Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Kediaman Jendral Jaden


__ADS_3

Orang yang di perintahkan oleh Jendral Jaden langsung kembali setelah membakar kediaman keluarga Crozzo, tidak peduli pada empat rekannya yang menghilang.


Sang pemimpin pasukan bayaran menuju kota Karakura, menemui Jendral Jaden yang berada di kediamannya.


Tujuan untuk melapor dan mengambil bayaran yang di janjikan Jaden setelah menyelesaikan tugas, mereka tidak tahu kalau keluarga Crozzo masih ada yang selamat dalam peristiwa kebakaran itu.


Pemimpin pasukan bayaran itu bernama Ferdon, pasukan bayaran yang terkenal sangat kejam dan menyelesaikan semua tugas yang di berikan tanpa meninggalkan jejak.


Ferdon berjalan masuk ke dalam kediaman Jaden, di pintu gerbang terdapat penjaga yang bersiaga untuk menjaga keamanan setiap pelosok kediaman.


Penjagaan yang ada di kediaman Jaden sangat ketat, di setiap lorong terdapat penjaga yang berkeliling mengawasi seluruh wilayah kediaman.


“Berhenti!.”


Kedua penjaga menyilang tombak mereka dihadapan Ferdon yang ingin masuk, Ferdon terkenal dengan kebiasaan buruknya yang suka bertindak seenaknya.


“Aku mau masuk!, bertemu dengan Jendral Jaden.” ucap Ferdon mendorong tombak untuk membuka jalannya.


Para penjaga menambah tenaga membuat Ferdon kesulitan melewati tombak yang di silangkan, merasa kesal dia mengeluarkan pisau dari dalam bajunya.


“Apa kalian bosan hidup, kalian tidak tahu siapa aku?.”


Ferdon yang kesal mengarahkan pisau ke arah dua penjaga itu bergantian dengan tatapan membunuhnya.


Dua penjaga itu tidak mengenal Ferdon karena mereka baru pertama kali bertemu, penjaga itu mengarahkan tombak pada Ferdon membuatnya merasa terhina.


Ferdon yang sebenarnya hanya ingin mengambil uang bayaran, sekarang menjadi haus darah siap membunuh dua orang yang ada dihadapannya.


Ke dua penjaga mulai menyerang Ferdon yang terlihat menggenggam pisau di tangan kirinya, Ferdon memiliki kemampuan seorang Assassin dapat menyerang musuhnya dengan sekali serangan.


Penjaga maju bersama-sama menyerang Ferdon yang melangkah maju dengan tenang, mendekati mereka yang sedang berlari.


Ferdon melewati kedua penjaga tanpa terluka sedikitpun, para penjaga yang di lewati tiba-tiba tumbang mengeluarkan banyak darah dari leher.

__ADS_1


Saat melangkah Ferdon mengiris kedua leher penjaga sebelum melewati dirinya, gerakan pisau di tangan kiri Ferdon tidak dapat dilihat oleh kedua penjaga yang berusaha menyerang


Ferdon tersenyum sambil menjilat pisau yang masih menempel darah penjaga gerbang kediaman Jaden, dia mendorong pintu gerbang dan di sana terlihat sudah banyak penjaga yang sudah menunggu dirinya.


Puluhan penjaga tidak dapat menghalang langkah kaki Ferdon masuk ke dalam rumah Jaden yang besar dan megah bagaikan istana.


Taman yang indah di depan rumah Jaden sekarang penuh dengan darah penjaga, bunga yang putih indah berubah menjadi merah.


Kepala penjaga yang tidak sanggup melawan Ferdon pergi berlari mendatangi Jendral Jaden yang sedang ada di ruang kerjanya.


“Jendarl!.”


kepala penjaga yang panik mengetok pintu beberapa kali menunggu izin Jaden, dia ingin melapor yang terjadi di halaman kediaman Jendral Jaden.


