
Sudah lama Arthur tidak bersantai, selama tiga tahun terakhir Arthur hanya berlatih dan berlatih untuk meningkatkan kemampuannya.
“Ini kota Arcana” gumam Arthur sambil melihat sekeliling.
Kota Arcana yang dulunya kecil sekarang terlihat besar dan dilindungi dengan dinding yang kokoh seperti yang sekarang.
Kota ini cukup besar dan luas, walaupun berada di kerajaan kecil, keamanan disini cukup bagus dapat melindungi manusia dari serangan monster.
Dalam dunia yang kacau ini dan dipenuhi banyak monster yang dapat membahayakan umat manusia.
Arthur menyadari tempat yang sekarang ini berbeda, semenjak terjadinya kekacauan dan disertai banyak hal aneh bermunculan.
Perkembangan umat manusia untuk bertahan hidup semakin kuat dan mereka semua bersatu untuk melindungi agar umat manusia tidak punah.
Arthur ingin masuk ke dalam kota Arcana tetapi langkahnya terhenti, kedua penjaga menghentikan langkahnya.
“Berhenti disitu!, tunjukan identitas anda” ucap seorang penjaga yang lagi bertugas menjaga gerbang kota.
Dengan baju pelindung lengkap yang menutupi tubuhnya dan tangannya juga memegang pedang dan perisai yang cukup besar.
Tidak diragukan lagi penjagaan kota Arcana cukup ketat, dengan beberapa orang prajurit yang menjaga gerbang.
“Identitas?.” ucap Arthur.
Arthur bingung apa yang harus di ucapkan, dia tidak memiliki identitas di kerajaan ini. Kerajaan memperketat penjagaan untuk orang yang baru masuk kota.
“Dimana identitas mu? perlihatkan sekarang!.” ucap sang penjaga gerbang menatap Arthur.
Di samping Arthur, ada seorang pria yang memperlihatkan kartu identitas dari plat besi dan menunjukan kepada penjaga gerbang.
“Jadi begitu bentuk kartu identitas, untuk aku tidak menunjukkan kartu identitas yang ku dapat di kota Alpa.” gumam Arthur melihat kartu identitas.
Arthur kemudian mendekati penjaga yang ada didepannya, “Saya tidak memiliki kartu identitas.” ucap Arthur.
Arthur menjelaskan kalau dia dari desa dan baru datang ke kota Arcana untuk mengadu nasib.
__ADS_1
“Jika kamu tidak punya, silakan ikut dengan ku.” ucap penjaga mengajak Arthur dengannya.
Arthur mengikuti penjaga dari belakang menuju pintu di balik dinding gerbang, kemudian mereka masuk kedalam.
Arthur duduk di depan penjaga yang di batasi sebuah meja. di situ dia dijaga oleh dua orang prajurit yang memegang pedang.
Arthur merasa dirinya seperti penjahat yang akan di interogasi, tidak lama seorang prajurit datang membawa sebuah bola kristal transparan di letakkan di atas meja, dengan plat besi di sampingnya.
Arthur mengingat kalau ini seperti di kota Alpa tetapi tidak ada plat besinya, Dia merasa cukup tenang untuk melakukannya lagi.
Arthur mengikuti ucapan penjaga dan menjawab beberapa pertanyaan Kemudian meletakkan kedua tangannya, tangan kiri di bola kristal dan tangan kanan di plat besi.
Bola kristal memancarkan cahaya putih dan plat besi mengeluarkan sinar kuning yang mengarah ke telapak tangan Arthur.
Plat besi itu perlahan terukir tulisan mengenai data diri Arthur yang di tanyakan oleh penjaga.
Penjaga terkejut, melihat pemuda dihadapannya memiliki kekuatan jiwa kelas E tingkat 5, bahkan pemuda biasa setidaknya memiliki kekuatan jiwa kelas D tingkat 1.
Kekuatan jiwa dikatagorikan dari E,D,C,B,A dan S setiap kelas memiliki 10 tingkat untuk naik ke kelas selanjutnya.
Sebenarnya Arthur menekan kekuatan jiwanya agar tidak membuat dirinya dicurigai dan waspadai oleh orang yang berniat tidak baik padanya.
“Dia tidak berbahaya, ini kartu identitas baru mu dan biayanya 1 koin perak.” ucap penjaga sambil menyerahkan kartu identitas.
Setelah mendengar ucapan penjaga, ke dua prajurit itu kembali ke posisinya untuk menjaga kota.
Arthur terdiam mendengar kata biaya yang di ucap penjaga, dia tidak tahu koin perak yang digunakan di kerajaan ini.
Arthur sangat bingung bagaimana cara di memberi tahu penjaga kalau dia tidak memiliki koin karena selama ini dia tidak pernah melihat koin dan dia termaksud salah orang termiskin di kerajaan.
Matanya terfokus sebuah benda kecil di lantai dekat kaki meja yang ada di depannya, dengan gerakan cepat dia mengambil koin tersebut.
Arthur memberikan koin yang di ambilnya di bawah meja, setelah selesai prajurit itu mengijinkan Arthur untuk masuk ke dalam kota.
“Aku harus berhati-hati agar tidak menimbulkan keributan.” gumam Arthur.
__ADS_1
Terlebih lagi, dia tidak tahu peraturan yang ada di kerajaan dan aturan penggunaan kekuatan.
Dia tidak ingin menjadi penjahat yang dikejar oleh kerajaan, Arthur kemudian masuk kota Arcana sambil melihat plat besi ditangannya.
“Apakah tulisan ini di ukir dengan sihir, apa ini termaksud Energi jiwa.” gumam Arthur yang terus melangkah.
Arthur kemudian berjalan melewati jalan kota yang cukup ramai oleh para penduduk. Banyak toko yang berjualan di sepanjang sisi jalan, terlihat juga beberapa orang yang asik memilih barang.
“Apa aku harus mencari penginapan?” pikir Arthur, mengingat kalau dia tidak memiliki koin satupun.
Arthur baru ingat, Kris memberinya sebuah kantong kecil tetapi dia belum memeriksa isinya.
Dengan cepat Arthur mengeluarkan kantong kecil itu dari penyimpanan sambil melihat sekeliling.
Arthur menuangkan isi kantong ke telapak tangannya, dia cukup senang melihat 10 koin perak di tangannya.
“Kamu yang terbaik Kris.” gumam Arthur sambil tersenyum.
Arthur memutuskan untuk mencoba mencari penginapan, berjalan melihat sekelilingnya sambil bertanya kepada orang yang lewat di depannya.
Setelah beberapa saat, Arthur menemukan penginapan yang tidak jauh dari pusat kota. Itu adalah salah satu penginapan yang ada di kota Arcana.
Arthur kemudian berjalan masuk kedalam penginapan tersebut dan tempat itu adalah penginapan yang paling besar di kota Arcana.
Penginapan memiliki 3 lantai dan dua lantai adalah kamar dengan setiap lantainya memiliki 50 kamar dan 5 kamar mewah.
Penginapan Bulan.
Itulah nama penginapan, Ada tiga jenis kamar di penginapan ini, kamar berukuran kecil berjumlah 50 kamar, berukuran sedang 50 kamar dan berukuran besar hanya 10 kamar yaitu kamar mewah yang biasa digunakan oleh bangsawan.
Arthur menghampiri seorang gadis cantik yang sedang menunggu di meja penerima tamu.
***
Terima kasih sudah membaca.
__ADS_1
Dukung dengan Like dan Vote.