Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Pengkhianatan


__ADS_3

Arthur menaiki anak tangga menuju kamarnya untuk beristirahat, kamar yang sudah dia pesan sebelumnya.


Nina tersenyum melihat Arthur tidak ada lagi di hadapannya, tidak tahu apa yang akan di rencanakan olehnya.


Di dalam kamar Arthur langsung berbaring sebelum itu dia sudah mengunci pintu dan meletakan kantong koinnya di atas meja. Kemudian melepas baju pelindung dan berbaring di atas kasur.


Pagi-pagi sekali terdengar langkah pasukan mendekati penginapan Arthur dan terbangun mendengar suara keributan dari luar. ada salah satu prajurit yang mendorbrak pintu kamar penginapan untuk masuk ke dalam.


Arthur ingin menggunakan baju yang di beli kemarin tetapi dia tidak menemukannya di tempatnya. Sebelum memeriksa barang miliknya dia menggunakan baju lamanya, untung Arthur tidak membuangnya dan menyimpannyan dalam ruang dimensinya.


Semua prajurit memenuhi kamar Arthur, setelah pintu kamar yang dibuka paksa terbuka. Semua pasukan mengarahkan tombak pada Arthur dan mereka tidak membiarkannya untuk mendengar penjelasan.


Pemimpin pasukan mendekati Arthur yang sedang berdiri di hadapannnya. Arthur bingung mengapa pasukan sudah ada di penginapan, mereka mengepung Arthur sehingga dia tidak bisa kabur dengan jumlah pasukan sekitar 20 orang.


“Raja telah memberikan perintah penangkapan untukmu, bekerja samalah.” pemimpin pasukan meminta Arthur agar ikut dengan mereka.


Arthur setuju tanpa melakukan perlawanan yang sekarang ada di dalam pikirannya, apa yang telah dia perbuat sampai harus di tangkap.


Arthur berjalan memasuki ruangan tiba-tiba dia di didorong hingga terjatuh di lantai, semua pasukan yang ada di dalam ruangan mengarakan tombak mereka ke Arthur.


“Ada apa sebenarnya?.” Arthur mulai kesal.


Terlihat Nina yang tersenyum padanya, menandakan jika dia telak menipunya bahkan semua orang mempercayai perkataan Nina.


Saat Arthur melihat ke arah meraka, Nina bersembunyi di belakang punggung Lavin karena takut dengan raut wajah sedih yang dia buat-buatnya.


Arthur yang melihat menjadi bingung, semua orang menatapnya dengan tidak suka.


Arthur sudah tahu kalau dia yang berbicara pasti tidak akan didengarkan, dari awal mereka sudah memandang rendah Arthur.


“Nina, bisakah kamu mengulang pengakuan mu?.” tanya Raja Berdin dengan penuh penyesalan.

__ADS_1


Nina memberitahu semua yang terjadi mulai minum anggur dan masuk ke kamarnya, Nina menangis sambil menutup wajah dengan kedua tangannya.


Arthur terkejut mendengar semua pengakuan yang keluar dari mulut Nina, bahkan dia siap menarik pedangnya untuk memotong kepala Nina.


Lavin menemukan Nina saat melewati kamar Nina, terlihat tubuh yang telanjang yang di balut dengan selimut dan dia pikir Arthur memperkosa Nina.


Arthur sudah tidak dapat menahan emosi menurutnya Nina telah mengkhianatinya, dia sudah berusaha sabar bahkan dunia menjadi musuhnya dia tidak takut.


Lavin melimpahkan semua kesalahan tanpa membiarkan Arthur untuk membela diri. Menurutnya Arthur telah melakukan kejahatan besar di negeri ini.


“Kau harus dieksekusi sekarang!.” Raja Berdin berkata dengan lantang.


Arthur terus membela diri walaupun dengan mudah dia dapat menghabisi mereka semua.


Pemimpin pasukan mendekati Raja Berdin sambil membawa bukti yang di temukan di dalam kamar Arthur. “Saya menemukan barang ini di atas kasur.” memperlihatkan pada semua orang.


“Itu adalah bukti yang tidak bisa kamu hindari lagi.” ucapan Raja Berdin, membuat seisi ruangan terdiam.


“Sayang sekali, aku memang punya firasat buruk mengenai keberadaan mu di sini.” salah satu dari tiga pendekar mulai meragukan Arthur.


Semua orang beranggapan Arthur sudah tidak bisa di maafkan, Lavin mengarahkan tombaknya ke Arthur dan Semua pasukan ikut mengarahkan tombaknya ke leher Arthur.


“Apa maksudnya ini?. Nina, kenapa kamu melakukan hal sejahat ini?. bukankah kita rekan?.” Ini kedua kalinya Arthur dikhianati oleh rekannya, Nina yang mendengar tersenyum.


“Sejak awal, kau ingin mempermainkan ku!.” Arthur sudah tidak bisa menahan kesabaran lagi.


“Dia menakutkan, tuan Lavin." Nina memeluk Lavin yang berada di dekatnya.


“Sebagai penjahat, bicara apa kamu itu?.” ucap Lavin.


Arthur menundukkan kepalanya, menyesal sudah mempercayai Nina, dia sudah bersiap membunuh semua orang yang ada di dalam ruangan.

__ADS_1


Arthur masih berdiri di kelilingi pasukan yang menjaganya, kemudian dia melihat sekitar banyak orang yang menatapnya.


“Menilai orang dari luarnya, karena aku di anggap lemah, mereka pun menjatuhkan ku. mereka ingin terlihat baik dengan menjatuhkan orang lain.” gumam Arthur.


Arthur ingin melangkah pergi meninggalkan ruangan itu, dua orang prajurit menghalangnya dengan menyilang tombak.


“Setalah berbuat kejahatan, kau mau melarikan diri!.” Raja berdin memerintahkan pasukannya untuk menahan Arthur.


“Baiklah cepat suruh mereka semua menyingkir.”


Arthur berusaha tidak membunuh pasukan yang ada di sekitarnya karena mereka hanya mengikuti perintah.


“Aku ingin sekali mengabulkan permintaanmu itu, tapi aku tidak bisa membebaskan orang jahat seperti mu jadi kami memutuskan untuk menghukum mati mu.” Raja Berdin membiarkan Arthur pergi.


“Berarti, aku tidak bisa bebas. Kalau begitu aku akan bertindak dengan caraku sendiri.” Arthur menarik pedang bayangannya dari penyimpanan, membuat semua pasukan mundur ke belakang.


“Jangan bergerak.” Ucap salah satu Prajurit kemudian mereka semua mendekati Arthur lagi.


Arthur mengayunkan pedangnya membuat tebasan angin yang mengarah ke semua pasukan yang mengepungnya, Mereka semua terlempar ke belakang.


Semua yang ada di dalam ruangan terkejut melihat kekuatan Arthur yang begitu mengerikan.


“Kamu mau menghukum ku karena kebohongan yang kalian buat.” Arthur mengarahkan pedangnya ke Raja Berdin.


Raja Berdin menjadi khawatir akan diserang oleh Arthur, dia merasakan bahaya saat Arthur mengangkat pedangnya. Semua masukan yang ada berbaris di depan Raja untuk melindungi jika Arthur menyerang.


Semua pendekar bersiap untuk menyerang Arthur, bahkan mereka berencana membunuh Arthur saat mendapat kesempatan.


***


Terima kasih sudah membaca.

__ADS_1


Dukung dengan Like dan Vote.


__ADS_2