Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Daging Monster


__ADS_3

Arthur terbangun mentatap sekitar mengira dirinya sudah mati. “Aku masih hidup, ataukah aku memang sudah mati. gelap sekali aku tidak bisa melihat apapun.”


Sebagian tubuh Arthur terasa sakit membuatnya yakin kalau dia belum mati dan berusaha mengingat semua yang baru saja terjadi “Sepertinya aku belum mati, ini dimana?.” Arthur mulai mencoba mencari tahu tapi dirinya kesulitan untuk bangun.


Arthur terjatuh ke dasar bawah labirin yang di jelajah bersama dengan tim yang di ikutinya.


“Aku tidak berada di bagian yang belum dicapai oleh siapapun juga kan.” Arthur bangkit berdiri melihat sekitarnya, Arthur berpikir harus segera kembali ke permukaan, dia mencari jalan untuk naik ke atas.


“Tempat ini luas sekali”


Arthur sudah cukup lama berjalan tidak menemukan jalan untuk naik ke atas, sudah banyak jalan di lalui tapi tidak ada satupun yang menuju ke atas.


Tidak seperti labirin yang di lewatin sebelumnya yang memiliki satu jalan saja, Arthur berhenti melangkah setelah melihat seekor kelinci dari jauh.


“Kenapa bisa ada kelinci disini?.” gumam Arthur, terlihat sosok kelinci yang berada di depannya. memang kondisi labirin dalam keadaan yang gelap jadi Arthur belum yakin dengan apa yang di lihatnya.


Arthur tidak pernah menyangka kalau itu adalah salah satu monster yang ada di labirin.


“Monster yang ada di tingkat bawah harusnya monster yang kuat.” gumam Arthur yang terus memperhatikan kelinci didepannya.


Arthur mendengar suara sesuatu yang sedang berlari, ternyata dua ekor tikus besar yang ingin menyerang kelinci kecil itu bersamaan.


Tikus melompat ke arah kelinci dengan membuka mulut yang penuh air liur sambil mengeluarkan listrik dari ekornya.


Serangan tikus itu berhasil di hindari oleh kelinci, gerakan cepat kelinci itu berhasil menendang tikus itu hingga terbelah menjadi dua bagian.


Kuku kaki yang di miliki kelinci itu sangat tajam, hingga dengan mudah membunuh mangsanya dengan sekali serangan. Di bantu gerakan lompatannya yang sangat cepat memudahkannya berpindah tempat.


Ini pertama kalinya Arthur melihat monster yang memiliki gerakan yang sangat cepat. Kelinci itu menyadari Arthur yang sedang memperhatikannya dari jauh. Dengan sekali lompatan kelinci sudah berdiri di hadapan Arthur.


Arthur sedikit terkejut melihat kelinci itu sudah muncul di hadapannya, kemudian kelinci itu langsung mengarahkan tendangnya pada Arthur.


Arthur langsung menarik pedang bayangannya dengan cepat menepis serangan kelinci itu.

__ADS_1


Arthur yang sedang mengalami cedera saat terjatuh tidak dapat menahan dan terdorong mundur hingga membentur batu yang ada di belakangnya, tenaga kelinci itu cukup kuat dengan kuku kaki yang tajam bagaikan pedang.


Kelinci itu menoleh ke atas, di ikuti Arthur. Terlihat manusia seriga yang memiliki tubuh besar berdiri di atas batu besar itu.


Kelinci yang melihat berusaha lari dengan lompatannya yang cepat tetapi gerakan tidak bisa mengimbangi kecepatan serangan manusia serigala itu.


Manusia serigala memakan tubuh kelinci yang dia serang dengan cakarnya. Arthur masih tenang melihat yang terjadi di depannya.


“Kelinci itu dimakannya, aku pun juga akan di makannya.” Arthur tersenyum kecut.


Arthur berlari karena dia tidak bisa melihat dengan jelas di dalam gelap dan tubuhnya masih dalam keadaan tidak baik, dia masuk ke dalam lubang kecil yang ada di depannya berharap manusia serigala itu tidak dapat mengikutinya.


