Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Ep 69. Lencana Pedagang


__ADS_3

Nenek pemilik toko langsung mengambil batu sihir yang ditunjukan oleh Arthur, dia cukup lama memperhatikan batu itu, rasa kagum dan kaget terpancar dari wajahnya.


Batu sihir berwarna merah seperti darah, itu adalah batu sihir tipe api membuat pakaian penggunanya akan tahan terhadap serangan sihir api.


" Ini batu sihir api, dimana tuan mendapatkannya ?." tanya nenek pemilik toko sambil menatap batu ditangannya, ini pertama kalinya dia melihat langsung batu langkah itu, selama ini dia hanya melihat dari buku saja.


Arthur menjelaskan kalau dia mendapatkan saat memasuki labirin bawah tanah yang berada di dekat kota Arcana.


" Apa batu itu masih kurang ?." tanya Arthur, batu itu sebesar kepalan tangan orang dewasa.


" Ini sangat cukup bahkan kita bisa membuat sepuluh baju sihir lagi." jawab nenek pemilik toko dengan senang.


Nenek pemilik toko mengambil mesin pembuat benang lalu dia langsung membuat benang sihir, Arthur memperhatikan Ruby yang sedang bermain barang yang ada di toko itu.


Arthur menarik Ruby untuk mendekat pada nenek pemilik toko yang sedang membuat benang sihir.


" kamu yang buat." ucap Arthur meminta nenek pemilik toko membiarkan Ruby yang bekerja.


Ruby sudah membuat 5 gulung benang, dia masih memutar mesin pembuat benang sihir dengan tangan kanannya sedangkan tangan kiri memegang batu yang di ikatkan pada papan kayu tipis sehingga batu bisa menjadi benang.


" Ini kapan selesainya ?." Ruby sudah mengeluh karena dia sudah hampir seharian memutar mesin pembuat benang.


" Bertahan sedikit lagi, ya. Kalau sudah selesai nanti kuberikan makan deh." ucap nenek pemilik toko memberi semangat Ruby.


Ruby menjadi semangat setelah mendengar makan yang akan di berikan nenek untuknya bila dia sudah menyelesaikan tugas yang dikerjakannya.


Setelah Ruby selesai, nenek memberikan Ruby kue kering dan mereka semua berpamitan pada nenek pemilik toko untuk mengantar benang sihir untuk di buat menjadi pakaian.


" Tunggu dulu." panggil nenek pemilik toko menghentikan langkah Arthur, dia mengambil batu sihir yang masih cukup besar dan menyerakannya pada Arthur.

__ADS_1


" Itu untuk anda." ucap Arthur memberikan batu pada nenek pemilik toko, menurutnya nenek itu sudah banyak membantu dirinya.


Nenek itu senang mendapat batu sihir yang sangat langkah itu, tidak lupa dia mengucapkan terima kasih pada Arthur.


Arthur kembali ke kota Terion mendatang wanita pemilik toko yang akan membuatkan baju untuk Ruby.


Mereka langsung memberikan benang sihir setelah sampai pada wanita itu, mereka menunggu waktu satu hari hingga baju itu selesai dibuat.


Arthur melatih Rias dan Ruby sambil menunggu baju selesai dijahit, dia membantu mereka berdua untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga fisik mereka bertambah kuat.


Setelah menunggu satu hari akhirnya baju Ruby selesai dibuat, baju dengan jubah merah yang Arthur pesan karena jubah yang selalu Ruby gunakan sudah berlubang di mana-mana.


Baju itu sangat cantik dengan rok di bawah lutut dan jubah merah yang di lengkapi tudung untuk menutup kepala seperti ciri khas jubah lama Ruby.


Arthur menatap Ruby cukup lama saat datang mengenakan pakaian barunya, menurut dia Ruby sangat manis mengenakan baju itu.


Rias memonyongkan bibirnya saat melihat Arthur menatap Ruby cukup lama, dia sedikit cemburu dengan tatapan Arthur, menurutnya Arthur tertarik pada Ruby.


" Sangat pas dengan mu." ucap Arthur mengelus kepala Ruby.


Ruby sangat senang mendapat baju baru, dia langsung memeluk Arthur karena itu adalah hadiah pertama yang di berikan Arthur.


Selama ini Ruby sangat kesepian tidak ada satu orang pun yang ada menemaninya, baru kali ini dia merasa nyaman dekat dengan orang seperti Arthur.


" Tuan Arthur, terima kasih banyak." ucap Ruby yang masih memeluk.


" Pastikan kamu bekerja keras ya." ucap Arthur melepas pelukan Ruby.


" Baik, saya akan berjuang." ucap Ruby tersenyum dengan semangat.

__ADS_1


Mereka semua menuju ke restoran untuk menikmati makan siang, di sana ada seorang pria yang datang mendekati Arthur.


Pria itu mengenali Arthur sebagai pahlawan, dia meminta tolong pada Arthur untuk mengantar barang.


" Desa di wilayah selatan memesan ramuan ini, namun mereka membutuhkan segera dalam jumlah banyak." pria itu memperlihatkan ramuan pada Arthur.


Ramuan itu terbuat dari berbagai jenis tanaman untuk menyembuhkan para penduduk desa yang terkena trombe, yaitu jenis tanaman merambat yang menyerap energi kehidupan.


Tanah yang sudah di serap trombe menjadi gersang, butuh waktu agar tanah kembali menjadi subur tapi itu memerlukan energi jiwa untuk menyuburkannya.


Pria itu adalah seorang pedagang yang mendapatkan pesan dari desa Lumbar, dia meminta Arthur mengantar dan membasmi trombe yang tumbuh di tengah desa.


" Apa anda juga tertarik menjadi pedagang keliling ?." tanya pria yang ada dihadapan Arthur, dia adalah Alan Rufus pedagang terkaya yang ada di benua itu.


" Pedagang keliling ?." ucap Arthur yang masih bingung.


" Lencana ini pasti akan sangat berguna membuat anda bebas keluar masuk kota di benua ini, sehingga anda bebas berdagang ke mana pun." ucap Alan menawarkan Arthur.


Arthur berpikir cukup lama sebelum menerima lencana pedagang perak, Alan Rufus memberikan Arthur lencana pedagang perak sebagai hadiah karena Arthur mau membantunya


" Selain bisa bebas biaya keluar masuk kota dan aku juga bisa berdagang, kedengarannya bagus." batin Arthur sambil menerima lencana yang diberikan Alan.


Arthur menerima tugas yang di berikan oleh Alan Rufus kemudian mereka bersiap, dia mengikuti Alan Rufus menuju gudang penyimpanan ramuan sihir yang akan Arthur antar ke desa Lumber.


Mereka mengangkat kotak yang berisi ramuan ke atas kereta milik Arthur, dia akan berangkat besok pagi tetapi Alan Rufus tidak bisa ikut karena banyak urusan pedagang yang masih dikerjakannya.


****************************************


Terima kasih sudah membaca.

__ADS_1


Dukung dengan Like, vote dan komen ya?.


****************************************


__ADS_2