
Lili akhirnya selesai menjelaskan semua informasi tentang guild dan akan menjelaskan lagi besok, ketika masih ada yang belum Arthur mengerti.
“Baiklah, karena sudah selesai. Aku tidak punya Iagi pertanyaan, jadi aku akan kembali ke penginapan.” Arthur bangkit dari posisi duduknya.
Setelah berterimakasih Arthur meninggalkan ruangan, Lili menundukkan kepala dengan hormat. kemudian Arthur mendatangi Dina Adeno yang berada di meja resepsionis, dia sudah melihat namanya di baju yang di pakainya tadi dan merupakan kakak Lili.
“Terima kasih atas bantuanmu sebelumnya, Dina.” Arthur berjalan mendekati Dina Adeno yang sedang mengurus misi.
“Tidak masalah, jadi kamu sudah resmi menjadi anggota guild Perisai Perak, ya. Kalau begitu, selamat bergabung di Guild Perisai Perak. Kamu sudah tahu namaku, jadi aku akan lewati itu dan aku bertanggung jawab atas bagian pembagian misi.”
Dina tersenyum lembut pada Arthur, mereka berbicara sebentar sebelum Arthur pergi meninggalkan guild, kembali ke penginapan bulan.
Setelah Arthur pergi Lili menuju ruangan ketua guild yang berada di lantai dua, dia ingin membicarakannya semua yang terjadi barusan, dengan rasa penasaran menemui ketua guild di ruang kerjanya.
Setelah sampai di pintu masuk, dia mengetuk pintu meminta izin sebelum membuka pintu. Setelah beberapa saat, ketua guild mempersilakan Lili untuk masuk.
Setelah mendengar suara jawaban, Lili membuka pintu dan masuk. Di sana, dapat dilihat seorang wanita berambut coklat, berdada besar sedang duduk di kursi kerja.
Dia adalah Elisa Abony, ketua guild di Perisai Perak, dia sudah menjabat posisi ketua guild hampir lima tahun semenjak kakeknya meninggal.
“Ketua, aku ingin melaporkan sesuatu.” ucap Lili yang masih berdiri di depan pintu kemudian berjalan mendekati Elisa Abony.
Elisa Abony mempersilakan Lili untuk duduk. setelah duduk, Elisa Abony menyuguhkan segelas teh hangat pada Lili.
Elisa Abony terkenal dengan kemampuannya memimpin guild hingga sekarang, dia termaksud ketua yang disegani dan di hormati anggotanya.
__ADS_1
“Jadi, apa yang ingin kau laporkan?” ucap Elisa Abony sembari meminum tehnya, lalu Lili memberitahu kalau ada masalah saat mendaftarkan Arthur menjadi anggota guild.
Elisa cukup bingung selama ini tidak pernah mengalami masalah dengan pendaftaran aggota baru, ini pertama kalinya selama dia menjadi ketua guild.
Lili menjelaskan semua yang terjadi ketika dia mendaftarkan Arthur Linford sebagai anggota guild, dari bola kristal tidak bereaksi hingga kartu berubah menjadi hitam.
Tentang alat pengukur tingkat kekuatan jiwa yang tidak berfungsi pada Arthur dan kartu guild yang berubah menjadi hitam.
Setelah mendengarkan laporannya, Elisa Abony menjadi sangat serius dan wajahnya yang terlihat santai awal kini sekarang berubah.
“Jadi begitu, lni memang kejadian yang sangat langkah.” Elisa Abony mencoba mengingat.
“Eh, sangat langka? Jadi, kejadian seperti ini pernah terjadi sebelumnya?” Lili terkejut mendengarnya, mengira alatnya rusak.
“Jadi, itu memiliki fungsi sebagai alat pengukur tingkat kekuatan juga?” ucap Lili
“Ya. Tapi kartu guild hanya menunjukkannya dengan warna. Selama tingkat kekuatan jiwa seseorang dapat diukur, kartu guild akan berubah warna menjadi perak. Tapi jika tingkat kekuatan seseorang tidak dapat diukur, maka..” ucapan Elisa Abony itu terhenti.
“ltu akan berubah menjadi warna hitam!.” Lili melanjutkan ucapan Elisa.
Mereka berdua mulai berkeringat, itu bukan karena ruangannya yang panas, tetapi karena pikiran mereka saat ini sedang dilanda ketakutan.
“Apa kamu benar-benar telah mencoba alat pengukur tingkat kekuatan itu kepadanya berulang kali?” Elisa bertanya lagi untuk memastikan.
“Sudah, tapi tetap tidak ada hasil.”
__ADS_1
“Meskipun kamu hanya bertemu dengannya secara singkat, menurutmu Arthur Linford, seperti apa orangnya?.” Elisa ingin mendengar pendapat Lili sebelum mengambil tindakan.
Lili tidak merasakan sedikitpun niat jahat yang dari Arthur dan dia seperti pemuda baik. Itu yang di rasakan oleh Lili saat melihat dan berbicara dengannya secara langsung.
“sepertinya tidak ada yang perlu ditakutkan darinya kalau kamu menilainya seperti itu..” Elisa Abony tertawa sambil meminum tehnya dan menyembunyikan rasa cemasnya karena dia tidak ingin Lili menjadi kepikiran tentang Arthur Linford yang memiliki kekuatan yang mengerikan.
“Jadi bukan karena Arthur tidak memiliki kekuatan jiwa tetapi karena kekuatannya tidak bisa di ukur oleh bola kristal.” gumam Lili Adeno.
Setelah selesai memberikan laporan padanya, Lili pamit dan keluar dari ruangan.
Hanya tinggal Elisa Abony seorang diri di sana sambil terus memikirkan namanya. “Arthur Linford, ya?” Dia menghela nafas dan menyebutkan nama Arthur.
“Aku penasaran. Aku ingin melihat orangnya dengan mata kepalaku sendiri. Bukan berarti aku tidak percaya pada Lili, tapi jika dia berbahaya, aku harus segera melaporkannya ke Raja.”
“Seseorang yang memiliki kekuatan tak terukur bahkan orang terkuat di Benua saja, tingkat kekuatannya masih dapat diukur oleh bola kristal pengukur kekuatan jiwa.”
“Jika orang yang memiliki kekuatan seperti itu adalah orang jahat, dunia ini akan binasa dalam waktu singkat. bahkan jauh lebih berbahaya dari Raja atau Kaisar iblis.”
Elisa memikirkan untuk melihat Arthur langsung, dia menghela nafas. Kemudian meminum tehnya yang sudah dingin.
***
Terima kasih sudah membaca.
Dukung dengan Like dan Vote.
__ADS_1