
Arthur mendekati meja resepsionis yang ada di dalam ruangan itu, “Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?.” seorang wanita menyapa Arthur sembari tersenyum lembut padanya.
Dia adalah Alice, seorang resepsionis yang ada di kelompok dengan kemampuan pendekar peringkat perunggu. dia juga yang memberikan misi pada pendekar dan membantu memberikan informasi untuk pendekar yang ingin menjalankan misi di luar benteng Alpa.
Evan memperkenalkan Arthur yang akan bergabung menjadi anggota kelompok Alpa sambil merangkul bahu Arthur yang ada disebelahnya.
Alice memandang tubuh Arthur dari bawah sampai atas, kelihatan tidak memiliki kemampuan bertarung yang baik. sebenarnya Arthur menyembunyikan kekuatannya, saat melewati gerbang dan hanya mengeluarkan sedikit kekuatannya.
“Evan!, kenapa kamu membawa pecundang kesini?” seorang pria botak berbadan besar mendatangi Arthur.
Evan menjelaskan kalau dia bertemu saat melakukan misi di luar benteng dan mengajaknya bergabung di kelompok Alpa.
Arthur terlihat geram menatap pria botak yang ada di hadapannya, Arthur sudah siap menarik pedangnya kapan saja.
“Apa di sini boleh membunuh” Arthur tersenyum penuh makna bertanya pada Evan, menurutnya pria botak itu dapat membahayakan orang lain.
Evan menggelengkan kepalanya, menandakan kalau tidak boleh saling membunuh di dalam benteng Alpa.
“Apa yang kamu katakan?, kamu ingin membunuhku!." teriak pria botak sembari memegang kera baju Arthur dan mengangkatnya.
Arthur yang dari tadi masih bersabar, tidak ingin menjadi perhatian orang kini mulai kesal melihat tingkah laku pria yang sedang ada di hadapannya.
“Lepaskan aku sekarang, sebelum tangan mu putus!” Peringat Arthur sembari memegang pedang bayangan yang ada di punggungnya.
“Beraninya kamu melawan ku!, kamu tidak tahu kalau aku pendekar peringkat perak di sini.” pria botak itu tertawa, semua orang yang melihat ikut tertawa.
Evan dan Alice berusaha menghentikan pria botak itu, mereka berdua tidak ingin terjadi perkelahian di dalam aula.
Arthur menarik pedang bayangan keluar dan mengayunkan pedangnya dengan cepat memotong lengan pria botak yang memegangnya.
“Ah.. tangan ku!. apa yang kamu lakukan?” pria itu berteriak kesakitan karena tangannya sudah putus terkena pedang Arthur. salah satu tangannya sudah berada di lantai dan lengannya terus mengeluarkan darah.
Tidak ada yang melihat apa yang dilakukan oleh Arthur dan pedang yang digunakan sudah kembali ke sarungnya.
__ADS_1
Semua orang yang berhenti tertawa dan diam menatap Arthur dengan rasa takut, pendekar peringkat perunggu yang ada di kelompok Alpa dengan mudahnya kehilangan tangan.
Sekarang aula kelompok Alpa kini menjadi sunyi tanpa satupun kata yang keluar dari mulut pendekar yang tertawa tadi.
Evan yang kemampuannya sudah ada di pendekar peringkat perak tingkat tiga tidak dapat melihat gerakan yang dilakukan Arthur, terlihat semua orang di dalam ruang itu menjadi pucat menatap pria botak yang menjerit kesakitan.
Keheningan pecah saat Evan memberanikan diri untuk bertanya pada Arthur, “Apa yang terjadi?” Evan menatap Arthur dengan tangan yang masih gemetar berharap tidak menyinggungnya tadi.
“Aku tidak membunuhnya kan?” Arthur tersenyum tipis pada Evan dab terlihat khawatir di wajah Evan.
Alice yang menyaksikan langsung berlari memanggil ketua kelompok Alpa, sekaligus merupakan pemimpin benteng alpa. Tidak lama setelah Alice pergi, dia datang bersama seorang pria tua dan langsung menghampiri Arthur.
“Apa yang ingin kamu lakukan di tempatku?” pria tua itu menatap Arthur dengan wajah menahan emosi, Alice sudah sedikit menjelaskan apa yang telah terjadi.
“Aku hanya ingin bergabung dengan kelompok ini dan pria botak ini memperlakukan tidak baik, apa aku harus membiarkan dia begitu saja?.”
