
Kereta kuda yang dikendarai Arthur melambat, di depan mereka di penuhi akar yang merambat di sepanjang jalan.
" Tuan Arthur lihat itu." panggil Rias.
Arthur bangun dari posisi tidur, dia menarik pedang bayangan menebas semua akar yang ada di depan mereka.
Lagi-lagi Rias bingung, dia baru ingat ini kedua kalinya dia melihat hal yang aneh dari Arthur, entah dari mana pedang yang di pegang.
Arthur menebas akar di sepanjang jalan menuju desa Lumber di tengah jalan, mereka terhenti di depan dinding kayu yang di buat untuk menghalang akar.
Para penduduk desa membangun dinding kayu untuk berlindung dari serangan Trombe sejenis pohon dengan akar yang merambat menyerap energi kehidupan yang ada di sekitarnya.
Arthur melewati dinding kayu yang di bangun secara mendadak, di dalam di penuhi tenda pengungsi.
Semua penduduk desa pergi meninggalkan desa untuk menyelamatkan diri dan keluarga, para penduduk tidak membawa apapun saat terjadi serangan Trombe.
Padahal tempat mereka sudah jauh dari desa tapi akar terus merambah ke arah mereka mencari nutrisi untuk berkembang.
Kepala desa menyambut Arthur dengan tangan terbuka, di ikuti penduduk yang masih dalam ke adaan sehat. sebagian dari mereka terkena racun dari Trombe saat masih di desa.
" Kami benar-benar tertolong." ucap kepala desa saat melihat Ruby dan Rias menurutkan obat yang mereka pesan dari Alan Rufus.
Kepala desa memberitahu situasi tempat mereka sekarang, dinding yang mereka bangun hampir di penuhi oleh tanaman rambat.
" Kenapa tidak di bakar saja tanamannya ?." Rias memberikan saran.
Para penduduk sudah mencoba berbagai cara termaksud membakarnya tetapi tanaman itu tetap tumbuh dan semakin banyak.
Situasi tidak kunjung membaik, seluruh desa sudah di dipenuhi akar yang merambat, tidak hanya itu Trombe juga menyerang para penduduk.
" Tanaman itu monster dan para petualang datang ke desa ini untuk melawannya tetapi mereka tidak berhasil." ucap kepala desa yang cemas.
__ADS_1
Para penduduk sudah berusaha menghentikannya dengan membangun dinding kayu, namun tanaman itu terus merambat.
Terdengar suara teriakan para petualang, mereka menerima misi dari guild yang ada di kota Terion.
" Para petualang ya." gumam Arthur, sudah lama dirinya tidak mengunjungi guild petualang.
Arthur memanggil Ruby yang sedang tidur di atas atap kereta, mendengar Arthur memanggil, dia langsung melompat ke bawah.
" Bawa kesini para petualang itu." Arthur memberi perinta pada Ruby.
" Baik Tuan Arthur." Ruby memutar sabitnya, lalu dia berlari dengan cepat menuju desa Lumber.
Tidak butuh waktu lama Ruby membawa dua orang di tangan kiri dan tangan kanannya, walaupun tubuh Ruby kecil tapi dia mampu mengangkatnya.
Dia menjatuhkan dua orang itu ke tanah, orang yang di bawah Ruby hanya pingsan jika Ruby datang terlambat mungkin tubuh mereka hanya tinggal baju dan tulang.
" Monster tanamannya merambat ke mana-mana, sudah ku serang tetapi tanaman itu tumbuh lagi dan ada juga yang mengeluarkan racun." ucap Ruby menjelaskan situasi di dalam desa.
" Orang-orang lemah nekat pergi ke sana, mereka ini benar-benar payah, ya." ucap Ruby sambil menyindir petualang yang ada.
" Apa anda adalah pahlawan yang akan menyelamatkan desa kami ?." tanya kepala desa saat mengetahui identitas Arthur, dia datang ke desa dengan menggunakan identitas sebagai pedagang.
Kepala desa memohon pada Arthur untuk menyembuhkan wabah penyakit yang ada di desa Lumber, kemudian kepala desa mengajak Arthur pergi melihat penduduk yang terkena penyakit.
" Apa ramuan yang kalian pesan tidak berfungsi ?." tanya Arthur saat melihat banyak penduduk yang terbaring lemas.
" Seperti anda lihat, tanaman tersebut menyerap energi kehidupan para penduduk." kepala desa menjelaskan pada Arthur
" Trombe Bahkan punya sifat parasit ya." Arthur melihat di tunuh penduduk muncul akar yang menempel pada kulit.
Ramuan yang di pesan para penduduk hanya meredakan demam tidak dapat menghilangkan akar yang menempel pada tubuh penduduk desa.
__ADS_1
Kepala desa memohon agar Arthur mau mengobati para penduduk yang terkena penyakit.
" Bisa menyembuhkannya atau tidak, aku belum bisa memastikan." Arthur mendekati salah satu penduduk yang terbarik di tanah dengan beralaskan kain.
Arthur mengeluarkan air suci yang dia dapat dari labirin, air itu yang membantunya bisa hidup hingga sekarang.
Arthur tidak bisa mengambil air itu secara langsung dari penyimpanan, dia tidak mau para penduduk kaget dan bertanya macam-macam.
Dia berpura-pura mengambil botol kecil yang berisi air suci, kemudian dia meminumkan pada penduduk yang sedang terbaring.
Setelah beberapa saat, tubuh penduduk yang minum air pemberian Arthur kembali normal, akar yang menempel pada kulit lepas dan jatuh kebawah.
Arthur tidak menjelaskan apa yang di berikan pada para penduduk, dia meminumkan air suci itu ke seluruh penduduk yang sakit.
Semua penduduk akhirnya sembuh, akar yang menempel pada tubuh mereka lepas dan tubuh mereka berangsur membaik.
Arthur berjelan pergi, dia tidak ingin berlama-lama di tempat itu tetapi para penduduk berlutut di depan Arthur.
" Wahai sang penyelamat, kami mohon selamatkan desa ini." ucap kepala desa.
Arthur tidak langsung menerima permintaan kepala desa, dia ingin mendengar penyebab munculnya Trombe, menurut sejarah tanaman Trombe sudah musnah ratusan tahun lalu, sekarang pasti sulit menemukannya.
Arthur mencoba mengingat bagaimana cara mengalahkan Trombe yang ada di desa sambil terus mendengarkan cerita kepala desa.
Pengetahuan yang dimiliki Arthur sangat luas berkat peninggalan pemimpin pasukan pembebas.
****************************************
Terima kasih sudah membaca.
Dukung dengan Like, vote dan komen ya?.
__ADS_1
****************************************