
Arthur berjalan mendekati sebuat penginapan, dari luar penginapan itu tampak sepi. Arthur memperhatikan sekeliling menghitung penjaga yang ada disekitar penginapan
“Berhenti disitu!” Salah satu dari dua penjaga yang bertugas menjaga pintu, menghentikan langkah Arthur yang mencoba masuk ke dalam penginapan.
Penjaga yang lain bersiap menarik pedang bersiap menyerang Arthur yang mencoba masuk, setelah mengetahui tidak dapat masuk Arthur memindahkan kedua orang itu ke dalam ruang dimensi miliknya.
Ke dua penjaga bertemu dengan Ethan yang sudah di tugaskan Arthur untuk menjaga keamanan ruang dimensi tersebut, Arthur juga berpesan untuk membunuh semua penyusup yang tidak memiliki izin masuk.
Penjaga yang tersisa tidak menyadari dua penjaga pintu penginapan menghilang, mereka tetap fokus menjaga di posisi yang telah di tentukan.
“Tuan ada yang bisa saya bantu” pelayan penginapan mendekati Arthur yang baru saja masuk, terlihat di dalam penginapan sepi tanpa seorang pun.
“Aku ingin membeli salah budak di sini” setelah mengetahui tujuan Arthur, tanpa curiga pelayan penginapan mununjukkan sebuah jalan menuju ruang rahasia yang berada di bawah penginapan.
Arthur menuruni tangga, di sana sudah berdiri seorang pria bertubuh kecil dan dia adalah pemilik tempat perdagangan budak.
“Selamat datang di tempat kami” Revil menyambut Arthur yang datang mendekatinya, dia sudah tahu siapa saja yang turun ke bawah pasti mencari seorang budak untuk di beli.
“Aku seorang penjual budak, nama ku Revil.” Pria itu memperkenalkan dirinya sambil berjalan memasuki sebuah ruangan yang berada tepat di ujung tangga.
Arthur tiba di sebuah ruangan yang cukup ramai dengan para bangsawan bahkan para pedagang yang sedang memilih budak untuk melakukan pekerjaan kasar.
Revil memberi tahu kalau budak yang di milikinya akan selalu setia pada tuanya, Arthur sedikit terkejut kalau budak bisa menjadi setia kepada majikannya.
Budak yang di jual akan diberikan sihir kutukan yang kuat, sihir kutukan yang mengikat nyawa budak agar tidak dapat membantah semua perintah majikannya,
“Akan kulihat-lihat dulu.”
Revil mengajak Arthur melihat semua koleksi budak yang di milikinya, disitu banyak berbagai macam ras mulai dari manusia hingga bukan manusia.
__ADS_1
Arthur meminta Revil menjelaskan budak yang ada ke padanya karena dia tidak mengerti masalah budak yang dia akan lihat.
Arthur menatap gadis budak memiliki tanduk di kepala, dia merasakan kalau gadis kecil itu memiliki potensi jika dilatih dengan baik.
“Tuan, saya menyarankan budak ini.” Revil memanggil Arthur untuk melihat budak terbaiknya.
Arthur berjalan mendekati Revil, di sana ada seekor manusia serigala yang sangat buas terlihat manusia serigala seperti yang pernah di kalahkannya di dalam labirin.
“Dia mempunya kekuatan bertarung setara dengan pendekar kelas B.” Revil menjelaskan seluruh kemampuan budak itu.
Arthur bertanya harga budak untuk manusia serigala, dia tidak tertarik tetapi penasaran dengan harga untuk budak itu. Belum sempat Revil menjawab, dia dikejutkan pelayan penginapan berlari kearahnya
“Tuan Revil, dua penjaga kita hilang.” pelayan penginapan mendekati Revil dengan panik.
Revil menatap Arthur dengan curiga dan meminta semua pelanggannya untuk pergi, tidak lama puluhan bawahan Revil datang mengepung Arthur.
“Kau tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari sini.” setelah berkata demikian, Revil memerintahkan semua bawahannya untuk membunuh Arthur.
“Saya bisa kerepotan jika kau tetap hidup.” Revil tersenyum, mengira bisa membunuh Arthur dengan mudah.
Arthur menatap puluhan orang yang sedang mencoba membunuhnya, rata-rata dari mereka tidak memiliki kemampuan bertarung dan hampir sebagian dari mereka adalah budak Revil.
Arthur tidak membunuh semua orang yang ada di dalam, setelah tadi berkeliling banyak budak manusia yang ada di dalam kandang.
Para bawahan Revil yang menyerang di buat Arthur pingsan kemudian dia menangkap Revil yang tidak melakukan perlawan.
Setelah mengikat Revil, Arthur mendengar suara gadis kecil meminta tolong padanya dan gadis itu bukanlah manusia melainkan Succubus.
Succubus adalah iblis wanita yang senang menggangu dan menggoda para pria yang dia suka, mereka masih termaksud dalam ras iblis.
__ADS_1
“Tolong selamatkan aku.” ucap gadis kecil itu dengan suara pelannya, tapi masih bisa Arthur dengar.
Terlihat gadis kecil itu tidak akan bertahan lama karena penyakitnya, sepertinya pemilik yang sebelumnya memang suka menyiksa gadis kecil itu
“Sebaiknya aku menyelamatkannya.” Arthur memutuskan untuk merawat dan melatih gadis kecil itu.
Gadis kecil itu sedikit takut saat Arthur menghancurkan kunci kandang yang mengurungnya. matanya berkaca-kaca menahan tangis, dia tidak pernah membayangkan akan bebas.
Arthur berjalan menghampiri gadis yang masih menahan rasa takut padanya kemudian bertanya dengan lembut, “Siapa nama mu?.”
“Rias Gremory.” gadis itu menjawab sambil menundukan kepala tidak berani menatap Arthur, masih ada rasa takut kalau Arthur akan menyiksanya seperti tuannya yang pertama.
“Tuan bolehkah saya ikut bersama anda?.” gadis kecil itu membernikan dirinya untuk berbicara, jika tetap tinggal mungkin dia bisa dijadikan budak oleh orang lain.
Gadis kecil itu sadar kalau sekarang sudah tidak memiliki orang tua dan tidak tahu harus pergi kemana. Dia terus momohon agar Arthur mau membawanya dan berjanji akan menuruti semua perintah Arthur.
“Baiklah.”
Arthur menggendong gadis kecil itu karena dia melihat tubuhnya sangat lemah, butuh waktu untuk pulih. Tidak ada salahnya Arthur merawat gadis kecil yang memiliki potensi, itu yang dipikirkannya.
Setelah Arthur pergi datang beberapa pasukan yang mendapat kabar jika penginapan ini adalah tempat perdagangan budak.
Awalanya mereka tidak percaya kemudian mencoba untuk memeriksa, mereka menemukan banyak orang dan monster yang di jual secara ilegal di bawah penginapan. akhirnya mereka menangkap Revil yang sedang terikat beserta semua bawahannya yang masih pingsan.
***
Terima kasih sudah membaca.
Dukung dengan Like dan Vote.
__ADS_1