Arthur menjelaskan pada ketua kelompok itu, seorang pria tua yang membawa pedang di pinggangnya dengan kemampuan pendekat peringkat emas tingkat 1.
“Maafkan aku, karena tidak bisa mengatur mereka dengan baik” menundukkan kepala setelah mendengarkan penjelasan Arthur, pria tua itu sadar kalau pemuda ini memiliki kemampuan yang lebih besar dari pada dirinya sekarang.
“Aku, Ace pemimpin tempat ini. tadi nama mu Arthur kan?. kamu bisa ikut ke ruangan ku.” Ace mengajak berjalan ke ruangannya dan Arthur mengikuti dari belakang
Setalah masuk ruangan Ace menyuruh Arthur untuk duduk, ada yang ingin dia ketahui tentang Arthur karena dia merasa mengenalnya.
“Siapa yang mengajarimu bertarung?” tanya Ace sembari menuangkan teh kedalam gelas, penasaran dengan kemampuan yang dimiliki Arthur.
Arthur memberitahu, kalau dia diajari kakek dari umur tiga tahun sampai kakek meninggal dunia 4 tahun lalu sebelum terjadi kekacauan di kota Alpa.
“Bagaimana orang tua mu?” Ace memandang Arthur, terlihat dia sedang memikirkan orang tuanya.
“Mereka terbunuh oleh monster yang menyerang rumah kami” Arthur mengingat semua kejadian yang telah merenggut kedua nyawa orang tuanya.
“Monster yang muncul itu adalah awal serangan, aku juga tidak tahu kapan serangan selanjutnya akan datang.”
__ADS_1
“Sebenarnya asal master dari mana?” Arthur penasaran dengan yang dikatakan Evan.
Ace berasal dari planet yang jauh dari Bumi. dikenal dengan nama planet putih sebuah planet yang damai, sampai terjadinya serangan oleh makhluk yang tidak tahu dari mana mereka datang.
Dia juga dikenal sebagai penguasa dunia itu, Ace gagal melindungi rakyatnya dan dunia tempat tinggalnya pun hancur. hingga tinggal Ace yang berhasil bertahan hidup dan ribu monster berhasil dia bunuh tetapi tidak ada habisnya.
Ace terus bertarung, sampai dia memutusan untuk melarikan diri menggunakan teleportasi, jurus berpindah tempat dan berhasil datang ke bumi.
Ace tiba di bumi lima puluh tahun lalu. kakek Arthur yang menolongnya dan merawat sampai dia sembuh. kakek Arthur juga yang membantu Ace menyusun rencana membangun benteng alpa di tengah kota ini.
Ace juga mengajarkan kakek Arthur berbagai jurus pedang, Ace dapat mengenal Arthur sebagai cucunya karena wajah hampir mirip dengan kakeknya saat muda.
“Pasti kamu sudah banyak belajar darinya, kakek mu sudah tahu kalau semua ini akan terjadi tetapi dia tidak sempat memberi tahu mu." Ace berbicara panjang lebar.
“Kamu harus menjadi lebih kuat lagi dari yang sekarang untuk melindungi dirimu dan dunia ini.”
Ace tahu kalau Arthur sudah cukup kuat, tapi kekuatannya sekarang hanya dapat untuk melindungi dirinya sendiri.
Arthur bertanya bagaimana agar dia bisa menjadi kuat dari yang sekarang, menatap Ace yang masih belum berbicara.
“Kamu sudah memahami semua dasarnya dan memiliki kekuatan yang lebih dari ku, sekarang kamu tinggalkan meningkatkannya lagi dengan kekuatan jiwa yang kamu miliki.”
Ace bertanya kekuatan jiwa yang Arthur miliki sambil berdiri berjalan mencari buku yang ada di rak.
Setelah mengetahui Arthur memiliki energi jiwa, dia mencari sebuah buku putih, itu adalah buku yang berisi semua pengetahuan yang telah di pelajarinya.
Arthur hanya tahu cara bertarung dan memiliki tubuh yang kuat dengan tenaga dalam yang besar tanpa bisa mengendalikan energi jiwa.
Arthur bisa mengendalikan kekuatan jiwa yaitu ruang dan waktu dengan cara memfokuskan pikiran untuk menyimpan dan mengeluarkan benda dari mana saja, Ace menjelaskan sedikit dasar dari kekuatan jiwa.
***
Terima kasih sudah membaca.
__ADS_1
Dukung dengan Like dan Vote.