Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Di Balik Pintu


__ADS_3

Dua monster memiliki warna berbeda yang di sebelah kiri berwarna biru sedangkan yang kanan merah. Mereka hanya memiliki satu mata yang besar dikepalanya.


Monster raksasa berwarna merah berjalan dan berusaha menginjak Arthur dengan kakinya yang besar, raksasa itu berusaha melindungi pintu yang ada dibelakang mereka.


Arthur melompat mundur untuk menghindar serangan sambil menarik pedang bayangan dan menyunkan pedang ke kaki raksasa hingga membuat goresan.


Arthur juga mengeluarkan pistol dan menembak monster raksasa biru tepat disampingnya tetapi tidak dapat di tembus oleh peluru milik Arthur, Kemudian melompat mundur menyadari kerasnya kulit raksasa itu.


“Kulitnya sangat keras.” Serangan yang mengenai kulit raksasa itu tidak menyebabkannya terluka, bahkan serangan Arthur hanya menggores kulit raksasa itu.


“Sepertinya itu kelemahannya.” Arthur berlari maju sambil terus menembak hingga dia begitu dekat berusaha menembak bagian matanya.


Salah satu raksasa yang Arthur serang menepis peluru dengan lengannya, terlihat raksasa itu berusaha melindungi matanya dari serangan Arthur.


Arthur yang melompat mundur menjauh dari pintu tidak di ikutin oleh kedua raksasa dan kedua raksasa hanya diam seperti patung menunggu Arthur mendekat.


“Apa mereka tidak bisa menjauh dari pintu dan apa yang di lindungi di balik pintu itu.”


Arthur terus menembak bagian area mata monster raksasa biru tetapi monster melindungi dengan tangannya yang keras disertai kemampuan sihir pelindung saat peluru Arthur tidak berhasil dihalang dengan tangannya.


Arthur terus menembak tanpa henti hingga pelindung sihir monster itu hancur, kemudian monster itu melompat dan memukul Arthur yang berada di hadapannya.


“Langkah cepat.”


Arthur menghilang dari pandangan monster tersebut, raksasa itu mencari-cari keberadaan Arthur dan raksasa itu menoleh ke arah Arthur yang sudah bersiap mengarahkan pistolnya pada mata. Arthur menembak tepat di mata yang membuat monster tersebut terjatuh dan mati.


Peluru yang Arthur lepaskan lebih cepat dari pelindung sihir milik raksasa biru itu dan Arthur kembali menghindari serangan raksasa merah yang ada dibelakangnya menyerang dengan tendangan kaki yang membuat lantai hancur.


Arthur mengalirkan tenaga dalam pada pedang bayangan, menyadari pedangnya tidak dapat menebus kulit raksasa yang melindungi pintu.


“Tebasan tiga bayangan.”

__ADS_1


Arthur mengayunkan tiga gerakan pedang ke arah raksasa yang tersisa, memotong kedua lengan dan leher raksasa tersebut. Pedang bayangan Arthur memotong tubuh raksasa merah menjadi tiga bagian.


“Apa yang kalian lindungi dalam sini.” Arthur menatap pintu besar yang ada dibelakang.


Arthur mengambil sebuah batu kristal yang terdapat dalam kedua tubuh raksasa tersebut .


“Apa ini kuncinya?” menatap bola merah seukuran kepala manusia. Arthur mendatangi pintu besar dan menempelkan bola merah ke posisinya.


Pintu bereaksi dengan bola merah yang di pasang oleh Arthur kemudian pintu itu terbuka.


“Apa yang ada di balik pintu ini.”


Arthur melihat kedalam ruangan cukup luas di hiasi batu bercayaha disetiap dinding dan ada seorang pemuda yang kaki dan tangannya sedang di rantai di atas altar.


“Apa dia manusia?” Arthur diam sebentar memperhatikan sekitar untuk mencari jalan. Setelah Arthur yakin kalau ruangan itu tidak ada jalan dia memutuskan untuk pergi.


“Tunggu, kumohon tolong aku.” suara pelan keluar dari mulut pemuda yang sedang di rantai.


“Memang ada orang yang akan melepaskan orang yang jelas-jelas disegel di bawah sini.” Arthur menoleh kebelakang.


“Tidak, aku tidak bersalah. Aku hanya dikhianati” Mendengar ucapan itu hati Arthur tergerak mengingat rekan setimnya menyerangnya.


“Kamu bilang, dikhianati?. Tapi itu tidak bisa menjadi alasan kenapa kamu disegel. Ceritakan sebenarnya padaku.” Arthur berjalan mendekati pemuda yang sedang di rantai.


“Kenapa orang itu menyegel mu disini?” Arthur menatap pemuda itu.


“Hei, kamu dengar tidak. kalau tidak mau menceritakannya aku akan pergi.” Pemuda itu diam memperhatikan Arthur tanpa menjawab.


“Aku adalah keturunan ras vampire murni dan memiliki kekuatan besar, Paman ku bilang kalau dia akan menjadi raja dan menganggap ku berbahaya. Karena aku tidak bisa dibunuh, aku pun disegel. Itu yang membuat aku ada di sini.”


“Apa kamu tidak bisa dibunuh?” tanya Arthur yang masih belum percaya.

__ADS_1


“Lukaku akan sembuh sendiri. Meskipun aku terluka akan sembuh sendiri.” Setelah mendengar penjelasan, Arthur mulai paham mengapa pemuda itu di segel di bawah labirin.


“Tolong aku, aku bersedia menjadi pelayan mu yang setia.” menatap Arthur dengan mata berkaca-kaca, dirinya sudah bosan hidup sendirian.


“Baiklah.” Arthur menari pedang bayangan kemudian mengayunkan ke rantai tetapi rantai itu sangat keras.


“Ternyata segelnya memang kuat. Tapi, kekuatan ku yang sekarang pasti bisa menghancurkannya.”


Arthur mengalirkannya tenaga dalamnya ke pedang bayangan dengan sekali tarikan nafas dia memotong rantai yang menyegel pemuda itu.


Rantai yang menyegel hancur akibat serangan Arthur yang begitu kuat. Arthur cukup banyak mengeluarkan tenaganya hingga dia jatuh terduduk.


“Sesuai janjiku, aku akan menjadi pelayan mu.” Pemuda itu berkata sambil berlutut di depan Arthur. Dia hanya terdiam melihat yang dilakukan di hadapannya.


“Tuan, siapa nama anda?.”


“Namaku Arthur Linford. Kalau kamu, siapa nama mu?” tanya Arthur dan pemuda itu tidak menjawab.


“Tuan, bisa memberikan saya nama baru?.” menurut pemuda itu, dia tidak butuh nama lamanya lagi.


“Saya yang dulu sudah mati dan sekarang saya ingin tuan Arthur memberikan nama untuk saya.”


Arthur berpikir untuk nama yang akan diberikannya pada pemuda di hadapannya. “Bagaimana kalau Aron, Aron Linford.”


“Terima kasih, tuan Arthur” pemuda itu menerima nama yang di berikan oleh Arthur.


Arthur sebenarnya males memikirkan nama, tapi itu nama yang terlintas di kepalanya dan menambahkan nama belakang keluarganya.


***


Terima kasih sudah membaca.

__ADS_1


Dukung dengan Like dan Vote.


__ADS_2