Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Kekuatan Arhur


__ADS_3

Raja Berdin mengangkat tangan, setelah mendapat perintah. semua pasukan yang ada di dalam ruangan menyerang Arthur.


Pertarungan di ruangan istana pun terjadi, setiap prajurit yang menyerang Arthur terbunuh. Sebenarnya Arthur tidak ingin melakukan itu.


Darah segar mengalir di lantai dan bau amis di dalam istana mulai tercium. Arthur tidak tahu berapa banyak manusia yang dibunuhnya dan hanya menyerang pasukan yang mencoba membunuhnya.


Hampir setengah dari pasukan yang ada di dalam ruangan terbunuh dengan pedang bayangan yang ada di tangan Arthur, semua orang yang meremehkannya tidak bisa berkata lagi dan mereka menjadi takut melihat semua pasukan terbunuh dalam satu serangan.


Philip diam-diam melepas anak panah ke arah Arthur, anak panah itu di tangkap dan di lemparkan kembali ke padanya.


“Ah..” Philip berteriak, anak panah tersebut sudah menembus kaki kanannya. Semua pendekar yang ada tidak berani untuk menyerang Arthur, Lavin menggenggam erat tombaknya menahan emosinya.


Wiliam berlari mengayunkan pedangnya pada Arthur, serangan itu di sambut Arthur dan bunyi pedang beradu. Butuh dua jurus hingga pedang milik Wiliam patah.


Wiliam mendapat luka di dada, serangan pedang Arthur menembus zirah besi yang ada pada tubuh Wiliam. Pendekar yang tersisa hanya diam, keringat mereka mulai membasahi wajah.


Lavin ingin ikut menyerang tapi dirinya takut, bahkan kedua pendekar yang menurutnya kuat dapat dikalahkan dengan mudah.


“Hentikan!”


Raja Berdin meminta semua pasukannya untuk berhenti menyerang, dia sadar pasukannya mati tanpa ada yang bisa membuat Arthur terluka sedikitpun.


Setelah memperhatikan semua pasukan yang terbunuh, Raja Berdin memutuskan membiarkan Arthur pergi. Walaupun dia pergi, semua orang yang ada kerajaan sudah mengetahui rumor itu.


Arthur memanggil Ethan keluar dari ruang dimensi, Semua orang ketakutan melihat naga hitam yang ada di samping Arthur.

__ADS_1


“Kalian pikir aku lemah, asal kalian tahu aku bisa saja menghancurkan kerajaan ini jika aku mau.” Arthur mengayunkan pedangnya ke dinding ruangan hingga membuat sebagian istana hancur.


Semua orang yang ada di dalam ruangan terdiam, tidak percaya dengan tindakan yang di lakukan Arthur.


Lavin berlari ke arah Arthur, dia tidak terima penghinaan Arthur kemudian dengan cepat memegang tangan Arthur agar tidak bisa pergi.


“Kamu memang lemah, kamu perlu seribu tahun untuk mengalahkan ku.” Arthur menatap Lavin dengan aura membunuh, Lavin terdiam mematung saat merasakan kekuatan Arthur yang begitu mengerikan.


“Kalau kalian menghalangi ku, akan aku bunuh kalian semua.” Arthur mengancam dengan mengeluarkan aura membunuhnya.


Raja Berdin terdiam setelah merasakan aura membunuh yang dikeluarkan Arthur dan begitu juga pendekar yang lainnya, mereka semua tidak berani bergerak dari tempatnya.


“Sebenarnya siapa dia?” batin Raja Berdin, dia sedikit menyesal memperlakukan Arthur dengan tidak adil.


Arthur akhirnya pergi meninggalkan istana, dia menghancurkan langit-langit untuk keluar bersama dengan Ethan yang sudah menjadi naga hitam yang besar.


Komandan Berian bertanya ke pada Raja, dia melihat situasi yang terjadi sangat berbahaya. Dia meminta semua pasukan untuk berjaga di sekitar istana, dia juga mengajak Raja Berdin untuk istirahat di ruangan.


Di dalam kamar Raja Berdin, mereka duduk di depan teras istana memandang ke arah kota. Raja Berdin menjelaskan semua yang telah terjadi, itu semua akibat serangan Arthur.


Kepala komandan Berian menjadi pusing saat mendengar cerita Raja Berdin, seharusnya pihak kerajaan tidak mencari masalah dengan Arthur itu yang dipikirkannya, walaupun dia tidak berani memberi tahu pendapatnya kepada Raja Berdin.


Beberapa orang yang pernah melihat kekuatan Arthur, komandan Berian tidak sempat melihat karena saat Arthur bertarung dia terluka dan pingsan, Dia mendengar cerita dari orang yang melihatnya.


Menurut komandan Berian, Arthur mungkin adalah orang terkuat yang ada di kerajaan Asion. Dengan alasan tertentu dia menyembunyikan semua kekuatannya dari orang-orang.

__ADS_1


“Perketat keamanan kota, dan jangan biarkan Arthur masuk ke dalam ibu kota.” Raja Berdin memberi perintah.


“Tapi, apa tidak masalah kalau kita menjadikan dia musuh?.” tanya Berian, dia mulai khawatir, Arthur bisa saja dengan mudah menghancurkan ibu kota.


“Haha. Paling tadi dia hanya menggeretak saja agar kita semua takut sama dia.” Raja Berdin masih belum mempercayai yang disaksikannya tadi.


“Baiklah Yang Mulia.” Komandan Berian meninggalkan ruangan Raja Berdin, dia akan melakukan tugasnya.


Sebelum keluar ruangan, Raja berdin berpesan ke pada Berian agar semua orang yang melihat kejadian tadi tutup mulut, jika ada yang membocorkannya akan di hukum mati.


Komandan Berdin memerintahkan semua pasukannya agar tidak menyebar rumor yang dapat menimbulkan kepanikan di ibu kota kerajaan.


Semua orang yang keluar dari ruangan masih diam, banyak dari mereka kesulitan berjalan dan begitu juga dengan pendekar yang tidak terluka.


Sebelum mereka keluar Komandan Berdian mengingatkan jangan menyebarkan berita ini keluar istana, jika ada rumor yang beredar maka semua yang ada di dalam ruangan akan dibunuh.


Setelah menyampaikan perintah Raja semua yang ada di dalam ruangan pergi, mereka berharap tidak bertemu Arthur lagi. Arthur pergi meninggalkan ibu kota, memilih untuk mendatangi kota lain.


“Apa yang terjadi hingga membuat Tuan Arthur marah?” batin Ethan, dia tidak berani bertanya.


Bisa-bisa ucapannya membuat Arthur tersinggung dan membuatnya bertambah marah. Ethan memilih diam dan membawa Arthur pergi menjauh dari kota.


Ethan terbang dengan kecepatan sedang membiarkan Arthur menenangkan dirinya, tidak lama sebuah kota terlihat dan Arthur meminta untuk mendekati kota itu.


***

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca.


Dukung dengan Like dan Vote.


__ADS_2