Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Mempercayai


__ADS_3

Lavin melihat Wiliam dan Philip yang berlari mendekati Arthur, terlihat Philip melepaskan anak panahnya pada Rias.


“Lavin apa yang kamu lakukan, cepat serang mereka.” Wiliam mengingatkan perintah Raja Berdin untuk membunuh Arthur.


Arthur menipis anak panah yang mengarah pada Rias dan menggendongnya untuk menjauh dari Lavin yang terlihat ingin menyerang.


“Tuan Arthur, apa yang harus kita lakukan?” tanya Rias yang melihat ketiga pendekar bersiap menyerang mereka.


Arthur meminta Rias untuk berlindung di belakangnya mungkin saja ada orang yang memanfaatkan Rias untuk menjatuhkan Arthur.


Lavin dan Wiliam berlari menyarang Arthur dengan tombak dan pedang dj masing-masing tangan mereka. Tanpa ragu mereka menyerang Arthur yang sedang berbicara pada Rias.


Arthur menepis anak panah Philip yang lagi-lagi mengarah pada Rias, sepertinya Philip ingin membuat Arthur lengah dan kedua pendekar lainnya mengambil kesempatan untuk membunuh Arthur.


Mereka bertiga menyadari Arthur bukanlah tandingan mereka setelah melihat pertarungan Arthur dengan Jendra timur.


“Sepertinya kalian memilih lawan yang salah” Arthur mengayunkan pedang bayangan pada kedua pendekar yang mendekat.


Serangan Arthur membuat baju zirah besi yang keras dan kuat terlihat sobek seperti kertas terkena pedang yang sangat tajam, Lavin dan Wiliam melompat mundur dan untung saja mereka berhasil menghindari serangan pedang Arthur.


“Apa yang harus kita lakukan sekarang?” Lavin menyentuh zirah besinya yang terlihat sobek tetapi tidak terlalu dalam karena mereka tepat waktu menghindari serangan Arthur.


“Aku tidak tahu, aku juga tidak menyangka dia sekuat ini. mungkinkah rumor yang tersebar itu palsu!” Wiliam melangkah mundur, terlihat dirinya takut untuk menyerang Arthur yang mengeluarkan hawa membunuh yang kuat.


Semua penonton yang ada di sekitar arena pingsan karena tidak bisa menahan hawa membunuh yang di keluarkan Arthur, hanya tinggal beberapa orang saja selain mereka dan Raja Berdin yang masih melihat pertarungan mereka.


Rias sudah pergi sebelum Arthur mengeluarkan hawa membunuhnya dan Arthur berpesan mereka akan bertemu di luar kota setelah Arthur menyelesaikan pertarungan.


“Hawa apa ini?” Rias sudah cukup jauh dari arena tetapi dia masih dapat merasakannya.

__ADS_1


Rias berhasil lolos dari pasukan yang mengejarnya, kemampuan bertarung Rias sudah meningkat mungkin dirinya yang sekarang dapat mengalahkan pasukan tersebut.


Rias memilih untuk menghindari pertarungan, dirinya tidak bisa membunuh orang yang tidak bersalah. Menurutnya pasukan tersebut hanya mengikuti perintah.


“Bunuh dia!.” Raja Berdin berkata dengan lantang dari jauh setelah hawa membunuh Arthur menghilang.


Arthur menghela nafas menatap ketiga pendekar yang masih berdiri di hadapannya, cukup di sayangkan orang yang berbakat harus mengikuti Raja Berdin.


Arthur hanya diam menunggu siapa yang ingin menyerangnya dan akan menjadi musuhnya. tidak ada suara yang terdengar beberapa pendekar yang menonton meninggalkan arena dalam keadaan takut.


“Kenapa kamu kembali? di sini berbahaya” tanya Arthur setelah Rias berdiri disampingnya.


“Saya...” ucapan Rias belum selesai tetapi Lavin sudah berbicara.


“Apa kamu tidak tahu tentang tuan mu? seluruh kerajaan membencinya!.” Lavin ingin menceritakan semua pada Rias, tetapi Rias menolaknya.


