
Rias membiarkan Arthur tertidur dipelukannya, dia membaringkan lalu meletakan kepala Arthur di atas paha membiarkan Arthur untuk istirahat. Rias merasa perjuangan Arthur selama ini cukup berat, dunia mengalami banyak perubahan karena serangan musuh dari dunia lain.
Arthur perlahan-lahan membuka matanya. " Selamat pagi tuan Arthur." ucap Rias saat Arthur bangun dari tidurnya. Arthur mengubah posisinya menjadi duduk, dia bertanya pada Rias mengapa dia bisa tertidur di sini, Rias tersenyum menjawab kalau Arthur kelelahan selesai bertarung dengan Lavin.
Mereka beruda berjalan keluar tidak lupa Rias membawa makanan yang dia simpan semalam saat pesta perjamuan. dia memberikan makanan itu pada Arthur.
" Ini kamu yang buat ?." tanya Arthur sambil melihat makanan yang ada ditangannya.
" iya, walaupun saya hanya mencampurkan makanan sisa dari jamuan istana semalam." jawab Rias sambil melihat Arthur menyantap makan itu.
" kamu Rias, kan ?." tanya Arthur, dia memandang Rias cukup lama. Arthur masih bingung Rias tumbuh dengan cepat dari awal dia tidak pernah terlalu memperhatikan itu.
" hah.." Rias terkejut Arthur tidak mengenalnya lagi.
" tidak, aku masih belum percaya." Arthur memberitahu, tubuh Rias yang kecil sekarang sudah menjadi gadis yang sangat cantik itu yang membuat Lavin iri pada Arthur.
Rias tersenyum, " saat kekutan jiwa ras kami meningkat di usia anak-anak, tubuh kami akan mengikutinya. kami bukanlah manusia karena itulah kami disebut ras mosnter." Rias menjelaskan pada Arthur.
" begitu ya." akhirnya Arthur paham mengenai perubahan tubuh Rias, mereka berdua melanjutkan makan, Arthur juga sudah dapat merasakan makan yang dia makan.
Rias menganggil Arthur yang sedang diam menatap makannya, " ada rasanya, enak." ucap Arthur kemudian melanjutkan makan.
" Mulai sekarang, kita sering-sering makan-makanan yang enak, ya ?." ucap Rias.
" Tuan Arthur ayo kita berjuang." Rias menarik tangan Kemudian mereka melanjutkan perjalanan.
***
Di kota Bertion sebuah kota pengrajin senjata untuk pasukan kerjaan.
Dua pelayan sedang memakaikan dan merapikan baju seorang wanita yang sedang memandang keluar jendela, dia sedang berbicara dengan seorang berjubah hitam mengenakan topeng menutup wajah yang ada diluar jendela.
" Raja sampai melakukan perbuatan seperti itu." ucap wanita itu, dia adalah seorang Ratu.
" Sepertinya semua karena ulah putri Nina." ucap gadis berjubah hitam.
Ratu menanyakan keadaan Arthur, gadis berjubah hitam itu menjelaskan kalau Arthur pergi ke tempat penjualan budak dan membeli seorang budak.
__ADS_1
Ratu awalnya khawatir, namun berita di panggil empat pahlawan oleh kerajaan Asion bahkan telah menimbulkan kegaduhan di negeri ini.
" Perselisihan yang mungkin akan terjadi antara negara harus segera di selesaikan." Ratu mendapat banyak masalah karena hanya kerajaan Asion, diam-diam membentuk empat pahlawan kerajaan.
" Kami akan melanjutkan pengawasan di kerajaan." ucap gadis berjubah hitam, dia adalah pasukan khusu milik Ratu.
" Aku mengandalkan kalian." ucap Ratu, kemudian gadis berjubah hitam itu pergi.
Semua pahlawan berkumpul di istana, mereka akan di beri upah karena telah menjalankan tugas serta melindungi negeri dari gelombang serangan monster dunia lain.
Raja memberikan hadiah masing-masing 3000 perak kepada Wiliam, Lavin dan Philip. hanya Arthur yang mendapat jatah yang sedikit yaitu 500 perak.
Semua pahlawan menerima sekantong perak yang di berikan oleh pelayan Raja, saat Arthur ingin mengambil Raja meminta Arthur untuk mengganti biaya penghapusan segel budak, kali ini Arthur tidak mendapatkan bayaran.
