ke dalam kamar yang sudah dikunci.


“Aku dapat masuk ke tempat yang aku inginkan dengan kemampuan sihir berpindahku.”


“Malam begini, lalu kamu masuk kamar wanita tanpa mengetuk. Itu sudah kelewatan.” Elisa menatap Arthur dengan raut wajah kesal sambil menutup tubuhnya dengan tangan, terlihat belahan dada Elisa di balik pakaian yang sedikit terbuka.

__ADS_1


“Maaf, aku tidak ingin orang lain mendengar pembicaraan kita.” ucap Arthur dengan santai sambil menyilang tangan di dadanya.


Elisa menyuruh Arthur duduk di kursi dan dia membuat teh untuk menemani pembicaraan mereka.


“Apa yang kamu ingin bicarakan?.” tanya Elisa sambil menuangkan teh ke dalam gelas.


“Aku akan membicarakan rahasia dasar labirin, karena aku berpikir kalau kamu orang yang bisa aku percaya. Aku mengatakan mengapa alasan ku tidak kembali.” Arthur menjelaskan semua yang dia ketahui.


Elisa hanya terdiam mendengarkan Arthur setelah menyebutkan kata rahasia dasar labirin, dalam pikirannya bahwa Arthur sudah mencapai dasar labirin. tetapi dia tidak bertanya karena ingin mendengarkan rahasia itu.


Tepat 3000 tahun lalu dunia mengalami perang besar. manusia dan berbagai macam ras bertarung tanpa henti, satu sama lain.


Setelah berabad-abad muncul kelompok yang ingin menghentikannya, Pemimpin kelompok itu menyadari niat tersembunyi dewa.


Iblis menggunakan manusia sebagai pasukan dan mengatur rencana untuk membuat konflik di dunia. Kemudian muncul orang-orang yang ingin menghentikannya. pada saat itu, mereka disebut pembebas. Namun, rencana mereka gagal sebelum bisa melawan iblis itu.


Iblis membuat para pembebas sebagai musuh umat manusia yang ingin menghancurkan dunia dan membuat manusia melawan mereka.


Pada akhirnya ada beberapa orang yang tersisa. Saat mereka sadar tidak bisa mengalahkan iblis. Mereka membangun labirin dan bersembunyi di sana.


Mereka menyiapkan rintangan dan orang yang bisa melewatinya akan mendapatkan kekuatan mereka. Mereka berharap bahwa akan ada seseorang yang mampu mengalahkan iblis itu.


“Itulah yang kutahu dari dasar labirin.” ucap Arthur mengakhiri ceritanya.


Itu adalah ingatan yang di berikan oleh Leonardo saat Arthur berhasil mencapai markas pembebas dan Arthur mendapat kekuatan yang dimiliki Leonardo.


“Terserah pada mu. mengabaikan omong kosong itu atau mempercayainya.” Arthur meminum tehnya yang sudah dingin.

__ADS_1


“Apa kamu akan melakukan perjalanan untuk menghentikan iblis itu?” tanya Elisa.


“Tidak, aku hanya akan hidup bebas dan membantu orang yang menurutku perlu dibantu.” Arthur bangkit berdiri meninggalkan Elisa yang sedang termenung.


“Rin tidak pernah menyerah untuk mencari mu. Sampai melihat mu sendiri, dia tidak akan percaya kalau kamu sudah mati." ucap Elisa membuat langkah Arthur terhenti.


“Apa dia baik-baik saja?.” tanya Arthur yang penasaran.


“Dia terus berlatih untuk bertambah kuat untuk kembali melanjutkan penaklukan labirin.”


“Kalau begitu, tolong sampaikan kepadanya yang harus di waspadai bukanlah di monster labirin. Tapi, rekan setim.” ucap Arthur mengingatkan. Elisa yang mendengar tersentak, akibat terkejut dengan ucapan Arthur.


“Saat melihat mereka aku bisa menyadari situasinya. Apa kamu berpikir kalau aku jatuh karena kecelakaan?.” tanya Arthur yang masih berdiri.


“Bukannya karena jembatan runtuh yang membuat mu jatuh.” Elisa mendengar dari tim penakluk labirin jika Arthur terjatuh karena jembatan runtuh.


“Itu tidak benar. Ada serangan sihir yang sengaja di arahkan ke aku, walaupun aku bisa menghindar tapi aku tidak sempat meninggakkan jembatan.”


Elisa bingung dengan perkataan Arthur, berarti ada yang sengaja mencoba membunuh Arthur itu yang terlintas dalam pikiran Elisa


“Ada salah satu anggota tim yang ingin membunuhku. tolong peringatkan Rin dan yang lain agar untuk berhati-hati saat menaklukan labirin.” Arthur berjalan membuka pintu kemudian pergi.


“Tidak mungkin.” Tangan Elisa bergetar saat ingin meminum tehnya.


Elisa lupa memberi tahu Arthur kalau Rin sudah pergi mencarinya di dalam labirin setelah mendengar cerita Arthur, dia berpikir besok saja untuk memberitahunya karena sudah malam dan tidak tahu Arthur pergi kemana.


***

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca.


Dukung dengan Like dan Vote.


__ADS_2