Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Ibu Kota Kerajaan Asion


__ADS_3

Arthur turun dari punggung naga hitam yaitu Ethan, mereka sudah dekat dengan ibu kota. Arthur memutuskan untuk berjalan kaki sendiri agar tidak menimbulkan kecurigaan.


Saat dia tiba di depan pintu gerbang kota Asterion yaitu ibu kota kerajaan Asion, di sana sudah ada Komandan Berian yang sudah menunggunya dari tadi.


“Kenapa kamu lama sekali?.” tanya Komandan Berian.


Arthur mengatakan sepanjang perjalanan, dia mendapat masalah, setelah berbicara sebentar.


Komandan Berian langsung mengajak Arthur ke istana, Arthur melihat pendekar yang terpilih menjadi pahlawan saat masuk sebuah ruangan. Di sana ada beberapa prajurit dan penyihir.


Arthur mengukur kekuatan mereka, semua yang ada di dalam ruangan hanya memiliki kekuatan setara pendekar perak yang mendekati tingkat akhir


“Pendekar tolong selamat kerjaan ini karena kami memiliki masalah serius.” ucap penyihir kerajaan.


Mereka adalah pendekar yang terpilih dari beberapa guild terbaik yang ada di kerajaan Asion dan Arthur direkomendasikan oleh Elisa.


“Dunia sedang di ambang kehancuran, tolong pinjamkan kekuatan kalian. Sebelumnya, kami ingin kalian semua mendengarkan penjelasan dari Raja Berdin.” penyihir kerajaan memberi tahu kalau Raja yang akan menjelaskan semua.


Penyihir kerajaan mengajak mereka berjalan mendatangi Raja, yang sedang menunggu di ruang tahta.


Arthur dan tiga pendekar lain berdiri di depan seorang pria yang duduk di kursi, di atas kepalanya terdapat sebuah mahkota.


Ruangan itu cukup luas di sisi kiri kanan terdapat banyak prajurit berbaris menggunakan tombak dan pakaian pelindung terbuat dari besi.


“Jadi mereka merupakan pendekar yang terpilih untuk melindungi kerjaan ini.” menatap ke empat pendekar yang sedang berdiri di hadapannya.


“Aku adalah Raja di negeri Asion. Namaku, Berdin Asion ke xxx.” ucap Raja Berdin dengan lantang.


Raja Berdin ingin empat pendekar memperkenalkan diri padanya, dia ingin tahu nama dan ke ahli menggunakan senjata.

__ADS_1


Seorang pria yang memegang senjata pedang dia adalah Wiliam Wallece pendekar kelas A dari keluarga Wallece.


Di samping kanannya adalah Lavin charlote pendekar kelas A, keahlian menggunakan tombak, keluarnya terkenal dengan jurus tombaknya.


Philip Vins pendekar kelas A, keluarganya merupakan pembuat busur dan panah, tidak di ragukan lagi kalau keahlian memanahnya sangat hebat.


Belum sempat Arthur menyebut namanya tetapi sudah terhenti saat Raja menyebut nama pendekar yang lain.


Raja Berdin mengingat ketiga nama mereka, Dia tidak menganggap Arthur ada karena Arthur bukan dari keluarga bangsawan di kerajaan Asion.


Arthur di sana sebagai pelengkap empat pendekar sesuai ramalan para penyihir kerajaan yang mengumpulkan empat pendekar hebat.


Banyak para bangsawan yang melihat Arthur dengan tatapan tidak suka. Mereka berpikir Arthur sangat lemah karena tidak membawa senjata apapun.


Dari awal Raja Berdin sudah tidak peduli pada Arthur, karena dia adalah rakyat biasa yang di tunjuk mewakili guild perisai perak.


Arthur tidak terlalu peduli dengan Raja yang ada di depannya, dia datang hanya untuk mendapatkan informasi kemunculan monster dunia lain.


Kerajaan Asion saat ini terancam menuju kehancuran, telah di ramalkan kerajaan Asion akan mendapat serangan yang membawa malapetaka dan serangan tersebut akan datang berkali-kali.


Jika serangan yang membawa malapetaka tersebut tidak dihentikan, dunia akan hancur. setiap kerajaan, memiliki alat sihir pendeteksi kapan serangan datang.


Dahulu serangan pertama telah melanda kerajaan ini, berkat prajurit dan para petualang, serangan pertama bisa mereka lalui. Akan tetapi, serangan kedua dan ketiga akan jauh lebih besar dari yang pertama. Kurang dari dua bulan lagi, serangan selanjutnya akan tiba.


Mereka meremehkan kekuatan serangan monster tersebut. Tapi, setelah menyaksikan sendiri, Raja Berdin sadar memerlukan orang yang dapat menyelamatkan kerajaan dari kehancuran


Serangan tersebut dapat di hentikan oleh para pendekar terkuat menurut ramalan, Karena itu para pendekar hebat dipilih oleh guild di kerajaan Asion.


“Jika kalian berhasil menghentikan serangan tersebut, kami akan memberi imbalan yang pantas.” penasehat kerajaan memberitahu ke empat pendekar.

__ADS_1


Mereka semua setuju, selama mendapatkan yang di inginkan, bagi mereka itu tidak masalah. “Tapi jangan kalian kira bisa memperbudak kami” ucap salah satu pendekar.


“Ternyata mereka pintar, mereka tidak ingin di manfaatkan oleh kerajaan.” gumam Arthur tersenyum tipis.


“Pembicaraan sudah selesai, baiklah para pendekar. kalian semua harus memperkuat diri dan meningkatkan kekuatan jiwa kalian.”


Tiga Pendekar yang berada di dekat Arthur, meremehkannya karena tidak merasakan kekuatan jiwa yang Arthur miliki dan pakaian yang dia kenakan pun sudah usang.


“Tunggu sebentar, para pendekar kalian harus membentuk kelompok terkuat sendiri.” penasehat kerajaan mengingatkan.


“Kalian harus memimpin kelompok sendiri, sehingga para pendekar dapat berkembang dan memiliki kelompok yang bisa melindungi daerah kerajaan.”


“Sepertinya memang benar.”


Arthur tidak akan bisa bergerak bebas jika mereka selalu bersama, dia juga tidak suka dengan tiga pendekar yang sangat lemah menurutnya.


“Hari ini sudah mulai gelap, untuk hari ini silakan beristirahat dan dan mulailah perjalanan besok.” Raja Berdin mengakhiri pertemuan mereka.


Raja Berdin akan mempersiapkan beberapa calon pendekar untuk.menemani perjalanan mereka untuk mengumpulkan kekuatan.


Datang seorang pelayan mendekati mereka, “saya akan mengantar kalian semua ke kamar, silakan ikut saya.” Pelayan menunjukan jalan menuju ruangan mereka untuk istirahat.


Mereka semua masuk dalam satu ruangan yang terdapat empat kamar di dalam ruangan tersebut.


Sebelum pelayan pergi, beberapa pelayan datang membawa makan malam untuk para pendekar yang akan melindungi kerajaan dari serangan monster dunia lain.


***


Terima kasih sudah membaca.

__ADS_1


Dukung dengan Like dan Vote.


__ADS_2