Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Kembali Dari Labirin


__ADS_3

Seorang pria paruh baya mendatangi Arthur yang sudah selesai makan dan langsung memukul meja yang ada di hadapan Arthur.


Ruangan yang begitu ramai dan berisik menjadi sepi, semua orang memoleh ke asal suara meja yang di pukul.


Arthur menatap pria yang memukul mejanya hal ini yang paling tidak di senagnya adalah orang yang mencari masalah padanya.


“Pengemis buat apa kamu datang kesini ?.” Pria itu berteriak di wajah Arthur, tapi dia mencoba untuk bersabar.


Arthur tidak mau membuat keributan saat dia baru kembli dari labirin dan mau bersantai untuk sementara waktu.


“Apa aku tidak boleh ke sini?. Lagian aku anggota guild ini?.” jawab Arthur dengan ketus.


“Mana kartu anggota mu?.”


Arthur langsung mengeluarkan kartu anggotanya yang berwarna hitam dan di lemparnya ke atas meja.


Semua orang yang melihat kartu Arthur tertawa. mereka tidak pernah melihat kartu hitam, setahu mereka kalau kartu guild berwarna perak. hanya beberapa orang yang tahu kartu hitam di guild.


Dina menahan nafas saat melihat Arthur duduk di meja dengan pakaian yang sudah bolong seperti pengemis. yang dia tahu kalau Arthur terjatuh kedalam labirin.


Dina langsung berlari memanggil Elisa Abony yang sedang ada di ruangannya.


“Kartu itu asli, kalau kalian tidak percaya bisa kalian tanyakan saja sama master guild ini.” ucap Arthur dengan santai.


Pria paruh baya itu kesal dengan ucapan Arthur, ia langsung memukul Arthur dengan tangan kanannya. pukulan tersebut di tangkap oleh Arthur dan mematahkan tangan pria itu.


“Ah..” Pria itu berteriak kesakitan, kini tangan kanannya patah.


Arthur memperhatikan sekitar banyak orang yang sudah menggenggam senjata mereka tapi Arthur tetap tenang dalam pikirannya kalau mereka berani maju akan membantai semua orang yang menyerangnya.


Dia tidak peduli lagi dengan nyawa orang yang tidak kenal semenjak kejadian yang membuatnya jatuh ke bawah labirin.

__ADS_1


Semua pendekar ingin maju menyerang, dengan cepat Arthur menarik pedangnya dan mengayunkannya ke lantai membentuk sebuah garis.


“Jika kalian tidak ingin mati jangan lewati garis itu.” Tatapan membunuh Arthur membuat semua orang menahan nafas, perlahan-lahan mereka mundur.


“Apa kalian bodoh, dia cuma menggertak saja.” Teriak pria yang tangannya sudah patah.


Pria itu memegang lehernya, dia tidak sadar kalau Arthur baru saja menebas lehernya. Kepalanya terjatuh ke lantai dengan mata yang masih melotot keluar.


Para pendekar berlarian keluar guild, mereka takut setelah melihat Arthur dengan mudah membunuh pendekar dengan sekali serangan tanpa terlihat.


“Apa yang terjadi di sini?.” Elisa mendatangi meja yang sedang ramai dan berhenti melangkah saat melihat mayat pendekar yang sudah mati dengan kepala yang terlepas dari tubuhnya.


“Arthur.” Panggil Elisa saat mengetahui itu adalah Arthur.


Elisa diberi kabar kalau Arthur terjatuh enam bulan lalu di labirin, saat tim Amano menyentuh jebakan yang memindahkan mereka ke lantai 65 di dalam labirin.


Tim Amano menceritakan semua kejadian kepada Elisa hanya Rin saja yang tidak percaya kalau Arthur sudah mati.


“Kamu benar-benar Arthur kan?. Syukurlah kamu masih hidup.” ucap Elisa sangat senang.


Arthur menganggap kalau penampilannya yang sekarang pasti tidak di kenal karena rambutnya cukup panjang dan menggunakan pakaian seperti pengemis.


“Tunggu sebentar, kamu pasti Arthur?” menahan Arthur untuk pergi, Arthur menghindari Elisa karena dia tidak mau mendengar semua pertanyaan Elisa.


“Tidak, anda salah orang” Arthur berusaha menghindari Elisa.


“Kenapa kamu menghindari ku dan ada apa dengan penampilan mu itu ?. Dan Apa yang terjadi kenapa kamu tidak langsung kembali?.” tanya Elisa yang penasaran.


Arthur hanya diam menatap arah lain, seperti yang dipikirkannya Elisa tidak berhenti bertanya padanya


“Arthur jawablah.” Teriak Elisa sedikit memaksa.

__ADS_1


“Master tenang lah.” ucap Dina yang melihat kelakuan Elisa yang di lihat pendekar yang masih ada di dalam ruangan.


“Aku terbawa emosi.” ucap Elisa melepas tangan Arthur yang dia tarik.


Elisa melihat sekeliling sudah banyak orang yang menatapnya, kemudian Arthur di ajak Elisa untuk ikut ke ruangannya untuk berbicara. Setelah duduk Elisa mulai berbicara.


Elisa melihat Arthur yang hanya diam tanpa memberikan penjelasan apa yang terjadi di dalam labirin.


“Aku senang kamu baik-baik saja, apa yang terjadi setelah itu.?” tanya Elisa.


Arthur menceritakan kalau dia harus berusaha bertahan hidup di dalam labirin dan butuh waktu untuk menemukan jalan keluar.


Tiba-tiba ada seorang pria masuk ke dalam ruangan dan langsung memukul meja di depan Arthur.


“Apa yang kamu inginkan?.” Arthur memperingatkan.


“Kamu harus menghormati master guild.” Teriak pria itu tidak lain adalah wakil di guild perisai perak.


“Kamu langsung masuk ke ruangan ini tanpa permisi.” jawab Arthur dengan santai.


“Selain itu kamu manusia kotor yang berbicara dengan master guild." Pria itu menatap Arthur dengan kesal, begitu sebaliknya Arthur menatap pria di hadapannya dan ingin membunuhnya.


“Meskipun kamu bukan siapa-siapa, kamu berani menentang wakil master guild perisai perak. Apa kamu tidak tahu!”


“Lelaki lemah.” Pria itu terdiam setelah mendengarkan ucapan Arthur, membuatnya bertambah kesal.


***


Terima kasih sudah membaca.


Dukung dengan Like dan Vote.

__ADS_1


__ADS_2