
Semua orang yang berjasa dalam pertempuran di undang untuk menghadiri perjamuan, Arthur terpaksa ikut ke istana walaupun dia tahu kalau seluruh kerajaan tidak menyukai dirinya.
Di meja sudah disediakan berbagai macam hidangan dengan alunan musik yang memeriyakan jamuan istana tersebut dan merayakan kemenangan.
Arthur masuk ke dalam aula perjamuan dengan seluruh pandangan menatapnya, mereka semua menganggap Arthur hanya rakyat jelata yang sangat menjijikkan dengan rumor dirinya.
Dia hanya berdiri memandang keluar jendela tanpa peduli suara dan orang yang ada disekitar, sangat kecewa dengan perlakuan yang tidak adil kepadanya.
Ingin rasanya menghancurkan kerjaan Asion tetapi dia tidak ingin membuat orang yang tidak bersalah terluka karenanya.
Suara menjadi sunyi saat melihat Raja masuk ke dalam aula “Wahai para pendekar, aku sangat bangga pada kalian yang sudah bekerja keras mengalahkan musuh.” ucap Raja Berdin dengan lantang.
Semua orang memandang Raja Berdin tanpa mengeluarkan satu katapun, bahkan semua takut membuat kesalahan di hadapan Raja.
“Malam ini kita akan merayakan kemenangan kalian dan silakan nikmati jamuan yang sudah di sediakan.” ucap Raja Berdin sambil mengangkat gelas berisi anggur, semua orang yang ada di dalam aula bersorak mengangkat gelas mereka.
Tiga kelompok pendekat dan Jendral timur mendapat pujian atas keberhasilan mereka mengatasi serangan monster dari dunia lain, sedangkan Arthur hanya mendapat penghinaan dan hanya bisa terus bersabar menunggu kesempatan untuk membalas semua perlakuan itu.
Kelompok pendekar yang terluka tidak terlihat di perjamuan tersebut, mungkin mereka sedang beristirahat dengan luka yang mereka terima cukup parah.
“Kalau tidak dipaksa komandan Berdin, aku tidak akan datang kesini.” batin Arthur setelah mendengarkan ucapan Raja.
Para bangsawan bercerita dalam serangan, jumlah korban yang jatuh sangat sedikit itu semua berkat para pendekar dan Jendral timur. Para bangsawan mendekat Jendral timur yang sedang mengambil minuman.
“Aku dan pasukanku menghadapi monster bertubuh raksasa, demi melindungi kerajaan kami terus menerjang musuh.” Jendral timur dengan sombongnya mengakui semua yang telah dilakukanya.
“Bukanya kamu datang terlambat.” gumam Arthur setelah mendengar perkataan sombong Jendral timur.
Jendral timur dikelilingi oleh gadis-gadis bangsawan mereka bertanya tentang kehidupan pribadinya, Nina yang melihatnya cemburu dan meminta semua gadis untuk pergi karena Jendral timur sangat lelah setelah seharian bertarung dengan monster.
__ADS_1
Rias melewati Jendral timur, dia pergi berjalan menuju Arthur yang sedang berdiri di dekat jendela.
Jendral timur yang melihat ingin menyusul dan menghentikan Rias, dia tidak suka dengan makhluk setengah manusia.
Nina menahan Jendral timur untuk pergi, dia berbisik memberitahu sebuah rencana untuk membuat Arthur malu di depan banyak orang. Jendral timur adalah paman dan Nina adalah keponakan kesayangannya.
“Tuan Arthur apa anda tidak lapar?.” ucap Rias berdiri di samping Arthur mencoba menawarkan untuk mengambilkan makanan
“Aku tidak usah.” Arthur menolak tawaran Rias
Rias menundukkan kepala wajahnya murung mendengar ucapan Arthur, dia pergi mencari makanan yang bisa dia makan.
“Apa yang kau lakukan dasar makhluk rendahan!”
Rias menabrak Jendral timur dan menumpahkan makanan yang dibawanya pada Jendral timur. Terlihat Jendral timur dengan sengaja menghalang jalan hingga tanpa sadar Rias menabraknya.
Jendral timur menendang tubuh Rias hingga terjatuh di lantai, tidak sampai disitu dia terus menginjak dan menendang Rias yang terbaring di lantai melindungi kepalanya
“Tuan Arthur, tolong!” Rias mencoba berteriak sambil menahan sakit akibat tendangan Jendral timur.
Arthur menoleh ke asal suara, terlihat Rias yang sedang dipukuli oleh Jendral timur tanpa ampun.
“Apa yang kamu lakukan?” Arthur mendekat dan langsung menendang Jendral timur.
“Dasar rakyat jelata.” Jendeal timur bangkit berdiri dan menantang Arthur untuk bertarung dengan taruhan Rias.
“Aku sudah mendengarnya, gadis yang bersamamu itu seorang budak dan aku menginginkannya.”
Arthur tidak menanggapi perkataan Jendral timur dan mengangkat tubuh Rias yang sedang terbaring di lantai.
__ADS_1
“Bicara apa kamu?, dia adalah orangku tidak akan aku biarkan kalian menyakitinya.” Arthur berkata dengan suara lantang, memperingati semua orang yang ada di dalam ruangan.
“Kita bertarung untuk merebutkan dirinya, apa kamu takut?” Jendral timur memprovokasi Arthur.
“Bukankah itu pemikiran mu sendiri? Aku tidak berpikiran begitu.” Arthur berjalan pergi tetapi di hentikan Jendral timur.
Tanpa peduli Arthur melewati Jendral timur sambil menggendong Rias. Saat Arthur mau keluar pintu aula, dia dihadang oleh prajurit yang menjaga pintu itu.
“kamu tidak boleh pergi sebelum bertarung.” ucap Raja Berdin dengan lantang.
Semua orang yang mendengar bersorak, mereka sangat senang akan melihat Arthur di permalukan oleh Jendral timur.
“Apa yang kamu rencanakan.” teriak Arthur pada Raja Berdin.
“Kamu tidak berniat kabur, kan ?.” tanya Jendral timur.
“Kalau aku menang, kalian akan membiarkan kami pergi?” Arthur memastikan jika Raja Berdin menepati Janjinya.
Arthur bisa saja menghadapi semua penjaga tapi jika dia hanya sendri dan tidak sedang menggendong Rias yang terluka.
“Hahaha bagaimana caramu menang dengan pamanku?.” Nina angkat bicara menurutnya Jendral timur ku bisa mengalahkan Chimera, tanpa mengetahui kebenarannya.
Akhirnya Arthur menerima tantangan Jendral timur setelah Raja Berdin berjanji akan membiarkan mereka pergi. Semua orang bersorak mendengar Arthur menerima tantangan tersebut.
Arthur di ikuti semua penjaga untuk mencegah dirinya lari dan menahan Rias, walaupun dia bisa saja pergi. Sebagai pendekar yang sudah menerima tantang, dia tidak dapat mengingkarinya.
***
Terima kasih sudah membaca.
__ADS_1
Dukung dengan Like dan Vote.