
Arthur mendapatkan kemampuan sihir pencipta yang diberikan Leonardo, dimana dia dapat menciptaan sebuah benda dari bahan-bahan yang di inginkan dan dapat menciptakan labirin.
Dalam Ruangan langit-langit berubah yang putih menjadi hitam di penuhi cahaya kecil menyerupai bintang di langit malam, ruangan tersebut di atur sehingga menyesuaikan waktu ke adaan luar labirin.
Arthur menguap sudah lama tidak beristirahat, Kemudian dia tertidur. Setelah Arthur cukup tidur kembali berdiri mendekat kursi tahta yang ditempati tengkorak Leonardo.
“Tempat ini sudah menjadi milik ku.” gumam Arthur melihat cincin dan mengambilnya,kemudian Arthur menguburkan tengkorak Leonardo di belakang kastil.
Arthur memasang cincin ke jari tangannya, cincin itu meyatuh dengan jari Arthur. Bahkan tidak terlihat Arthur sedang memakai cincin dan dia dapat masuk ke dalam semua ruangan yang tadinya di segel.
Arthur mendatangi Aron dan naga hitam di luar ruangan untuk menjemput mereka dan Arthur memasukan naga hitam ke dalam cincin yang dia dapat dan Aron mengikutinya berjalan ke dalam kastil.
Arthur memutuskan untuk tinggal sementara di dalam kastil, dia ingin mempelajari buku yang ada.
Arthur membuat banyak senjata yang dia pelajari dari buku yang dia baca dan menyimpannya dalam penyimpanan ruang miliknya, Sekarang kekuatan dan cincinnya menjadi satu.
Enam bulan Arthur sudah ada di dalam labirin sejak terjatuh, dia dan Aron memutuskan untuk keluar dari labirin dengan kemampuan teleportasi yang di pelajari Arthur.
Sebelum mereka keluar, Dia memanfaatkan kekuatan cincin ruang dan waktu untuk menyimpan Kastil beserta sekitarnya kedalam cincin.
Arthur memandang ruangan, sekarang ruangan kosong dan gelap tanpa ada cahaya seperti awal dia masuk.
“Aron saatnya kita keluar labirin.” panggil Arthur.
“Baik tuan Arthur.” Aron berjalan mendekat ke Arthur yang sedang berdiri tidak cukup jauh darinya.
Arthur menggunakan kemampuan berpindah ke luar labirin dab muncul di depan pintu masuk labirin.
“Akhirnya kita keluar dari ini.”
Arthur menoleh kebelakang, dia melihat pintu masuk labirin. 6 bulan lalu awal di masuk sekarang dia berhasil menaklukan labirin tanpa diketahui orang.
__ADS_1
Arthur tidak berniat untuk melaporkannya, karena pasti orang tidak percaya dengan ucapannya.
Arthur memperhatikan cincin yang sudah tidak kelihatan di jarinya dan ingat kalau ada naga hitam di dalamnya. Dia mengelurakan naga hitam keluar dari cincin.
“Bagiamana di dalam?.” tanya Arthur setelah Naga hitam keluar dari cincin.
“Sangat bagus tuan.” Naga hitam itu melihat isi dalam cincin seperti yang Arthur lihat saat masuk ruang pemberontak.
Arthur berpikir kalau dia bisa membuat orang masuk ke dalam cincinnya untuk membuat kota dan mengumpulkan pasukan.
Sekarang Arthur akan menjadi kota berjalan karena dia dapat menyimpan makhluk hidup di dalamnya.
“Tuan, bisakah anda memberi saya nama?.” Naga hitam meminta Arthur memberikannya nama.
Arthur melihat naga di depannya yang begitu besar dan berusaha berpikir nama yang cocok untuknya tetapi tidak menemukannya, seperti biasa dia asal memberi nama ke pada naga itu.
“Nama mu Ethan, karena akan menjadi bagian dari ku. Jadi nama mu Ethan Linford." ucap Arthur sambil menatap mereka berdua.
Arthur yang melihat terdiam, ini pertama kalinya dia melihat Ras naga menjadi manusia.
“Kamu bisa berubah menjadi manusia?.” tanya Arthur yang penasaran.
“Bisa karena tuan telah memberikan saya nama.” jawab Ethan.
Aron dan Ethan langsung berlutut di hadapan Arthur dengan rasa hormat. “Kami akan selalu setia kepada tuan Arthur”
“Baiklah.” Arthur mengangguk pelan, kemudian memberi mereka tugas.
“Apa itu tuan?.” tanya mereka bersamaan.
“Aku ingin kalian berdua menjaga di dalam cincin ini dan aku akan memanggil kalian jika di perlukan.”
__ADS_1
Aron dan Ethan menerima kemudian Arthur memasukan mereka kedalam cincin untuk menjaga di dalamnya. Setelah itu Arthur berpindah ke dekat kota karena dia tidak ingin ada yang melihatnya.
Arthur ingin masuk ke dalam kota tetapi dia di hentikan oleh penjaga yang melihatnya seperti pengemis.
Penjaga itu meminta Arthur menunjukan identitas, lalu Arthur memperlihatkannya. Setelah itu penjaga memperbolehkan Arthur masuk tanpa di halangi.
Arthur berhenti di depan guild perisai perak, perutnya sudah berbunyi tanda minta di kasih makan.
Arthur sudah lama tidak merasakan makan yang enak. Selama di dalam labirin dia hanya memakan daging monster yang rasanya tidak enak.
Arthur berjalan masuk ke dalam dengan pakaian yang sudah bolong menyerupai pengemis tetapi tubuhnya tidak bau. Sebelum keluar labirin dia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.
Banyak mata yang menatap Arthur, tetapi dia tidak peduli karena dirinya sudah terbiasa. sekarang yang dia pikirkan hanya untuk mengisi perutnya yang lapar.
Arthur berjalan menuju meja kosong dan langsung duduk di kursi memanggil pelayan untuk mengantarkan makanan.
“Ada yang bisa saya bantu tuan.” ucap pelayan itu.
“Aku pesan makanan yang terenak di sini.” jawab Arthur sambil memperhatikan sekeliling mencari Rin.
Setelah pelayan mendengar pesanan Arthur, dia pergi meninggalkannya.Tidak lama makanan datang, Arthur menyantapnya dengan lahap sudah 6 bulan dia tidak merasakan makanan selain daging monster yang tidak enak.
Hanya butuh waktu sebentar Arthur menghabiskan semua makanan yang ada di meja kemudian memanggil pelayan untuk membayarnya.
Seorang pria bangkit dari posisi duduknya dan menatap ke arah Arthur yang masih duduk.
***
Terima kasih sudah membaca.
Dukung dengan Like dan Vote.
__ADS_1