
Pagi hari di dalam ruangan mereka semua sudah berkumpul, banyak para bangsawan yang melihat mereka. Di sana juga sudah berbaris para pendekar dengan berbagai kemampuan yang akan menemani perjalanan mereka
Ke empat pendekar akan membentuk kelompok sendiri untuk melindungi wilayah kerajaan Asion dari ancaman makhluk dari dunia lain.
Lavin melirik wanita cantik yang ada di barisan calon pendekar yang akan menemani perjalannya, dia terkenal suka bermain dengan wanita dan selalu baik pada setiap wanita cantik yang di temuinya
“Baiklah, para pendekar bersiaplah memulai perjalanan kalian.” ucap Raja Berdin dengan lantang dan di sambut sorakan semua orang yang ada di dalam ruangan.
Calon pendekar berjalan ke arah ke empat pendekar terpilih, masing-masing dari mereka memilih pendekar yang akan memimpin perjalanan mereka.
Arthur menyadari tidak ada seorang pun yang ikut dengannya, tapi dia tidak peduli menurutnya cukup dirinya saja sudah cukup.
Semua bangsawan berusaha menahan tertawa mereka terlihat tidak satupun orang yang memilih Arthur sebagai pemimpin karena sedang berada di hadapan Raja.
“Sudah kuduga hal seperti ini akan terjadi.” Raja Berdin melihat tidak ada satupun pendekar yang mengikuti Arthur.
Penasehat berbisik kepada Raja Berdin kemudian dia mengangguk pelan setelah mendengar.
Di seluruh penjuru kerajaan Asion sudah tersebar berita tentang Arthur sebagai pendekar lemah yang tidak mempunyai kemampuan.
“Jadi ada rumor semacam itu, ya?” ucap Raja Berdin sambil mengangguk mengerti.
Arthur yang penasaran bertanya pada Raja Berdin. “Apa telah terjadi sesuatu?.”
“Sebenarnya, menurut rumor salah satu pendekar tidak memiliki kemampuan bertarung. Kamu sudah mendapat julukan pendekar terlemah dari ke empat pendekar terpilih.”
“Hah.” Arthur tidak habis pikir.
Menurut ramalan, seharusnya para pendekar memiliki energi jiwa yang tinggi dari situlah mereka meragukan Arthur
Arthur tidak peduli dengan rekan yang lemah seperti mereka, dia sudah memiliki empat pengikut yang kuat.
“Tuan.” panggil seorang wanita. Kemudian berjalan ke arah Arthur dan wanita itu menawarkan dirinya untuk menjadi rekan seperjalanan Arthur.
__ADS_1
“Yang benar saja, wanita ini ingin menjadi rekanku setelah mendengar rumor itu?” gumam Arthur bingung, dia ingin menolak tapi semua mata mematapnya.
Raja berdin melihat tidak ada yang mau mengikuti Arthur. “Tuan Arthur, mulai sekarang kamu bebas untuk merekrut anggota mu sendiri.”
“Baiklah.” jawab Arthur dengan tenang dan wanita itu berjalan ke samping Arthur lalu tersenyum.
Berjalan beberapa orang sambil membawa kantong koin perak untuk di berikan kepada para pendekar.
“Ini akan menjadi perbekalan awal kalian, terima dan gunakan dengan bijaksana.” Raja Berdin berkata demikian sambil meminta para pelayan membagi kantong peraknya.
Arthur mendapatkan 1000 keping koin perak, sedangkan pahlawan lain masing-masing mendapat 800 koin perak.
Setelah menerima kantong berisi perak semua pendekar memulai perjalanan mereka untuk mengumpulkan kelompok dan melindungi kerajaan Asion.
Mereka semua berjalan meninggalkan istana di ikuti rekan mereka dari belakang.
“Arthur!. pastikan kau melindunginya dengan baik.” Teriak Lavin sambil tersenyum menatap wanita yang ada di samping Arthur.
“Kalau waktunya tiba, kita akan bertemu lagi.” Wiliam berkata tanpa ekspresi dan mereka bertiga pergi dari pandangan Arthur.
Wanita itu mendekati Arthur. “Nama saya Nina Servin, mulai sekarang mohon kerja samanya.” Nina mengulurkan tangannya.
“Namaku Arthur Linford, salam kenal.” Arthur menjabat tangan Nina, berusaha menerima mempercayai Nina.
“Dia gadis yang baik dan juga ramah, tapi dia sudah memilihku menjadi rekannya. Aku menghargainya.” gumam Arthur sambil melihat Nina tersenyum.
“Baiklah ayo pergi.” Nina akan mengajak Arthur untuk berkeliling ibu kota.
Arthur berjalan melewati pasar terlihat ibu kota yang ramai dengan para penduduk melakukan kegiatan berbelanja di pasar dan banyak anak-anak yang sedang bermain.
Arthur berpikir apa yang harus dilakukan sekarang, dia ingin mendatangi toko yang menjual pakaian pelindung. Arthur membutuhkan beberapa baju karena dia tidak bisa menggunakan baju yang sama dalam waktu lama.
“Benar juga, dengan uang sebanyak itu kita bisa membeli perlengkapan yang bagus. saya antar ke toko yang menjual barang bagus, ya.” Nina menawarkan diri, Arthur setuju dan Nina berlari sambil menariknya.
__ADS_1
“Syukurlah aku dapat rekan yang baik.” gumam Arthur kemudian mengikuti langkah Nina.
Akhirnya mereka tiba di toko yang di sarankan oleh Nina. “Ini toko yang saya maksud.”
“Jadi ini toko persenjataan, ya?.” Ini pertama kalinya Arthur masuk ke dalam toko yang menjual banyak senjata.
“Selamat datang, anda baru pertama kali ke sini, ya ?.” ucap pria berbadan besar saat melihat Arthur datang dan menyambut Arthur dengan hormat
“Nona, apa kita pernah bertemu sebelumnya?.” Pria itu berusaha mengingat wanita yang bersama Arthur.
“Kemarin-kemarin aku juga pernah datang ke sini. Di daerah sini, toko paman itu cukup terkenal.” ucap Nina tersenyum.
“Senang sekali mendapat pujian. Lalu tuan yang memakai baju usang itu siapa?.” pria pemilik toko menatap Arthur
“Paman pasti sudah tahu, kan?.” Nina menjelaskan kalau Arthur adalah salah satu pendekar yang terpilih.
“Oh.. jadi kau adalah pendekar yang dirumorkan itu. Karena tidak memakai senjata berarti kau yang terlemah, ya ?.” Pria itu memperhatikan Arthur dari bawah sampai atas.
Pria pemilik toko menyadari rumor yang itu tidak benar menurutnya pemuda yang ada di hadapannya menyembunyikan kemampuannya.
“Kenapa rumornya sudah menyebar luas?. Biarlah, aku juga tidak peduli.” batin Arthur dan kemudian memperkenalkan dirinya.
“Nama ku Arthur Linford.”
“Arthur, ya?. Selama kamu menjadi pelanggan ku, itu tidak ada hubungannya. Salam kenal ya ,nak.” ucap Pria itu tersenyum lembut.
Arthur melihat-lihat isi dalam toko itu, mencari perlengkapan yang dia butuhkan untuknya.
***
Terima kasih sudah membaca.
Dukung dengan Like dan Vote.
__ADS_1