Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Ep 71. Menghalangi Jalan


__ADS_3

Arthur hanya tidur di kereta semalam dia tidak tidur karena mengurus rencana yang akan di dilakukan dalam waktu dekat, dia menyerahkan kemudi kereta kuda pada Rias.


Kemarin saat setelah mempersiapkan barang Arthur mengajarkan Rias untuk mengendalikan kereta kuda, Rias sudah belajar beberapa hari lalu saat menunggu baju Ruby selesai dan kemarin dia di tes Arthur untuk membuktikan hasil latihannya.


Seperti yang di katakan usaha pasti akan membuahkan hasil jika dilakukan dengan baik itu yang di pikirkan Rias sambil memacu kudanya menuju desa Lumber.


Dari jauh Rias melihat sekelompok pria menunggu mereka, dia menyipitkan mata sambil melihat ke arah senjata yang dipegang kelompok pria itu.


" Tuan Arthur, ada banyak orang di depan sana ?." panggil Rias yang terus menatap kelompok pria yang ada di tengah jalan.


" Itu sih perampok." ucap Ruby dengan santai, dia sedang duduk di atap kereta.


Ruby langsung mengenali kelompok yang ada di depan mereka, pria berwajah seram dengan senjata di tangan mereka menunggu mangsa yang akan lewat.


Arthur bangun sebentar melihat kelompok perampok yang ada di depan jalan mereka, Arthur kembali tidur setelah melirik sekilas menurutnya kelompok itu tidak berbahaya untuk mereka.


Arthur juga sudah memodifikasi kereta yang di naiknya, dia memberi sihir pelindung pada lapisan kereta sehingga badan kereta sekeras besi jadi dia tidak takut apabila ada serangan panah yang mengarah pada kereta miliknya.


" Tuan Arthur, kenapa anda kembali tidur." panggil Rias yang melihat Arthur tidur kembali.


" Ruby." sekarang Rias memanggil Ruby.


" Ada apa Rias ?." jawab Ruby dengan polos, tubuh Ruby emang kecil tapi, dia sangat cerdas untuk anak seusianya.


Risa bertanya pada Ruby, " apa yang harus kita lakukan ?." Rias ingin menghentikan keretanya.


" Jalan saja terus." ucap Ruby membuat Rias bertambah panik, beberapa kali dia melirik Arthur meminta jawaban tetapi Arthur pura-pura tidak dengar dan melanjutkan tidurnya.


" Kalau kita dirampok bagaimana ?." tanya Rias, kereta mereka semakin dekat dengan kelompok perampok yang ada di depan mereka.


" Bunuh saja mereka." jawab Ruby dengan cepat.


Sifat Ruby hampir mirip dengan Arthur, menurut mereka yang menghalangi jalan adalah musuh.


" Berhenti." ucap ketua kelompok perampok yang memimpin 20 orang bawahan.

__ADS_1


Rias menghentikan kereta tepat dihadapan kelompok perampok yang sudah menunggu mereka dari tadi.


" Kudengar di dalam kereta ada banyak ramuan sihir, ramuan itu ada kan." tanya pria yang ada di samping ketua mereka dengan wajah yang dipenuhi luka.


" Jika kalian menyerahkan semua barang yang kalian miliki, kami akan akan mengampuni nyawa kalian." ucap ketua kelompok itu.


Perampok sudah mendengar cerita kalau pahlawan lemah yang mengantarkan ramuan sihir ke desa Lumber tapi mereka tidak tahu betapa bahayanya Arthur.


" Jadi kalian akan mengampuni nyawa kami ?." suara terdengar dari dalam kereta.


" Ternyata kamu lumayan cerdik, pasti kamu pahlawan yang diceritakan itu." ucap salah satu perampok.


Para perampok terpesona oleh kecantikan Rias, di tambah dirinya sebagai seccubus membuat para perampok tertarik padanya.


" Sepertinya kita malam ini akan bersenang-senang." Ketua kelompok menatap Rias penuh nafsu.


Ruby tertawa melihat perampok yang ada merasa jijik, dia berdiri mengangkat sabit besarnya.


" Harusnya aku bertanya pada tuan Arthur, apa dia akan mengampuni nyawa kalian ?." Ruby turun dari atap kereta lalu duduk di samping Rias yang sedang duduk memegang tali kuda.


" Lakukan lah sesuka kalian." ucap Arthur yang masih tetap berbaring di dalam kereta.


Arthur tidak khawatir pada mereka berdua, dia sudah merasakan aura membunuh Ruby sangat kuat.


Para perampok itu kemampuan mereka hanya setara pendekat kelas c tingkat awal.


" Sebaiknya kalian habisin semua perampok itu jangan biarkan tersisa." perintah Arthur, dia tidak mau kalau perampok ini membuat orang yang tidak bersalah menjadi terluka.


Walaupun Arthur sangat kejam tetapi dia sangat menghargai orang yang baik dan tidak bersalah.


" Kami memiliki pendekar yang sudah mencapai kelas B tingkat awal." ucap ketua kelompok dengan percaya dirinya, muncul seorang pria membawa pedang dari belakang mereka.


Pria itu tersenyum pada Ruby, dia berjalan sambil memegang gagang pedang bersiap menarik saat dibutuhkan.


" Ah.." teriak pria itu saat tangan kanannya putus, dia belum sempat menarik pedangnya.

__ADS_1


Sabit Ruby sudah meneteskan darah dari ujung pisau, tanpa mereka sadari Ruby sudah mengayunkan sabit pada pria itu.


Arthur tersenyum kalau dia memiliki bawahan yang sangat kuat, jadi menurutnya dia tidak harus turun tangan jika ada musuh yang menghalangi jalan mereka.


Pria yang membawa pedang menahan sakit di tangan kanannya, dia kembali menarik pedang menggunakan tangan kiri.


Untuk kedua kalinya dia tidak sempat menarik pedang keluar dari sarung miliknya, dia jatuh ketanah dengan kehilangan kepala.


Ruby berdiri dihadapan perampok sambil memegang kepala pendekar kelas B yang di bangga-banggakan itu.


" Rias serahkan semuanya pada ku." ucap Ruby saat Rias mau membantu dirinya.


" Sudah lama aku tidak membunuh orang." Ruby berjalan maju mendekati perampok dengan tersenyum.


Semua perampok baju menyerang Ruby yang berjalan ke arah mereka, Ruby menebas kepala perampok yang maju dengan sabit miliknya.


Tidak butuh waktu lama Ruby sudah membunuh hampir setengah dari perampok yang ada.


" Ketua apa yang harus kita lakukan ?." tanya salah satu perampok yang melihat anggotanya mati kehilangan kepala.


Ketua perampok itu memerintahkan semua anggotanya yang masih hidup untuk lari, tetapi Ruby tidak membiarkan itu.


Ruby melempar sabitnya, sabit berputar ke arah ketua perampok yang sedang berusaha kabur.


Seluruh anggota perampok yang berlari di belakang ketua perampok mati terkena putaran sabit milik Ruby seperti baling-baling yang mengejar.


" Tolong ampuni.." belum selesai berbicara perampok itu mati terkena sabit Ruby yang masih berputar ke arahnya.


Ruby menangkap sabit yang kembali berputar ke arahnya, dia mengayunkan sabit miliknya untuk membersikan darah perampok yang menempel.


****************************************


Terima kasih sudah membaca.


Dukung dengan Like, vote dan komen ya?.

__ADS_1


****************************************


__ADS_2