
Arthur sudah berdiri menatap Nina dengan jarak mereka kira-kira 5 meter, Nina yang melihat menyuruh para pasukan mengangkat tombak mengarahkan senjata mereka pada para penduduk yang tidak terima dengan keputusan yang di buat Nina.
" Kalian, sudah cukup." teriak Arthur saat melihat senjata di arahkan pada para penduduk desa.
Tiba-tiba muncul beberpa orang berjubah hitam yang mengenakan topeng menutupi wajah, mereka adalah pasukan khusu yang dimiliki sang Ratu karena mereka diberi tugas untuk mengawasi kerajaan Asion.
Nina terkejut melangkah mendur setelah melihat lima orang berjubah hitam, satu orang tepat berlutut dihadapan Nina sedangkan empat lainya berlutut dibelakang.
" Pasti anda sudah mengenal kami, putri Nina ?." ucap salah satu orang berjubah hitam yang masih berlutut di hadapan Nina.
" Ka-kalian.. ?." Nina mengenal, mereka adalah pasukan bayangan milik sang Ratu. kekuatan mereka tidak bisa diragukan, mereka semua pasukan terlatih dalam mengintai dan membunuh musuhnya.
Pemimpin pasukan yang berada dihadapan Nina mengeluarkan sebuah gulungan surat perintah kerajaan, dia memberikan gulungan itu pada Nina. " Tolong terima ini." menyerahkan gulungan itu.
Nina mengambil dan langsung membaca isi dalam gulungan surat perintah kerajaan, dia terkejut saat membaca disitu tertulis kalau hak penguasa desa di serahkan pada pahlawan Arthur karena dia yang telah melindungi desa.
" Tuan Arthur itu ?." tanya Rias yang penasaran dengan orang berjubah hitam.
" Yang pasti mereka bukan orang biasa." jawab Arthur dengan cepat, dia masih memperhatikan situasi.
Nina marah setelah membaca isi surat yang diberikannya, dia tidak terima dengan keputusan yang diberikan oleh sang Ratu.
" Pahlawan lemah, kita akan berduel untuk menentukan hak desa ini." ucap Nina dengan lantang sambil menunjuk jarinya ke arah Arthur.
Arthur langsung menolak permintaan itu, dia tidak mau membuang waktu meladeni mereka yang selalu berbuat tidak adil. jika dia menerima, takut banyak orang tidak bersalah akan terluka karena perebutan kekuasaan desa.
Seorang pria tua menghampiri Arthur dibelakangnya beberapa penduduk desa mengikuti, dia adalah kepala desa yang memimpin desa, desar mereka belum memiliki nama karena tidak ada penguasa yang memperhatikan desa mereka.
__ADS_1
" Sebagai kepala desa, saya tidak menerima keputusan penarikan pajak dalam situasi krisis seperti ini." ucap kepala desa sambil memohon pada Arthur, dia tidak ingin desa sampai dimiliki oleh pahlawan tombak yang tidak peduli pada penduduk.
" Apa kamu ingin mati seperti rekan mu ?." ucap Arthur tanpa mengeluarkan suara, wajah Nina menjadi pucat setelah memahami gerakan mulut Arthur.
Nina melangkah mundur, pemimpin pasukan bayangan mendekatinya saat mengetahui kalau Nina sedang takut. dia melihat sekeliling tapi tidak menemukan sesuatu yang berbahaya.
" Putri Nina sebaiknya anda kembali ke istana." ucap pemimpin pasukan bayangan, dia tahu kalau Arthur yang membuat Nina ketakutan.
" Aku mengerti, untuk hari ini, akun mundur." ucap Nina kemudian dia pergi meninggalkan desa bersama Lavin, dia juga tidak ingin tinggal di desa yang kotor dan berantakan.
" kali ini aku mengalah." ucap Lavin sambil mengikuti Nina, dia tidak berani menentang keputusan kerajaan, setelah Lavin, Nina dan pasukan kerajaan meninggalkan desa, para punduduk mendekati Arthur.
Kepala desa dan para penduduk berterima kasih atas bantuan yang diberikan Arthur, mereka tidak tahu bagaimana harus berterima kasih.
" Tidak perlu berterima kasih." ucap Arthur sambil mengarahkan tangannya meminta bayaran.
" Aku tidak butuh uang." jawab Arthur dengan cepat, kepala desa tersenyum saat mendengar ucapan Arthur.
Arthur tidak ingin dirinya menjadi rumor pahlawan melakukan perampokan pada penduduk desa, dia tidak mau ada rumor semacam itu tersebar.
Rias percaya kalau penduduk desa tidak akan menyebarkan rumor semacam itu, Arthur berpikir apa penduduk desa bisa dipercaya.
Kepala desa menjadi bingung tidak tahu apa yang akan diberikan pada Arthur selain uang karena desa mereka tidak memiliki apapun yang tersisa setelah serangan monster dunia lain.
Rias menunjuk sebuah kereta barang yang ada didekat mereka, dia menyarankan Arthur untuk meminta kereta itu sebagai pengganti hadia.
Semua orang yang berada disitu menoleh kearah kereta barang yang belum ada kuda yang menariknya, Arthur meminta kepala desa mencarikan kuda dan Arthur memberikan uang pada.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama, para penduduk membawa dua ekor kuda untuk menarik kereta yang diberikan pada Arthur, dia melihat langit sudah mulai gelap kemudian mereka berdua berpamitan pada penduduk desa.
Kepala desa menghentikan Arthur saat ingin naik ke atas kereta, dia ingin Arthur memberikan nama untuk desa mereka dan membuat monumen kalau penguasa desa itu adalah Arthur.
Arthur menggaruk kepala sambil berpikir, " Newdia." dia memberi nama dengan sembarang, seperti biasa dirinya bingung memberi nama yang cocok, dia menjadi penguasa desa Newdia.
" cukup bagus." ucap kepala desa yang mendengar, semua penduduk setujuh dengan nama yang diberikan Arthur.
" Padahal aku sembarang menyebutkan saja tetapi mereka semua senang." batin Arthur melihat para penduduk yang tersenyum bahagia begitu juga Rias.
Akhirnya Arthur pergi meninggalkan desa Newdia yang dia berinama sendiri, di tengah perjalanan Rias merasa mual, dirinya belum terbiasa menaiki kereta kuda.
" Saya minta maaf, tuan Arthur, apa bisa berhenti sebentar ?." ucap Rias dengan wajah yang sudah pucat.
Arthur menghentikan kereta, dengan cepat Rias turun dan berlari kebelakang pohon untuk munta. Arthur memutuskan untuk bermalam di pinggir jalan melihat Rias yang tidak sanggup melanjutkan perjalanan.
Arthur mengangkat tubuh Rias yang sudah lemas sehabis memuntakan isi perutnya, dia membarikan Rias didekat api untuk berbaring.
" saya meminta maaf, tidak hanya meminta istirahat tapi anda juga menggendong saya." ucap Rias sambil Arthur membaringkan dirinya.
Arthur memberi tahu Rias kalau mulai sekarang, mereka akan banyak melakukan perjalanan dengan kereta. dia juga berpesan agar Rias harus segera membiasakan diri untuk naik kendaraan.
****************************************
Terima kasih sudah membaca.
Dukung dengan Like, vote dan komen ya?.
__ADS_1
****************************************