
Arthur berjalan mendekati Rachel dan Teo yang sedang berbicara, “Ada apa Rachel?.” tanya Arthur sambil mendekati Rachel yang sedang berdiri bersama Teo.
“Ini ada yang ingin berkenalan dengan mu.” ucap Rachel sambil tersenyum menatap Arthur yang sudah berdiri di hadapannya.
Arthur melihat ke arah Teo, dia langsung mengulurkan tangannya. “Perkenalkan nama ku Arthur.” Teo langsung menjabat tangan Arthur.
“Tuan, terimakasih telah menyelamatkan dan mengijinkan saya berada di Asosiasi Langit Biru milik anda.” Teo meneteskan air mata mengingat semua yang telah di alaminya, karena kalau tidak ada asosiasi mungkin dia sudah mati dan tidak memiliki tujuan.
“Tidak apa-apa, kamu teruslah berusaha menjadi lebih kuat agar bisa melindungi orang yang membutuhkan bantuan mu.” Arthur menepuk bahu Teo.
Setelah berbicara cukup lama, Teo meminta ijin untuk pergi, dia ingin membersikan wilayah kota Alpa bersama anggota yang lainnya.
Sekarang seluruh benteng Alpa di kuasai oleh asosiasi langit biru. dan Arthur meminta agar kelompok Ace di bubarkan.
Arthur ingin, Ace menjadi penguasa kota Alpa karena Arthur ingin hidup bebas melakukan apapun yang dia inginkan. padahal dia hanya tidak ingin melakukan pekerjaan itu dan melimpahkan semuanya pada orang lain.
Ace menerima tawaran Arthur untuk memimpin kota Alpa. mereka semua kembali melakukan tugasnya dan Arthur mencari tempat untuk istirahat sambil membaca buku yang di berikan oleh Ace.
Tidak terasa Arthur membaca bukunya hingga malam, dia sudah hampir memahami setengah isi dalam buku yang di berikan Ace.
“Sudah cukup untuk hari ini.” gumam Arthur sambil menyimpan buku ke dalam ruang penyimpanannya.
Arthur memutuskan untuk tidur karena besok dia akan mengadakan rapat untuk membahas apa yang akan di lakukan kota Alpa.
Pagi hari yang cerah, Arthur meminta semua orang yang memiliki posisi tinggi untuk berkumpul di ruangan bekas kelompok Alpa yang sudah di ambil alih oleh Asosiasi Langit Biru.
Semua orang sudah berkumpul, Arthur meminta seluruh anggotanya untuk menjaga kota Alpa dan membangun dinding di sekeliling kota.
Arthur juga memberi masing-masing tugas kepada Asosiasi Langit Biru untuk bekerja sesuai dengan keahliannya, dipimpin oleh Rachel Dan setiap orang harus bisa bertarung untuk melindungi diri mereka sendiri.
Spike mendapat tugas untuk melatih anggota Asosiasi dan Evan menjaga perbatasan di dekat hutan kematian untuk menghindari monster yang keluar dari hutan
__ADS_1
Tidak lupa Arthur mengingatkan ke Ace kalau dia yang bertanggung jawab atas kota Alpa.
“Ada yang ingin bertanya?.” ucap Arthur setelah berbicara panjang lebar, semua orang di dalam ruangan hanya diam menandakan sudah mengerti.
“Kalau nanti ingin bertanya, bisa berbicara pada Kris dan Rachel.” sambil berdiri meninggalkan ruangan di ikuti yang lain.
Saat Arthur keluar gedung, dia bertemu dengan Agus. “Agus, kamu bisa membantu ku mengurus perdagangan yang ada di kota ini.” ucap Arthur.
“Baik dengan senang hati.”
Agus sangat senang karena yang di impikannya menjadi pedagang bisa terwujut.
Arthur memberi tahu semua orang, kalau dia akan pergi ke kota terdekat yang ada di balik hutan kematian untuk melakukan petualangan.
Arthur berpesan untuk merahasiakan kalau dia adalah pemimpin Asosiasi Langit Biru dan melindungi kota Alpa selama dia pergi.
Arthur memutuskan akan berangkat besok pagi karena sudah tidak sabar ingin berpetualang.
“Sebaiknya aku berlatih lagi.” gumam Arthur sambil pergi mencari tempat yang tenang, menurutnya perjalanan yang akan ditempuh tidaklah mudah.
Langit sudah gelap, Arthur memutuskan untuk kembali mempersiapkan barang yang akan di bawanya besok.
Akhirnya hari yang ditunggu telah tiba.
Arthur bersiap berangkat, dia berpamitan kepada semua temanya. disitu juga ada Ace, Elien dan Evan.
“Arthur, ambil ini.” Rachel memberikan sebuah kartu emas tanda pengenal untuk Asosiasi Langit Biru.
Rachel menjelaskan, kalau Arthur butuh bantuan bisa mendatangi Asosiasi Langit Biru yang sudah ada di kota dengan menunjukan Kartu itu.
Asosiasi Langit Biru memasuki kota dengan cara menjadi pedagang yang menjual berbagai macam senjata dan obat-obatan di kerajaan.
__ADS_1
Arthur berjalan keluar benteng Alpa, di perjalanan dia tidak menemukan satupun mayat hidup yang ada disekitar kota.
“Kerja mereka sangat bagus.” Arthur melihat sekitar, dia sudah tidak menemukan mayat hidup yang berkeliaran lagi.
Arthur sudah pergi meninggalkan kota Alpa, dia memandang ke depan berharap harinya akan berjalan menyenangkan.
Kemudian Arthur berlari ke arah hutan kematian dengan langkah bayangan membuat larinya bertambah cepat.
Arthur terus berlari tanpa henti, dia hanya berhenti untuk istirahat dan makan.
Sudah hampir 2 hari lebih Arthur berlari, akhirnya dia melihat hutan kematian dari jauh.
Arthur berhenti untuk bermalam, tidak jauh dari hutan kematian dan akan melanjutkan perjalanan besok pagi.
Itu kedua kalinya Arthur melewati hutan kematian setelah terjadinya kekacauan di kota Alpa, dulunya hutan kematian tidaklah berbahaya seperti sekarang. Banyak monster yang bermunculan dan menempati hutan kematian
Arthur mencari ranting pohon untuk menyalakan api, karena malam ini dia ingin membaca habis buka yang sedikit lagi selesai.
Malam semakin larut, Arthur selesai membaca dan memperaktekan semua isi buku yang di dapatkan dari Ace.
“Aku sudah selesai waktunya untuk istirahat.” gumam Arthur kemudian memejamkan matanya.
Arthur terbangun saat cahaya matahari menyinari wajahnya, “Ternyata sudah pagi.” Arthur bangkit dari tidurnya, bersiap melanjutkan perjalannya.
Setelah berjalan tidak cukup lama, Arthur sampai didepan hutan kematian yang menjadi batas wilayah penghubung kerajaan Asion dengan kota Alpa.
***
Terima kasih sudah membaca.
Dukung dengan Like dan Vote.
__ADS_1