Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Mengalahkan Trombe


__ADS_3

Arthur melangkah sambil memainkan tongkat berlian ditangannya, memukul cabang yang datang menyerang dengan satu ayunan.


“Ruby bisakah kamu seperti itu?.” tanya Rias yang melihat tanaman yang di pukul dengan tongkat hancur.


Ruby menggeleng kepala, “Aku hanya bisa memotong saja tetapi menghancurkan, sepertinya aku tidak bisa.”


Mereka berdua duduk di atas atap rumah penduduk sambil menonton Arthur dari kejauhan.


Arthur terus memukul cabang yang datang menyerangnya, cabang itu terus menerus datang menyerang seperti tidak ada habisnya.


“Kekuatan regenerasinya sangat tinggi, kalau serangan biasa tidak mempan.” gumam Arthur terus mengayunkan tongkatnya ke kiri dan kanan sambil memikirkan cara mengalahkan Trombe dihadapannya.


“”Tuan Arthur, di belakang!.” teriak Rias dari jauh.


“Bisakah kamu diam dan lihat saja.” ucap Ruby dari sebelahnya, telinga Ruby sakit mendengar teriakan Rias.


Arthur menusuk cabang yang tiba-tiba muncul tanpa melihat kebelakang, ujung bawah tongkat emang Arthur buat runcing seperti tombak.


“Jangan bilang, selama ini kamu meremehkan tuan Arthur?.”Ruby menatap Rias menunggu jawaban.


“Tidak, aku hanya khawatir.” jawab Rias sedikit gugup, selama ini dia tidak mengetahui kekuatan dan mengira Arthur tidak sekuat yang disaksikannya.


Arthur mengalirkan aura kegelapan pada tongkat berlian miliknya, cabang pohon yang tersentuh menjadi layu dan mati.


Arthur mulai serius, tidak ingin membuang waktu mengurus tanaman yang tidak ada habisnya.


Cabang Trombe kembali datang menyerang, Arthur berlari menghindari cabang yang datang, sesekali memukul cabang.


Dia melompat ke atas cabang sambil terus berlari mendekati Trombe yang sedang berusaha menghentikan langkahnya.


Arthur melompat sangat tinggi mengalirkan tenaga dalam ke tongkat, tidak lupa dia menyelimuti tongkat berlian dengan aura kegelapan yang sangat hitam.


Trombe menyatukan semua cabang menjadi satu sehingga cabang yang mengarah ke Arthur sangat besar, di ujung cabang berubah menjadi runcing bersiap menusuk Arthur yang sedang melayang di udara.

__ADS_1


Arthur mengangkat tangannya ke belakang kemudian melemparkan tongkat berlian ke arah Trombe, tongkat yang di lempar melesat sangat cepat menembus cabang besar yang ada dihadapannya.


Semua cabang yang menghalangi laju tongkat berlian pun hancur tanpa tersisa hingga menembus batang Trombe yang besar.


Di bagian batang Trombe terdapat lubang yang sangat besar, akhirnya Trombe tumbang dan tidak lama semua akar beserta cabang mengering.


“Tuan Arthur, memang sangat hebat.” Ruby dengan cepat menghampiri Arthur.


“Itukah kekuatan pahlawan yang di ramalkan?.” gumam Rias yang mematung melihat lubang besar yang ada di batang Trombe, tidak percaya apa yang baru saja di lihatnya.


“Kalau dibiarkan akan berbahaya, segera kumpulkan benih-benih itu.” Arthur melihat beberapa buah Trombe yang matang mengeluarkan benih.


Rias tersadar saat mendengar suara Arthur yang memanggilnya, memerintahkan untuk mengumpulkan buah Trombe yang ada.


“Apa aku bisa manipulasi tanaman?.” gumam Arthur saat melihat buah Trombe, selama ini dia hanya memanipulasi bebatuan.


Arthur mengambil buah Trombe dari pohon yang tumbang, kemudian melemparkannya ke tanah.


Beberapa saat muncul Trombe kecil hingga membesar setinggi Arthur, tapi Trombe itu tidak bertahan lama dan akhirnya mati mengering.


“Tuan Arthur, apa yang anda lakukan?.” tanya Rias yang penasaran.


“Aku sedang menguji benih Trombe.” jawab Arthur dengan cepat.


“Tuan baru saja mengalahkannya, jadi tolong jangan lakukan hal yang berbahaya.” Rias takut kalau Trombe kembali muncul saat benih di taburkan di tanah.


Rias dan Ruby mengumpulkan beberapa keranjang buah Trombe, meletekkannya dihadapan Arthur.


Arthur mendekati Trombe yang sudah tumbang, " kalau seperti ini tidak ada habisnya." gumam Arthur melihat buah Trombe masih banyak menggantung.


“Pusaran angin.”


Arthur mengeluarkan sihir angin membuat buah yang ada melayang ke udara terkumpul menjadi satu, Arthur menggerakkan tangganya menyimpan semua buah trombe ke ruang penyimpanan.

__ADS_1


“Tuan Arthur, di mana buah Trombenya?.” tanya Rias dan Ruby bersamaan, buah yang melayang di udara tiba-tiba hilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.


Arthur belum menjawab, dia masih berjalan ke keranjang buah Trombe yang di kumpulkan Rias dan Ruby.


Betapa kagetnya mereka berdua melihat semua buah yang di kumpulkan ke dalam keranjang menghilang, meninggalkan keranjang yang kosong.


Masih menunggu jawaban Ruby dan Rias terus mengikuti Arthur yang berjalan kembali ke pengungsian penduduk yang berada diluar desa.


Hingga sampai Arthur belum saja menjawab pertanyaan itu, mereka berdua hanya bisa pasrah menanti jawaban yang belum tentu akan di jawab oleh Arthur.


Para penduduk desa mengucapkan terima kasih saat melihat Arthur memasuki pengungsian, mereka sudah tahu kalau mereka bertiga sudah mengalahkan Trombe.


Seluruh akar yang merambat di sepanjang jalan dan dinding kayu pengungsian sudah mengering dan mati.


“Trombe memang sudah kami kalahkan, tapi sisa-sisa akarnya kalian bereskan sendiri.” ucap Arthur, dia tidak ingin kalau para penduduk meminta bantua untuk membersikan akar itu.


“Bukanya.” ucapan Rias terhenti, dia ingin memberitahu kalau Arthur yang mengalahkan sendiri.


“Aku capek, jadi aku mau tidur.” Arthur sudah mengantuk di tambah langit sudah mau gelap.


Semua orang menatap punggung Arthur yang berjalan meninggalkan mereka, begitu juga dengan Rias dan Ruby yang masih penasaran kemana menghilangnya semua buah Trombe.


“Sebaiknya kita lupakan saja.” ucap Rias pada Ruby, mereka berdua mengangguk sambil menghela nafas karena kecewa tidak mendapat jawaban dari Arthur.


Di antara mereka berdua, Rias yang paling kecewa tidak tahu apapun tentang Arthur, padahal dia sudah cukup lama mengikutinya dari pada Ruby.


Arthur berjalan masuk kedalam kereta, dia membaringkan tubuh sambil memikirkan bahan yang di butuhkan untuk menyempurnakan senjata pusaka yang akan dibuatnya.


Tidak lama Arthur tertidur, belum selesai memikirkan bahan yang akan di gunakan untuk senjata pusaka.


***


Terima kasih sudah membaca.

__ADS_1


Dukung dengan Like dan Vote.


__ADS_2