Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Perampok


__ADS_3

Saat berada di depan gerbang Arthur menghampiri rombongan yang akan meninggalkan kota hari ini, Arah tujuan rombongan pedagang tersebut searah dengan ibu kota kerajaan.


Arthur berencana membayar para pedagang ini agar perjalanan menggunakan kereta kuda karena dia ingin bersantai.


“Apa tuan pendekar?” pedagang yang menjadi pemimpin rombongan menyambut Arthur, dia terlihat antusias ketika melihat Arthur keluar dari guild.


“ia, aku sedang menuju ibu kota, karena kita akan searah, aku berharap kalian bisa memberikan tumpangan dan aku bersedia membayar.” Arthur mengeluarkan kantong uangnya yang di berikan oleh Elisa.


“Tidak perlu membayar tetapi kuharap selama menumpang tuan bersedia membantu menjaga keamanan barang-barang kami.”


Rombongan pedagang ini cukup besar, mereka terdiri dari 4 pedagang dengan kereta barang yang berbeda. Terlihat ada beberapa tentara bayaran dalam rombongan ini yang memiliki kemampuan pendekar kelas B dan kelas C.


Arthur senang karena bisa mendapat tumpangan, mungkin jalan yang ditempuh pedagang ini adalah jalur yang berbahaya. namun Arthur tetap tenang, tidak peduli yang akan terjadi.


kemudian mengikuti rombongan pedagang meninggalkan kota Arcana dan melanjutkan perjalan menuju ibu kota kerajaan.


“Pendekar muda, kamu berkelana hanya sendirian?” tanya seorang nenek yang berada di rombongan.


Arthur menanggapinya dengan senyuman, mereka bercerita sepanjang perjalan sesekali nenek itu tertawa ketika mendengar cerita Arthur.


Dalam rombongan pedagang ini, ada cukup banyak pekerja yang sudah tua, mereka biasanya ditugaskan untuk memeriksa dan membersikan barang bawaan.


Arthur berpikir ini akan menjadi sebuah perjalanan yang tenang, tetapi dia tarik kembali ucapannya. saat ada seseorang yang menghentikan rombongan pedagang.


“Berhenti!, serahkan semua barang bawaan kalian!.” seorang pria berdiri di tengah jalan menghalang rombongan pedagang.


Muncul perampok yang lain, membawa senjata dari balik pepohonan yang ada di sisi kanan dan kiri rombongan pedagang

__ADS_1


Tidak hanya dari balik pepohonan orang tersebut datang, belasan orang lainnya muncul di belakang rombongan pedagang, menutup jalan mereka agar tidak bisa kabur.


Arthur mengamati belasan perampok yang ada di bagian belakang rombongan pedagang lalu memandang sekitar yang berada pada bagian depan.


Biarpun mereka bersenjata dengan puluhan orang tetapi sebenarnya tidak menakutkan bagi Arthur, dengan kemampuan bertarungnya. Dia mampu menghadapi seratus perampok seperti ini tanpa terluka sedikitpun.


Beberapa prajurit bayaran yang menjaga rombongan pedagang menunjukan dirinya, mereka menarik senjata dan bersiap melindungi rombongan pedagang.


Tiba-tiba salah satu dari perampok yang menghadang jalan bagian depan memberi tanda, suara siulan dari dalam hutan terdengar bergantian.


Seiring dengan suara yang dibuat perampok, belasan anak panah melesat dari hutan dan mengenai beberapa prajurit bayaran. Sebagian terbunuh di tempat, sementara sisanya terluka parah karena anak panah tersebut.


Arthur menjadi waspada serta mengamati sekitar, dia menemukan ada belasan perampok yang berada di berdiri atas pohon sambil memegang busur sebagai senjata. setiap orang ini setidaknya merupakan pendekar kelas B, keahlian memanah mereka tidak buruk untuk orang biasa.


Arthur bisa saja menghabisi mereka tetapi akan banyak jatuh korban dari pihak pedagang.


Jika dia bertindak gegabah, akan banyak jatuh korban yang tidak diinginkan seperti nasib para prajurit bayaran. Para pedagang maupun pekerja sudah begitu ketakutan melihat nasib beberapa prajurit bayaran yang sekarang terbaring tidak bernyawa dan bersimbah darah.


Arthur berbisik pada pemimpin rombongan yang wajahnya pucat yang melihat banyak orang yang terluka bahkan ada yang tewas.


“Jangan melawan mereka sekarang, lihat situasinya dulu. Selama mereka tidak berusaha membunuh kita setelah menyerah, kita ikuti kemauan mereka.” bisik Arthur.


Arthur sebenarnya bisa memanggil Aron dan Ethan keluar dari cincin, tetapi dia tidak bisa mengambil resiko yang bisa membuat rombongan pedagang terbunuh.


Pemimpin rombongan mengangguk pelan sejak awal dia tidak berniat melakukan perlawanan. Biarpun perampok mengambil semua barang mereka, selama bisa mempertahankan nyawa maka semua bisa dimulai dari awal kembali.


“Jika kalian tidak ingin bernasib sama dengan para orang bodoh ini, jangan mencoba melawan.” teriak salah satu perampok dengan lantang sambil menunjuk orang yang sudah tewas.

__ADS_1


Para perampok mengeluarkan seluruh barang berharga, Arthur membantu mengeluarkan semua barang berharga dan mengumpulkannya di dalam satu tempat.


Arthur bahkan tidak memiliki satu barang apapun kecuali baju yang di gunakan, semua barangnya di simpan dalam ruang penyimpanan yang berada dalam cincinnya.


“Kita menangkap buruan besar kali ini!." Beberapa orang perampok memeriksa barang-barang yang dikumpulkan.


Para perampok tersebut mulai memindahkan barang ke sebuah gerobak yang sudab disiapkan sebelumnya.


“Kalian semua berlutut! jangan melawan saat anggota kami sedang mengikat kalian.”


Selesai mengurus barang hasil rampokan, salah satu perampok memberi perintah pada para perampok yang lain untuk mengikat para pedagang dan pekerjanya.


“Kami sudah memberikan semuanya, apa yang kalian inginkan lagi dari kami?.” Salah satu pedagang berontak, Pertanyaan tersebut dijawab dengan sebuah tebasan pedang oleh salah satu perampok.


Tebasan itu mengenai leher, membunuh pedagang tersebut. “Ada lagi yang ingin bertanya? Kalian bisa memilih, ikut kami dan dijual sebagai budak untuk tetap hidup atau mati disini sekarang.” Perampok tersebut menunjuk para pedagang dengan pedang yang masih bersimbah darah.


Semua memilih diam, beberapa pekerja bergegas memberikan pertolongan pertama pada pedagang yang masih hidup. sebelum mereka semua diikat oleh perarnpok.


“Oh, tangkapan kali ini bukan hanya besar, Lihat ada barang-barang bagus yang bisa dijual mahal.” Salah satu perampok menunjuk para gadis yang berada di rombongan pedagang.


Para gadis yang hidup dapat di jual sebagai penghibur para lelaki hidung belang untuk memuaskan nafsu mereka.


***


Terima kasih sudah membaca.


Dukung dengan Like dan Vote.

__ADS_1


__ADS_2