Setelah mendapat izin, kepala penjaga langsung masuk ke dalam ruangan dengan wajah yang pucat, antara takut dan bersalah tidak bisa menjaga kediaman Jaden dengan baik.


Ini mungkin hari terakhirnya hidup, terlihat wajah Jendral Jaden yang kesal mengetahui kalau penjaga kediamannya tidak dapat menahan satu orang yang masuk.


“Apa yang terjadi diluar?” tanya Jaden, melihat dengan tatapan ingin membunuh.


Kesalahan sekecil apapun yang di perbuat tidak akan pernah di ampuni, semua orang yang membuatnya marah pasti akan dibunuh.


“Jendarl, maafkan saya” ucap kepala penjaga dengan bibir yang gemetar, Jendral Jaden bangkit dari posisi duduk berjalan mendekati kepala penjaga yang sedang berlutut.


“Mengapa kau harus meminta maaf?” tanya Jaden kembali berjalan mengambil pedang yang menempel di dinding.


“Jendral, ampuni nyawa saya.”


Kelapa penjaga bertambah takut saat terlihat Jendral Jaden mengayunkan pedang mendekati dirinya.


“Jangan buat aku mengulanginya lagi?.”


Jendral Jaden sudah tepat berdiri di depan kepala penjaga yang masih berlutut, berharap Jaden dapat mengampuni nyawanya.

__ADS_1


“Jendral, maafkan saya karena tidak dapat melindungi..."


Kepala penjaga berhenti berbicara saat pedang Jendral Jaden sudah menebas lehernya.


Tubuh penjaga itu masih tetap dalam posisi berlutut tanpa kepala, Jaden memanggil pelayan untuk membersikan ruangan dan membuang mayat penjaga itu.


Para pelayan yang masuk langsung membersikan ruangan tanpa bertanya, ini sudah sering terjadi jika ada saja yang membuat Jendral Jaden marah.


Muncul sosok pria dengan baju yang berlumuran darah, tersenyum pada Jendral Jaden tanpa merasa bersalah telah membunuh banyak penjaga kediaman Jaden.


“Welf dan seluruh keluarga Crozzo sudah mati, tugas ku sudah dilaksanakan”Ferdon meminta bayaran yang telah di janjikan Jendral Jaden.


“Bagus Ferdon, Saya akan menepati janji yang telah kita sepakati.”


Jendral Jaden mendekati meja kerjanya mengambil sekantong koin untuk membayar jasa membunuh keluarga Crozzo.


“Terima kasih banyak Jendral, Saya mohon izin pergi dulu jendral” Ferdon tersenyum sambil melempar kantong koin ke atas menimang-nimang beratnya.


Setelah mendapatkan bayaran yang di janjikan Jaden, Ferdon langsung pergi tetapi langkahnya terhenti saat berada di depan pintu.


Ferdon membalikan badannya, “Semoga di masa depan kita dapat bekerja sama lagi ya, Jendral.” ucap Ferdon lalu pergi meninggalkan kediaman Jaden.


Ferdon pun meninggalkan Jendral Jaden di ruang kerjanya yang sedang membersihkan tombak sihir hasil penempa keluarga Crozzo.


“Welf, Sungguh cepatnya kamu pergi. Namun tidak boleh ada dua penempa hebat di kerajaan ini, Saya akan memanfaatkan keahlian keluarga Crozzo untuk memimpin negeri ini."


Jendral Jaden ingin menguasai Kerajaan Spin melalui senjata hebat yang dibuat sendiri keluarga Jaden.


Jaden tertawa memandang tombak sihir, merasa sangat senang telah mendapat keahlian keluarga Crozzo dengan mudah, tanpa mengetahui teknik penempa keluarga Crozzo yang di pelajari orang kepercayaannya tidaklah sempurna.


***


Terima kasih sudah membaca.

__ADS_1


Dukung dengan Like dan Vote.


__ADS_2