Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Asosiasi Langit Biru


__ADS_3

Arthur duduk tenang sambil memperhatikan sekitarnya. Terdengar suara langkah kaki yang mendekat dari balik pintu.


“Maaf membuat tuan menunggu lama.”


Arthur tersadar dari lamunannya saat seorang gadis berusia 20 tahun memasuki ruangan sambil tersenyum lembut padanya.


Gadis ini memiliki rambut panjang dan mengenakan gaun sutera yang biasanya hanya digunakan oleh kaum bangsawan besar ataupun keluarga kerajaan. Parasnya cantik dan mata hitamnya memancarkan cahaya yang hangat.


“Perkenalkan Tuan nama saya Kirana Agisha, aku yang bertanggung jawab atas toko ini.” Gadis cantik itu memperkenalkan dirinya.


“Kirana?”


Arthur mengerutkan dahinya saat mendengar nama tersebut, Arthur pernah mendengar pada saat bersama Rachel.


Kirana masih memasang ekspresi tenang tetapi hatinya sedikit cemas, seolah Arthur bisa mengetahui tentang dirinya.


“Mungkin aku hanya terlalu memikirkannya.” Kirana segera melupakan pikiran tersebut, kemudian memperhatikan Arthur yang duduk di hadapannya.


“Aku hanya ingin melihat saja, sepertinya tidak terlalu penting sampai harus berhadapan dengan orang sepenting nona Kirana.” Kemudian Arthur memperkenalkan dirinya.


“Namaku Arthur Linford.”


Kirana terlihat semakin kebingungan ketika mendengar nama Arthur, selain terdengar begitu asing, tidak ada keluarga bangsawan bermarga Linford di Kerajaan Asion.


“Tuan Arthur, boleh kutahu darimana anda mengetahui toko kami menjual obat pil yang dibutuhkan oleh pendekar?.” Kirana agisha tidak bisa menahan rasa penasarannya.


Arthur menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia mulai menangkap alasan Kirana sampai menemui dirinya padahal dia memakai pakaian usang.


Sepertinya Arthur datang terlalu awal sampai Asosiasi Langit Biru belum mulai menunjukan diri mereka, sebagai pemasar perlengkapan kebutuhan dunia.


“Nona Kirana, apakah semua itu penting?.” Arthur tersenyum penuh makna menanggapinya.

__ADS_1


Kirana mencoba membaca pikiran pemuda dihadapannya, namun dia tidak bisa menemukan sesuatu yang berguna baginya.


Menurutnya Arthur terlalu muda untuk mengetahui banyak hal, sehingga Kirana curiga Arthur hanyalah perwakilan dari seseorang yang menolak berhubungan langsung dengan asosiasi mereka.


“Tidak bijak menyinggung seseorang yang tidak diketahui latar belakangnya, Ayah selalu mengingatkan tentang hal ini.” batin Kirana, berusaha tetap tenang.


Setelah mempertimbangkan beberapa hal, Kirana tidak bertanya lebih jauh melainkan memanggil seorang pelayan untuk membawakan beberapa kotak berisi pil yang berguna bagi peningkatan tenaga dalam dan kekuatan jiwa.


“Kami baru membuka toko dan masih belum memiliki banyak persediaan, jadi hanya ini yang kami miliki saat ini.” Kirana menjelaskan sambil tersenyum lembut.


Arthur memeriksa pil tersebut satu persatu dan dia bisa mengenali semuanya. Senyum Kirana memudar ketika Arthur tidak bertanya tentang pil yang ditunjukannya.


“Tuan, Apa anda tidak tertarik dengan pil ini?.”


“Tentu tertarik, pil ini sangat bagus, aku hanya bisa melihat-lihat saja karena aku tidak memiliki koin untuk membelinya.”


“Oh, Maaf tetapi Tuan mengenali pil ini?.” ucap Kirana sambil menunjuk pil yang ada di meja.


“Tentu saja.” menjelaskan satu persatu pil yang ada di hadapannya dengan benar.


Tubuh Kirana bergetar saat mendengarnya, pil ini dia bawa dari Kota Alpa yang sulit ditemui di Kerajaan Asion, kecuali orang penting dari asosiasi yang membawanya.


Belum lagi diantara semua yang Arthur jelaskan ada dua pil yang dibuat oleh asosiasi mereka dan merupakan produk baru yang diberikan Jave dan yang belum pernah dipasarkan sebelumnya.


Jadi seharusnya tidak ada yang mengetahuinya, Kirana menjadi waspada karena Arthur terlihat semakin misterius.


“Pengetahuan tuan sangat begitu luas.”


Arthur mengaruk pipinya sambil tersenyum canggung, dia merasa biasa saja karena pil ini di buat oleh Jave salah satu teman Arthur.


“Nona Kirana, aku disini hanya melihat-lihat saja, aku tidak memiliki koin untuk membelinya.” Arthur menjelaskan tujuannya hanya untuk melihat.

__ADS_1


Kirana merasa kedatangan Arthur ke Asosiasi masih sangat misterius, dia menahan nafasnya, saat melihat pandangan Arthur ke belakang ruangan bukan tanpa alasan.


Ada seorang pendekar ahli kelas A yang sedang bersembunyi di sana, melindungi Kirana dan akan bergerak jika dibutuhkan.


“Tuan, mohon tidak tersinggung, gadis muda sepertiku membutuhkan perlindungan ketika bertemu dengan orang luar.” Kirana menundukan kepalanya dia takut membuat Arthur tersinggung.


“Nona Kirana tidak terlalu jauh dari kemampuan pendekar ahli kelas A diusia begitu muda, kurasa tidak perlu terlalu mengandalkan perlindungan orang luar di masa depan.” ucap Arthur sambil tersenyum menatap Kirana yang sudah mulai cemas.


Senyuman menghilang dari wajah Kirana, dia bukan gadis yang mudah dikejutkan tetapi selama berkomunikasi dengan Arthur dalam waktu begitu singkat dia tidak hentinya dibuat terkejut oleh pemuda di hadapannya.


“Kemampuan asosiasi kami mengumpulkan informasi sepertinya masih jauh dibawah kekuatan di belakang Tuan Arthur, kami tidak berani memamerkan kemampuan tidak seberapa di depan ahli sesungguhnya.”


Kirana berkata demikian karena tidak ingin Arthur berpikir mereka akan mencari informasi tentangnya yang bisa membuat Arthur marah.


Arthur tahu kalau Karina sangat penasaran tentangnya, walaupun sebenarnya merahasiakan kalau dia adalah pemimpin Asosiasi Langit Biru.


“Apakah aku bisa menjual ini?.”


Arthur mengeluarkan satu ekor serigala putih yang cukup besar dari penyimpanan ruangnya.


Raut wajah Kirana menjadi serius, dia bangkit dari tempat duduknya dan menjauh dari Arthur saat Arthur mengeluarkan serigala putih di samping meja .


Pendekar yang berada di balik ruangan juga menampakan diri dan melindungi Kirana yang terkejut membuat pendekar datang.


Arthur melihat reaksi tersebut namun dia segera memahami alasannya, Kirana pasti berpikir Arthur sangat berbahaya karena dapat membunuh serigala putih yang cukup besar dan mengeluarkannya dihadapan Kirana dengan mudah.


***


Terima kasih sudah membaca.


Dukung dengan Like dan Vote.

__ADS_1


__ADS_2