Rias sudah mendengar rumor tentang Arthur, memaksa rekan untuk melakukan sesuatu secara paksa, Arthur mendapat julukan pendekar paling buruk. Tapi Rias tidak pernah sedikitpun percaya bahwa Arthur seperti itu.


Rias ingin membantu Arthur tetapi Arthur melarangnya dan memintanya untuk cepat pergi. Rias menggelengkan kepala dia tidak ingin pergi meninggalkan Arthur sendiri.


“Apapun yang terjadi, saya akan tetap bersama tuan Arthur.” Rias tidak menyerah untuk meyakinkan Arthur kalau dia akan selalu berada disisinya.


Lavin dan ke dua pendekat lainya mengambil kesempatan untuk menyerang Arthur yang masih berbicara dengan Rias.


Arthur melompat mundur menghindari serangan tombak Lavin yang mengarah padanya, sedangkan Rias menepis anak panah Philip.


“Apa kamu yakin akan mengikuti ku?.” Arthur menjelaskan dirinya mempunyai banyak musuh dan Rias mengangguk mengiyakan.


“Saya tahu kalau tuan Arthur adalah orang yang baik karena itulah, walaupun seluruh dunia memusuhi tuan Arthur, saya akan membela dan akan selalu berada di pihak tuan Arthur. Anda adalah sosok yang telah menyelamatkan saya, memberikan saya pedang dan mengajarkan saya arti kehidupan adalah tuan Arthur.” Berkata setelah Rias melompat mundur mendekati Arthur.

__ADS_1


“Saya adalah pedang anda, meskipun harus menghadapi bencana seperti apapun, saya akan mematuhi anda.” ucap Rias dan Arthur hanya diam mendengarkan perkataan Rias.


“Walaupun tidak ada yang mempercayai tuan Arthur, saya akan selalu mempercayai anda karena tuan Arthur yang sudah menyelamatkan saya dan anda adalah sosok yang hebat.” Rias berharap Arthur mengizinkannya membantu.


“Jika kau mematuhi ku, perintah ku cuma satu, pergi ke tempat yang aman dan aku akan menyusul mu.” Rias mendengar perkataan Arthur tidak bisa menolak.


Akhirnya Rias menuruti perintah Arthur dan meninggalkan arena, pasukan yang ingin mengejar Rias di buat pingsan oleh Arthur dengan sekali ayunan pedangnya semua pasukan terhempas. Rias tidak menoleh kebelakang dan tetap berlari ke luar arena.


“Kita akhiri semua ini.” Arthur mengarahkan pedangnya pada Raja Berdin.


Arthur bisa saja membunuh Raja Berdin tetapi dia tidak bisa, karena jika dia membunuh seorang Raja pastinya dirinya akan menjadi buronan yang harus berpindah-pindah tempat.


Raja Berdin mengetahui maksud dari perkataan Arthur, meminta ketiga pendekat untuk mundur dan membiarkan Arthur untuk pergi.


“Sebaiknya kamu cepat pergi sebelum aku berubah pikiran.” Raja Berdin sudah tidak ingin melanjutkan pertarungan itu, menyadari jika tetap di lanjutkan tiga pendekar yang akan melindungi kerajaan bisa mati terbunuh saat menghadapi Arthur.


Lavin terkejut mendengar perkataan Raja Berdin dan berbalik melihat dua pendekar lain yang berada dibelakangnya. Mereka tidak menyangka Arthur dibiarkan pergi begitu saja, Arthur melangkah dengan tenang keluar arena pertarungan.


“Aku harap kalian tidak menghalangi jalanku jika tidak ingin menjadi musuh ku.”


Sebelum pergi Arthur berkata demikian untuk memperingati mereka semua.


Raja Berdin terdiam setelah melihat tatapan mata Arthur yang terlihat bukan ancaman biasa, begitu juga dengan ketiga pendekar yang berdiri menatap Arthur pergi.


Arthur keluar kota untuk menemui Rias yang sedang menunggunya, di luar kota Rias berlari setelah melihat Arthur dan langsung memeluk Arthur yang terlihat mengantuk.


***


Terima kasih sudah membaca.

__ADS_1


Dukung dengan Like dan Vote.


__ADS_2