
Arthur berhenti tepat di depan iblis itu dengan berdiri tenang.
" Debu panas."
Iblis itu mengeluarkan sihir sebuah asap hitam jatuh dari atas Arthur, hingga menutup seluruh tubuhnya.
" Arthur." Rin berteriak memanggil.
Semua anggota Amano membelalak dengan mulut terbuka, menyaksikan Arthur terkena serangan Iblis sedangkan Jeki malah tersenyum senang.
Arthur terkena serangan, Iblis itu ingin melarikan diri dari labirin.
Iblis itu berhenti berlari, saat Arthur berdiri di depannya. Arthur menggunakan kemampuan langkah cepat, yang membuat dia berpindah di jarak tertentu.
" Harusnya kamu sudah mati, Tapi." Iblis itu menatap Arthur yang sudah berdiri di hadapannya.
" Benar sekali."
" Sihir tingkat tinggi tidak bisa melukaimu sedikitpun. Apa kamu benar-benar manusia ?." tanya iblis itu.
" Jujur, aku sendiri juga meragukannya." jawab Arthur.
" Dasar monster." Iblis itu merapatkan giginya.
Arthur berjalan semakin mendekat sambil mengarahkan pistolnya.
" aku tidak berniat mendengarkan kata-kata terahkirmu." sambil menodongkan pistol ke arah iblis.
" Yang lebih penting, dari mana bangsa iblis mendapatkan monster seperti tadi ?. Dan sedang apa kamu di labirin ini ?, Bisakah kamu jawab ?." Arthur menatap Iblis itu dengan tajam.
" Apa kamu pikir, aku akan memberi tahu mu." jawab iblis itu.
Mendengar ucapan iblis itu, Arthur langsung menembak ke dua paha hingga iblis itu berlutut sambil menahan rasa sakit.
Semua orang kembali di buat terkejut melihat Arthur menyiksa iblis.
" Kurang lebih aku bisa membayangkannya sendiri, monster itu pasti buatan sihir kuno.
Iblis itu sudah berkeringat menahan rasa sakit dan takutnya.
__ADS_1
" kamu datang untuk menjelajahi labirin ini, tapi tujuan mu sebenarnya adalah menaklukkan labirin ini, kan ?."
" Begitu rupanya, kalau kamu sama seperti beliau. Pantas saja kekuatan mu seperti monster." ucap iblis itu dengan tubuh bergetar menahan rasa sakit.
" Jadi dia yang memberi monster-monster itu, pertanyaan ku akhirnya terjawab."
" Sudah cukup, bunuh aku."
" Baiklah." Arthur siap menembak.
" Ingat baik-baik, suatu saat bangsa iblis akan membunuhmu." teriak Iblis itu.
" Siapapun yang menyerang ku adalah musuh, Sekalipun itu dewa." Arthur sedikit tertawa.
" Berhenti Arthur, dia sudah tidak bisa bertarung lagi. Tidak perlu membunuhnya." Teriak Amano.
Terdengar suara tembakan yang menggema di dalam labirin.
Arthur tidak mendengarkan ucapan Amano dan tetap menembak tepat di kepala iblis, kemudian iblis itu mati mengeluarkan banyak darah dari kepala.
Jeki ketakutan setelah Arthur menembak iblis itu, dia takut kalau Arthur akan membalas dendam kepadanya.
" Ethan, bagaimana kondisi Berian ?." Arthur mendekati Ethan yang merawat.
" Tuan." Aron mendekati Arthur.
" Terima kasih kalian sudah membatu ku."
" Itu sudah tugas kami." Mereka berdua menjawab bersamaan.
Semua orang yang selamat mendekati Arthur, begitu juga dengan Rin.
" Bagaimana komandan Berian, harusnya dia sedang kritis ?." tanya Rin berjalan mendekati Arthur.
" Sekarang dia baik-baik saja, lukanya sudah di obati." Arthur menoleh ke arah komandan Berian.
" Syukurlah, kukira dia tidak akan selamat." Rin bernafas lega.
Kemudian Rin menatap Arthur dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
" Yang lebih penting, kamu masih hidup. Maaf tidak bisa menolong mu waktu itu." Rin menangis.
" Sepertinya aku membuatmu khawatir ?. kamu lihat aku masih hidup, Dan tidak perlu minta maaf" ucap Arthur canggung melihat semua orang menatapnya.
" aku cuma bisa bilang jangan menangis." ucapan Arthur yang menghentikan Rin menangis.
Sekarang Rin memandang wajah Arthur kemudian dia langsung mencium Arthur tepat di bibir, Arthur terkejut tapi dia menikmatinya.
" Sampai kapan kalian begitu." ucapan Via menghentikan ciuman mereka.
Mereka akhirnya memutuskan untuk keluar dari labirin, dengan Arthur yang berjalan di depan mereka.
" Hei Arthur, kenapa kamu membunuh meskipun dia sudah tidak berdaya ?." teriak Amano sambil berjalan di belakang Arthur.
" Dasar keras kepala, sebenarnya kamu tidak marah aku membunuh iblis itu." ucap Arthur.
" Kamu melampiaskan emosi kepadaku karena tidak bisa membunuhnya sendiri. Dan berlindung di balik ke adilan bodoh mu itu." ucap Arthur sambil terus berjalan.
" Tidak benar, aku hanya mengatakan hal yang sepantasnya." Amano membela diri.
" Agar bisa bertahan hidup di dunia ini, aku akan membunuh musuhku. Memangnya ada yang salah dengan itu ?." Arthur menoleh kebelakang dan menatap Amano dengan tajam.
" Kamu membunuh orang lain tahu, sudah jelas itu perbuatan jahat." teriak Amano dengan idealismenya.
" Aku tidak akan mengampuni siapapun musuhku, pasti akan ku bunuh. Kalau kamu menghalangi ku, tanpa ragu aku akan membunuh mu." Arthur menodongkan pistolnya ke arah Amano.
" Aku tidak pernah menganggap kalian teman, aku datang ke sini hanya untuk menolong Rin. Setelah keluar dari sini kita akan berpisah." Arthur kembali menyimpan pistolnya.
Jeki yang melihat menjadi takut dan mundur menjaga jarak dari Arthur.
Akhirnya mereka sampai di pintu labirin kemudian Arthur mendorong pintu hingga terbuka.
Arthur menutup matanya saat sinar matahari mengenai wajahnya.
****************************************
Terima kasih sudah membaca.
klik hati jika suka, silahkan vote dan komen ya?.
__ADS_1
Mohon maaf jika tidak memuaskan.
****************************************