
Pagi hari Rias bangun lebih dahulu pada Arthur, dia terkejut melihat seorang gadis kecil sedang memeluk Arthur.
" Tuan Arthur." Panggil Rias berusaha membangunkan.
Arthur membuka mata perlahan sambil mengumpulkan tenaga dan tubuhnya merasa berat sesuatu ada yang menindinya.
Arthur bangun lebih lambat dari biasanya karena semalam dia menjaga Rias yang sedang kurang enak badan.
Tanpa sadar Arthur menyentuh tubuh gadis kecil yang sedang tidak mengenakan baju tertidur di sampingnya, kira-kira umurnya 11 atau 12 tahunan.
Gadis kecil itu bangun sambil mengusap matanya, dengan cepat Arthur langsung mundur menjauh dari gadis kecil itu.
Gadis kecil mengambil jubah merahnya dan langsung memakainya, Rias merasa malu melihat tubuh mungil gadis bertudung merah yang ada di hadapannya.
" Siapa gadis itu ?." tanya Rias berdiri mematung dengan penuh selidik.
" Selamat pagi tuan." ucap gadis bertudung merah dengan tersenyum polos.
Semalam gadis kecil itu terus mengawasi Arthur hingga tertidur, dia memutuskan untuk mendekati dan melihat Arthur dari dekat.
Tidak tahu kenapa gadis kecil merasa ngantuk tanpa sadar dia berbaring dan memeluk Arthur, gadis kecil merasa kehangatan yang terpancar dari Arthur.
" Tuan ?." Arthur bingung dengan gadis kecil yang ada di depannya.
" Dia siapa ?." Rias terus bertnya-tanya pada Arthur.
" Mana kutahu ?." jawab Arthur dengan cepat, Gadis kecil itu hanya tersenyum melihat Arthur dan Rias berdebat.
" Sebelumnya perkenalkan nama ku Ruby Rose." ucap Ruby sambil mengangkat sabitnya.
Arthur tidak bisa merasakan kekuatan jiwa milik Ruby tetapi tenaga dalam yang di milikinya sangat tinggi.
" Apa yang kamu inginkan ?." ucap Arthur, Rias berlari ke arah Arthur mereka meningkatkan kewaspadaan.
__ADS_1
" Aku hanya ingin bertarung dengan mu, kalau aku kalah aku akan menjadi budak mu tetapi kalau aku yang menang kamu harus jadi budak ku." ucap Ruby sambil mengarahkan sabitnya ke Arthur.
Arthur menggaruk kepala dia tidak ingin memperlakukan anak kecil dengan kekerasan, Rias yang mendengan menjadi kesal.
Rias berlari maju ke arah Ruby langsung menghilang dan muncul di belakang Rias, kekuatan Rias masih jauh dari pada Ruby.
Rias terkena pukulan sabit Ruby dari belakang hingga Rias terlempar, dia tidak sempat menghindari serangan Ruby yang cepat.
Ruby memiliki gerakan yang sangat cepat dan lincah dengan tubuh kecilnya yang lentur dan cara menggunakan sabit yang seperti salah satu anggota tubuhnya.
" Langkah cepat."
Arthur langsung menghilang menangkap Rias yang terkena serangan sabit Ruby, dia hanya memukul Rias dengan bagian tumpul sabit.
Arthur meletakkan Rias yang pingsan ketahan, dia menggaruk kepala sambil mengingat sabit yang dipegang Ruby.
Arthur menarik sabit kegelapan dari penyimpanan ruangnya, itu adalah senjata ciptaannya sendiri.
Sabit yang di keluarkan Arthur adalah senjata pencabut jiwa mengeluarkan aura membunuh yang kuat, itu adalah gabungan senjata dengan buku kegelapan yang dia pelajari.
Ruby tetap berdiri dengan tenang jika orang biasa mereka akan sesak nafas bahkan bisa langsung pingsan merasa tekanan membunuh yang sangat kuat.
" Di sangat kuat." gumam Ruby tersenyum menatap Arthur.
Ruby bukan berasal dari kerajaan Asion, dia dari kerajaan yang berada di barat kerajaan Asion, dia hanya berjalan tanpa arah tujuan hingga mendengar rumor Arthur adalah pahlawan lemah yang memperkosa wanita.
Ruby berjalan memasuk ke wilaya kerajaan Asion sambil membunuh semua monster yang dia temui, hingga dia memutuskan untuk melihat dan membuktikan sendiri rumor itu.
Setelah lelah mengawasi Arthur, dia ingin mengikuti Arthur karena itu dia mengetes kemampuan milik Arthur.
" Ayo kita mulai." ucap Arthur yang menghilang dari pandangan Ruby.
Ruby Rose mencari keberadaan Arthur, dia menatap sekeliling. " Apa dia kabur ?. jadi benar dia pahlawan lemah." gumam Ruby, tanpa dia sadar Arthur sudah berdiri di belakang.
__ADS_1
" Aku di bekalang mu." ucapan Arthur mengagetkan Ruby, dia melompat menjauh dari Arthur.
" Gadis seperti ini harus diberi pelajaran agar tidak meremehkan lawannya." gumam Arthur sambil tersenyum penuh makna.
Arthur menyerang Ruby dari depan, gerakan cepat Ruby masih kalah dengan Arthur hingga baju merah ke sayang miliknya robek dan membuat luka di bahu Ruby.
Arthur menyadari luka Ruby kembali menutup, dia berpikir apakah Ruby abadi.
" Apa kamu ras vampir ?." tanya Arthur, Ruby hanya menjawab dengan menggeleng kepala.
Arthur bertarung tidak serius dia ingin melihat kemampuan Ruby, hingga mereka bertukar hingga puluhan jurus.
Arthur menyadari Ruby memiliki kemampuan setara pendekar kelas A bahkan lebih hebat dari tiga pahlawan kerajaan Asion tetapi stamina Ruby masih kurang untuk bertarung cukup lama.
Kemampuan Ruby menggunakan sabit hampir sebanding dengan Arthur akan tetapi Arthur belum mengeluarkan seluruh kemampuannya.
Bila Ruby dilatih lagi mungkin dia bisa menjadi lebih kuat dari sekarang dan menurut Arthur, dia adalah aset yang sangat berharga jika dilatih dengan baik.
" Aku mengaku kalah." ucap Ruby dengan nafas yang terengah-engah sambil melihat Arthur yang masih belum kelelahan sedikitpun.
Ruby berjalan mendekati Arthur, dia langsung berlutut dihadapan Arthur. " Seperti yang di janjikan saya akan melayani tuan." ucap Ruby.
Akhirnya Arthur menerima Ruby sebagai pengikutnya, dia bertanya banyak dari Ruby hingga jurus yang dipelajari Ruby.
Rias masih terbaring, dia belum sadarkan diri. Arthur masih mendengar semua jawaban Ruby.
Ruby juga menceritakan semuanya dari desa tempat tinggalnya di serang hingga kakek dan nenek yang merawatnya mati dibunuh serigala.
Arthur bercerita hingga meneteskan air mata mengingat semua kejadian yang terjadi padanya, Arthur mengelap air mata Ruby dengan ibu jarinya kemudian memeluk agar Ruby merasa tenang.
****************************************
Terima kasih sudah membaca.
__ADS_1
Dukung dengan Like, vote dan komen ya?.
****************************************