Arthur yang mendengar mengerutkan dahi, dia menatap Raja Berdin yang mulai tidak adil padanya.
" Hal itu benar-benar tidak adil, dalam duel kedua pahlawan kemarin terdapat kecurangan. Membebaskan budak degan paksa, bukankah kejam jika anda tidak memberikannya upah ?."
Philip tidak menerima dengan perbuatan Raja terhadap Arthur yang tidak memberikannya hadiah itu.
" Memang benar, kalau menurut peraturan. sudah jelas Arthur yang menang." ucap Wiliam yang ikut berbicara.
" Itu tidak benar, tuan Wiliam dan tuan Philip, dalam duel satu lawan satu tidak ada yang melakukan kecurangan." Nina membela Lavin.
" Perbuatan yang menggunakan sihir untuk menyerang Arthur merupakan pelanggaran."
" Yang juga menggantikan kesatria kerajaan melindungi desa adalah Arthur, setidaknya kerajaan memberinya upah untuk biaya hidup." ucap Philip dan Wiliam bergantian.
Nina kesal mendengar ucapan kedua pahlawan itu, dia tidak terima kalau Arthur mendapatkan upah.
" Kalau begitu, akan ku berikan upah yang kecil untuknya." Raja Berdin membiarkan Arthur mengambil 500 koin perak.
Arthur mengambil dengan kasar dari tangan pelayan itu, Raja Berdin menyuruh Arthur untuk jangan lagi menunjukan wajahnya.
Arthur yang mendengar merasa terhina, dia ingin maju menghampiri Raja Berdin yang sedang duduk di kursi tetapi langkah Arthur di hentikan Rias.
" Tuan Arthur, kita harus bersyukur. dengan begitu, kita tidak perlu lagi membuang-buang waktu datang ke sini." Rias membuat Raja Berdin yang mendengar menjadi kesal.
__ADS_1
Arthur tersenyum, lalu dia mengajak Rias untuk pergi. Rias tersenyum senang sambil mengikuti Arthur dari belakang.
Rias mengajak Arthur untuk pergi ke tempat penjual budak, dia ingin memasang kembali segel budak.
Sebenarnya Arthur tidak ingin Rias memasang kembali segel budak itu tetapi Rias memaksa agar dia bisa mendapat kembali kepercayaan Arthur.
" Makhluk kurus kering yang saya jual waktu itu ternyata bisa jadi barang berharga seperti ini, ya." Revil menatap Rias dari ujung kaki sampai kepala.
" Kalau sudah tidak perawan, ku hargai dengan 30 koin emas." Revil menujukkan tiga jari pada Arthur.
" Aku masih perawan!." teriak Rias yang kesal dengan wajah yang memerah.
Revil terus menaikan harga sampai harga 50 koin emas. " Harganya sampai 50 koin emas, ya ?." Arthur menggaruk kepala sambil berpikir.
Rias berteriak memanggil Arthur, dia tidak mau kalau di per jual belikan. Arthur hanya tertawa melihat Rias yang kesal.
Arthur berhenti di toko yang menjual obat sihir, dia berjalan masuk untuk membeli obat penyembuh luka untuk Rias.
" Kerabat ku di desa terselamatkan, berkat perlindungan dari tuan Arthur." ucap pemilik toko saat mengenali Arthur.
Arthur tidak mengenali orang yang ada di depannya, dia masih mencoba mengingat.
Rias berbisik ke telinga Arthur, " mungkin salah satu orang yang sempat kita tolong waktu itu ?."
" Entahlah." Arthur malas mengingat lagi.
Pemilik toko memberikan Arthur sebuah buku, di dalamnya tertulis cara meracik ramuan yang berkualitas tinggi yang bisa di buat.
" Saya berikan sebagai hadiah, silakan dipakai." Pemilik toko memberikan buku cara meracik ramuan sihir, dia juga mengingatkan Arthur untuk mengunjungi nenek penjual di toko alat sihir.
****************************************
Terima kasih sudah membaca.
Dukung dengan Like, vote dan komen ya?.
Jangan lupa follow dan gabung di grup.
__ADS_1
****************************************