Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Teknik Menempa Keluarga Crozzo


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu tiba, Jendral Jaden datang untuk mengambil pesanan yang dia minta dua hari yang lalu. Pesanan tersebut pun diberikan sesuai permintaan Jaden kepada Welf sang pandai besi Crozzo.


“Sungguh produk yang luar biasa.”


Jendral Jaden menatap tombak sihir buatan Crozzo bersaudara, mengayunkan ke kiri dan kanan mencoba senjata barunya.


Aron mengawasi Welf dari kamar penginapan, menatap pandai besi Crozzo dari jendela lantai dua.


“Ah, biasa aja Jendral. Saya membuat senjata ini karena anda yang memintanya.”


Welf sedikit canggung berbicara dengan Jendral yang mempunyai posisi tinggi dan orang berpengaruh kerajaan Spin.


“Terima kasih, Pengorbananmu ini akan selalu kukenang welf. Tapi, bolehkah saya meminta satu hal lagi pada mu?”


Jendral Jaden duduk di kursi sambil terus memegang tombak sihir, Welf berpikir apa yang ingin di minta Jaden.


“Apa yang dapat diberikan seorang pandai besi seperti saya, kepada Jendral besar seperti anda?” ucap Welf, dia bisa menebak apa yang di inginkan seorang Jendral padanya.


“Kau sungguh merendah, Kalau boleh, apakah kamu bisa memberikan rahasia keahlian menempa keluarga Crozzo ini kepadaku?”


Welf cukup lama diam setelah mengetahui maksud dari ucapan Jendral Jaden, dia tidak bisa menolak permintaan itu.


Sudah terlintas dalam pikirannya kalau dia menolak pasti hari itu juga keluarga Crozzo akan dibunuh oleh Jendral Jaden dengan alasan menghinanya.


“Apakah kamu berkenan mengajarkan orang-orang kepercayaan ku? dan itu semua tidak gratis, Aku akan memberikan seribu koin emas untuk bantuanmu yang sangat berharga itu” ucap Jendral Jaden sedikit menekan Welf.


Welf menerima permintaan Jendral dan mulai mengajari orang kepercayaan Jaden sehingga mampu menciptakan senjata persis seperti yang minta sebelumnya.


Welf tidak bodoh, dia sudah tahu rencana licik Jaden. tidak semua diajarkan pada bawahan Jaden, dia hanya mengajarkan proses pembuatannya dan tidak mengajari teknik menempa keluarga Crozzo secara sempurna.


Merasa bahwa Welf sudah tidak dibutuhkan lagi, Jaden menyuruh orangnya untuk membinasakan keluarga Crozzo.


Pada malam hari, terjadi serangan ke kediaman Crozzo yang berada di timur desa besi. Saat itu, Welf dan ketiga adiknya sedang menikmati makan malam.

__ADS_1


“Kalian semua tenang!”


Welf mendengar suara langkah kaki yang sedang mengepung rumahnya, ke empat bersaudara itu tidak pernah membayangkan kalau mereka akan mendapat serangan.


Suara ledakan besar menghantam dinding rumah membuat mereka keluar dari rumah, Luke pun berlari sekuat tenaga kembali ke dalam rumah setelah melihat api besar membakar rumah mereka.


Buku teknik menempa keluarga Crozzo masih tertinggal di dalam rumah, itu adalah harta berharga peninggalan orang tua mereka.


“Tolong selamatkan kak Luke. Siapapun tolong selamatkan dia." teriak Claudia berusaha lari masuk ke dalam rumah yang terbakar.


Orang disekitar kediaman Crozzo tidak berani keluar rumah menyadari kebakaran yang terjadi akibat seseorang yang memiliki kekuasaan, hingga berani membakar kediaman Crozzo.


Api yang membakar rumah sudah cukup besar, siapapun yang masuk pasti akan terbakar habis.


Cattelya menahan Claudia yang berusaha masuk ke dalam kobaran api, Welf sudah bingung bagaimana menenangkan adiknya.


Welf memukul leher Claudia hingga pingsan dan membaringkannya di dekat pohon.


“Siapa di sana?” Welf menyadari seorang pria sedang mengawasinya di balik pohon.


Aron keluar dari balik pohon, “Aku bukan musuh kalian, hanya saja aku kebetulan lewat” Aron berjalan mendekati Welf sambil menjelaskan.


“Tuan, Apa kamu tahu siapa yang melakukan perbuatan keji ini?” Welf bertanya pada Aron, mencurigai pria yang ada di hadapannya.


“Sebelum kejadian, saya melihat jendral Jaden berbicara dengan beberapa orang. sepertinya mereka yang membakar rumah kalian.” Aron menceritakan kejadian malam itu sebelum terbakarnya rumah Welf.


“Dari mana kamu mengenal jendral Jaden?” Welf menatap curiga, berpikir kalau pria itu adalah bawahan Jaden.


Aron menjelaskan, tidak ada yang tidak mengenal jendral Jaden di desa besi. semua orang menghormati dan patuh terhadap perintahnya.


Akhirnya Welf pun sadar bahwa keluarga mereka telah dicelakai jendral Jaden, dia juga tahu bahwa pria yang menjadi dalang pembakaran itu adalah penguasa kota Karakura, orang yang telah membunuh orang tua mereka sepuluh tahun yang lalu.


“Tuan, terima kasih atas informasinya. Saya hendak pergi dari desa ini. Di sini sudah tidak aman lagi bagi saya dan kedua adik saya.” Welf berpamitan, segera pergi meinggalkan desa.

__ADS_1


“Tunggu sebentar.”


Welf berhenti melangkah saat mendengar Aron memanggil. “Sebaiknya kalian ikut aku saja.”


Welf dan Cattelya saling memandang penuh curiga dengan kebaikan pria itu, mereka juga tidak ada arah tujuan lain selain kembali ke bengkel pandai besi Crozzo.


Mereka pun memutuskan untuk mengikuti Aron setelah berpikir cukup lama, Cattely berlari ke pandai besi Crozzo mengambil Giant Sword miliknya.


“Aku akan kembali.” Cattelya berlari meninggalkan Welf yang sedang menggendong Claudia.


Senjata yang menemani petualangan hidup dan mati dirinya, hingga mendapat julukan ahli persenjataan karena dia selalu menempa dimana pun dan kapanpun.


Senjata ini berisikan roh angin dan setiap ayunan dapat memotong apapun, membuat dirinya di takuti oleh orang yang mengenalnya.


Senjata yang berbahaya, namun Cattelya tidak memiliki pilihan lain untuk membela dirinya selama dalam perjalanan untuk melindungi kakak dan adiknya.


Di depan bengkel pandai besi Crozzo, beberapa orang menjaga, dengan seragam prajurit.


“Apa yang mereka inginkan?” gumam Cattelya, berjalan masuk dari pintu belakang tanpa di ketahui siapapun.


Dia mengambil barang yang bisa dibawa, tidak lupa tujuan utamanya yaitu Giant Swordnya.


Setelah mengumpulkan dan membawa Giant sword, Cattelya kembali ke tempat Welf dan Aron berada.


Berlari menggendong pedang besar seukuran tubuhnya dengan mudah, berharap tidak ada yang melihat dirinya.


Sebenarnya Cattelya ingin langsung mendatangi Jendral Jaden dan memenggal kepalanya, tapi dia tidak bisa karena kakak dan adiknya sedang menunggu dirinya.


***


Terima kasih sudah membaca.


Dukung dengan Like dan Vote.

__ADS_1


__ADS_2