
Arthur berjalan menuju toko perlengkapan senjata, dia ingin membelikan Rias senjata dan baju pelindung untuk melatihnya bertarung dengan monster.
“Selamat datang.” seorang pria menyambut Arthur saat membuka pintu tokonya.
Arthur memasuki gedung Asosiasi Langit Biru yang sudah berkembang sampai di kota Terion yang menjadi pusat perdagangan.
Pria penjaga toko itu melihat Arthur dengan tatapan tidak suka, Arthur yang menyadari itu meminta penjaga toko itu memanggil manager toko.
Arthur melempar kartu emas yang di milikinya ke penjaga toko, dia meminta untuk menyerahkannya ke pada manager toko itu. Setelah penjaga toko pergi tidak lama datang seorang pria.
Manager toko berlari mendekati Arthur saat mengenali kartu emas yang di bawah penjaga toko, itu adalah kartu untuk orang yang berpengaruh di asosiasi.
“Maaf atas kesalahan kami tidak mengenali, tuan." Pria yang mengelola toko itu menundukkan kepalanya pada Arthur.
“Beri dia senjata dan pakaian pelindung yang bisa dipakai.” Arthur meminta untuk memilihkan senjata untuk Rias.
Pria itu mengangguk mengerti kemudian mengabilkan pedang berukuran sedang dan pakaian untuk Rias.
Terlihat Rias sudah mengenakan pakaian pelindung dengan pedang berukuran sedang di tangannya.
Arthur meminta Rias untuk mengayunkan pedangnya dan Rias mencoba mengayunkan pedang beberapa kali, terlihat Rias belum memiliki tenaga untuk mengayunkan pedang tersebut.
Arthur menilai gerakan yang di lakukan Rias masih kaku dan dia akan melatihnya dengan keras.
Arthur membayar barang yang digunakan Rias, kemudian dia pergi untuk makan. dia melihat kalau Rias sudah kelaparan, mungkin saat dikurung jarang di beri makan oleh Revil.
“Sebenarnya ini salah kerajaan, atau pemuda itu yang sudah berbuat kesalahan hingga dia di jauhi banyak orang.” gumam manager tokoh saat Arthur sudah pergi, dia sudah mendengar rumor yang terjadi.
Arthur berjalan keluar toko, dia mendengar perut Rias sudah berbunyi. “Apa kamu lapar?.” Rias menggelengkan kepala dirinya takut dihukum jika mengatakan lapar di depan Arthur.
“Kamu tidak bisa bertarung dengan perut kosong.” Arthur mengajak Rias berjalan mencari restoran yang ada di kota.
Arthur berjalan masuk kedalam sebuah restoran, langkah Rias terhenti saat melihat papan pengumuman yang ada di samping pintu, disitu tertulis budak dilarang masuk kedalam.
__ADS_1
“Kenpa kamu diam?, Ayo masuk.” panggil Arthur saat melihat Rias hanya berdiri di depan pintu, tidak berani masuk.
Rias menunjuk papan yang ada di samping pintu, dia sadar kalau budak seperti dirinya dilarang masuk.
Arthur yang melihat papan itu tidak peduli, dia menarik tangan Rias masuk ke dalam mencari kursi yang kosong dan dengan terpaksa Rias menurut.
“Selamat datang.”
Pelayan menyambut Arthur saat masuk ke dalam restoran, dia terdiam saat mengenal Arthur.
Banyak orang yang mengenal Arthur sebagai kriminal dan Arthur duduk di kuris kosong bersama Rias tanpa menghiraukan orang disekitarnya.
Arthur memanggil pelayan dan Pelayan pria itu mendekati Arthur dengan terpaksa, dia mendatangi kemudian menanyakan pesanan mereka dan Arthur memesan makanan termurah.
“Semuanya 10 koin perunggu.” pelayan mencatat pesanan dan mengambil koin yang di berikan Arthur.
Pelayan membawakan mereka makanan yang di pesan, Rias menatap makanan yang ada di hadapannya cukup lama. Dia sangat senang dan ingin menyimpan makan itu.
“Apa kamu tidak mau makan?.” Arthur memperhatikan Rias yang hanya diam menatap makan miliknya.
Rias menyantap makan dengan lahap, ini pertama kalinya dia menikmati makanan yang lezat setelah menjadi budak.
Setelah makan Arthur dan Rias pergi keluar kota, Dia ingin melatih Rias bertarung menggunakan pedang sedangkan dia mempelajari buku sihir kegelapan.
Rias berlatih mengayunkan pedang dan beberapa teknik Arthur ajarkan padanya, tidak terasa mereka cukup lama berlatih.
“Siapa sebenarnya tuan?” tanya Rias yang memperhatikan Arthur menyalakan api untuk membakar ikan.
Arthur memperkenalkan dirinya sebagai pendekar yang sedang berpetualang, dia sedikit bercerita tentang asalnya.
“Siapa nama tuan?”
" Arthur Linford." jawab Arthur.
__ADS_1
Arthur memberikan obat yang dia buat sendiri untuk mengatasi penyakit yang di derita oleh Rias.
Rias mengambil obat yang di beri Arthur dan meminumnya, dia memuntahkan dari mulutnya merasakan obat yang diminum begitu pahit.
Arthur memaksa Rias untuk minum obat itu, Rias tidak mempunyai pilihan selain menuruti perintah Arthur yang sekarang adalah majikannya.
Saat tidur, Rias bermimpi buruk mengingat kejadian serangan pertama dari dunia lain yang menghancurkan desa tempat dia tinggal mungkin saja serangan itu terjadi di hari yang sama dengan hancurnya kota Alpa.
Rias berteriak memanggil orang tuanya kemudian Arthur berlari memeluk Rias, berusaha menenangkannya.
Pagi hari Arthur mendatangi toko yang menjual obat, di sana terdapat berbagai macam jenis tanaman.
Dia membawa berbagai macam jenis tanaman yang di ambil saat melatih Rias di tengah hutan, dia membutuhkan uang untuk kebutuhan mereka berdua.
"kualitasnya tidak buruk, apa pendekar memiliki pengalaman dalam obat-obatan." penjaga toko memeriksa tanaman dan obat yang dibawa Arthur untuk di jual.
Penjaga toko membeli tanaman dan obat yang di buat Arthur seharga 5 koin perak, kemudian dia pergi ke penginapan.
Arthur masuk ke dalam penginapan, dia membunyikan bel yang ada di atas meja resepsionis. Seorang pria paruh baya datang menghampiri, dia terkejut saat melihat Arthur.
“Aku boleh menginap disini?”Arthur mengeluarkan api hitam dari tangannya membuat pemilik penginapan menjadi takut.
Pemilik penginapan berlari menyiapkan kamar untuk Arthur dan Rias, dia tidak berani lagi untuk menolak saat melihat api di tangan Arthur.
Sebelum gelombang serangan itu datang, Arthur berusaha melatih Rias agar dia dapat bertahan tanpa butuh bantuannya. Arthur memperlakukan Rias seperti adiknya sendiri, dia menjaga dan merawat Rias dengan baik.
Di tengah hutan Arthur kembali melatih Rias dan Seekor Serigala tiba-tiba muncul dari semak menyerang Rias yang sedang berlatih, Arthur yang menyadari berpindah ke depan Rias dan mengayunkan ranting yang sudah di alirkan tenaga dalam.
Rias ketakutan melihat darah serigala yang keluar dari tubuhnya karena terkena tebasan ranting pohon yang di pegang Arthur, perlahan-lahan dia melangkah mundur.
***
Terima kasih sudah membaca.
__ADS_1
Dukung dengan Like dan Vote.