Arthur menemukan sebuah bola kristal bercahaya biru yang terdapat di dalam air menerangi di dalamnya. Arthur yang berpikir dia sudah kuat ternyata mengalami kesulitan membunuh monster yang ada diluar.


Arthur mengingat kalau dia terjatuh gara-gara Jeki yang mengarahkan serangan kepadanya.


“Aku sudah tidak peduli lagi, Aku harus bertahan hidup dan pergi dari sini. semua yang menghalangi ku adalah musuh.” Arthur bangkit berdiri memikirkan cara untuk mengalahkannya.


Arthur berpikir untuk memakan monster yang sedang menunggu di luar. Ternyata ada tikus besar, ekornya dapat mengeluarkan listrik yang sedang menunggunya di luar dan tidak terlihat manusia serigala itu.


Monster tikus besar itu berlari menyerang Arthur, dengan gerakan cepatnya dia mengayunkan pedang bayangan ke arah tikus besar itu.


Arthur kemudian memotong monster itu dan langsung memakannya. “Rasanya lebih buruk dari dugaan ku.” batin Arthur tetap mengunyah daging mentah itu


Arthur terus memakan hingga dia merasa sesuatu yang melahap tubuhnya dari dalam. Keringat mulai bercucuran, Arthur menahan rasa sakit yang begitu menyakitkan dengan cepat dia berlari meminum air yang menggenang didekatnya untuk meredakan rasa panas yang membakar dalam tubuhnya.


“Tidak berhenti juga, sebenarnya apa yang terjadi. Apa memakan monster menyebabkan kematian!.”


Arthur terus menahan rasa sakit dalam tubuh, hingga rasa sakitnya terasa di seluruh tubuh membuat Arthur pingsan.


“Bisa-bisa aku mati karena daging monster ini menghancurkan tubuhku dari dalam. Sudah lama sekali aku tidak merasakan rasa sakit.”


Beberapa saat setelah membuka mata Arthur teringat dengan Rin, gadis yang membuat hatinya berdebar-debar saat berada di dekatnya.

__ADS_1


Arthur menyadari air yang di minumnya mengurangi sedikit rasa sakitnya tetapi itu tidak bisa menghilangkan seluruh rasa sakit di tubuhnya.


“Tubuh ku sekarang merasa jadi ringan, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhku." Arthur mengerakkan seluruh tubuhnya untuk memeriksa bagian tubuh yang masih sakit


Kemudian Arthur melihat ke arah air yang memantulkan bayangannya, terlihat kalau rambutnya berubah menjadi putih. Arthur merasakan kekuatan jiwanya meningkat dan dapat memanipulasi sihir.


“Sepertinya gara-gara memakan daging monster. Jadi aku mendapat kemampuan khusus dari monster yang aku makan.” Arthur mengingat tikus yang dia bunuh dapat mengeluarkan listrik dari ekornya.


“Petir.”


Aliran listrik di selimuti kabut hitam keluar dari tangan Arthur, itu adalah adalah kemampuan yang dia dapat setelah memakan daging monster.


Arthur mencoba mengarahkan tangannya ke arah daging monster yang ada di depannya membuat daging itu terbakar.


“Baunya gosong tetapi jauh lebih baik dari pada memakannya mentah-mentah.”


Dengan kekuatan baru Arthur, dia dapat memanipulasi benda yang di sentuh sesuai ke inginannya.


“Kalau begini aku bisa menciptakan senjata.” melihat berbagai macam jenis batu yang ada dinding labirin.


Matanya dapat melihat dengan jelas di kegelapan labirin memudahkannya untuk bertarung dengan monster yang datang.


Arthur membuat dua pistol dengan batu yang temukan dan peluru dalam jumlah banyak, dia berpikir itu berguna itu melawan musuh yang jaraknya cukup jauh.


Pistol yang Arthur buat adalah senjata rahasia yang pernah di buat keluarga Linford dan ayahnya pernah memperlihat beberapa senjata.


Arthur menyimpan semua batu yang di lihatnya ke dalam ruang penyimpanan dimensinya.


***


Terima kasih sudah membaca.


Dukung dengan Like dan Vote.

__ADS_1


__ADS_2