
Arthur merasa aneh karena ini sudah terlalu lama untuk mereka kalau hanya untuk makan siang.
terlebih ini sudah malam, dan Arthur takut Dewi dalam masalah, "halo Danang, tolong lacak keberadaan mama dan Dewi, dan bawa putri ku pulang," perintah Arthur dengan suara tak bersahabat.
"baik tuan," asisten Danang dari sebrang telpon.
pria itu dengan mudah saja mencari keberadaan dari mama Farida, tapi saat dia meretas CCTV tapi dia tak menemukan sosok dewi.
sedang Arthur sudah mulai menelpon mama Farida dan bertanya mereka dimana.
Arthur langsung marah saat mengetahui tentang kebenarannya, dia bahkan langsung memerintahkan semua anak buahnya untuk datang ke sana.
Arthur dengan mudah ke posisi dari dua wanita itu, tapi Arthur tak datang sendiri.
dia datang dengan tuan Tjandra, dan juga asisten Danang dan asisten Wisnu.
anak buah Arthur langsung mengepung keduanya, " mana dimana putriku, dan kenapa wanita ini bisa bersama mu?" suara Arthur terdengar dingin.
"kami hanya makan siang terus tadi kami juga hany belanja sebentar, tapi Dewi hilang karena dia menggambek karena kami terlalu lama, dan kami sudah mencarinya dari tadi tak di ketemukan, dan saat lapor polisi mereka tak bis menerima laporan kami karena belum dua puluh empat jam," terang Franda.
"kau pikir aku percaya, jika terjadi sesuatu pada putriku, kalian berdua, aku akan membuat perhitungan dengan Kalian!" bentak Arthur.
"tenang Arthur, kita cari dulu Dewi, jika masih tidak di ketemukan kita bisa melaporkan pada polisi," kata tuan Tjandra.
"kalian semua cari putriku sampai ketemu, dan jangan ada yang berani berhenti saat gadis kecilku tak di ketemukan," perintah Arthur dingin.
"baik tuan besar," jawab semua orang.
"dia untuk kalian berdua berdoa agar Dewi cepat ketemu, jika tidak kalian dalam masalah besar," kata Arthur datar.
"sekarang lebih baik kalian pergi dan pulang ke rumah, dan kita akan membicarakan ini nanti di rumah," ajak tuan Tjandra.
sedang Arthur sudah pergi mengunakan mobilnya untuk mencari gadis kecilnya itu.
sedang di kos Tyas, Dewi sedang makan dengan sangat lahap, bahkan gadis itu begitu menikmati nasi padang itu.
"aduh, gadis ini terlihat seperti anak orang kaya, tapi kenapa seperti dia tak pernah makan, apa dia di siksa oleh keluarganya," gumam Cika keheranan.
"tidak seperti itu kak, doa itu putri kesayangan papanya, dan untuk masalah tadi mungkin itu hanya kesalahan," bela Tyas.
"tidak seperti itu kak, tadi Oma mengajakku keluar untuk makan siang, ternyata Oma ingin mendekatkan aku dengan wanita yang ingin dijodohkan dengan papi, tapi aku tak menyukai wanita itu, jadi aku membuatnya malu dan berulah, dan Oma memukul ku dan meninggalkan aku tadi di taman," terang Dewi tiba-tiba menerangkan.
"apa, wanita yang ingin di jodohkan dengan papa mu ..." lirih Tyas terkejut dan sedih.
"iya, tapi aku dan papa tak menyukainya, aku tak mau memiliki ibu tiri, karena mereka itu jahat dan akan cinta papa saja, dan mungkin akan membuang ku nanti," lirih Dewi.
Cika pun melihat kesedihan yang terlihat pada dua orang itu, dan Tyas pun memeluk Dewi.
"itu tak mungkin terjadi, karena kamu adalah hidup dan nyawa papa mu," kata Tyas.
Cika pun menunggui Dewi bermain dengan ponsel milik Cika, sedang Tyas masih mencoba menghubungi nomor milik Arthur tapi tak diangkat.
Tyas pun mengirimkan pesan, sedang Arthur tidak tau jika ada telpon karena dia terlalu fokus pada jalan.
"Dewi, kamu ingat alamat rumahmu, aku bisa mengantarmu pulang, karena tak baik jika kamu hilang seperti ini," kata Tyas.
"iya kak," jawab Dewi.
Dewi mengenakan baju miliknya lagi yang sudah di cuci oleh Tyas, dan juga memakai jaket yang cukup kebesaran milik Tyas.
__ADS_1
mereka pun menuju ke rumah mewah milik keluarga Dewi, sedang Arthur pusing dan dia pun memeriksa ponselnya.
dan dia terkejut mendapati begitu banyak telpon masuk dari Tyas, bahkan gadis itu mengirimkan pesan.
setelah membaca itu Arthur menginjak pedal gas mobilnya untuk menuju ke rumahnya.
sedang asisten Wisnu menghubungi tuan Tjandra untuk menuju ke rumah milik Arthur.
Tyas sampai di rumah mewah itu, gadis itu tak mengira akan melihat rumah mewah dari pria yang di cintainya.
"pak satpam,tolong buka gerbangnya!" teriak Dewi.
satpam pun dengan tergopoh-gopoh membuka gerbang, dan Dewi masuk bersama Tyas yang memboncengnya.
bahkan keduanya masuk dengan mengendarai motor matic itu dengan santai.
pak Yun langsung menyapa keduanya, dan Dewi mengandeng tangan Tyas dan mengajaknya masuk.
"selamat malam pak," sapa Tyas sopan.
"selamat malam nona, dan nona besar, tuan tadi pergi untuk menjemput anda," kata pria itu.
"aku tak mau tau, tolong berikan minuman pada kak Tyas," jawab Dewi dengan wajah cemberut.
"baik nona," jawab pak Yun.
"Dewi tak boleh begitu cantik, kamu harus sopan pada bapaknya, bagaimana pun dia itu tetap orang tua yang harus di hormati," kata Tyas dengan suara lembut.
"kenapa? dia hanya seorang pelayan," jawab gadis itu.
"sayang di mata tuhan derajat kita sama, mau kita seorang presiden atau bahkan hanya tukang sapu jalanan, kita di bedakan dengan sopan santun, amal perbuatan dan juga kebaikan hati sayang," kata Tyas selembut mungkin.
"kita tak bisa kasar pada orang tak kita kenal, terutama yang sudah lama tinggal bersamanya kita, dan lagi pasti bapak tadi yang ikut membesarkan Dewi bukan," kata Tyas
"iya kak," jawab Dewi dengan senang, pasalnya baru kali ini ada seseorang yang menegurnya tapi dengan suara selembut itu.
tak terduga mobil rombongan dari tuan Tjandra datang terlebih dahulu, dan mama Farida langsung masuk ke dalam rumah Arthur.
dan tanpa bertanya wanita itu langsung menarik Tyas dan menampar gadis itu dengan sangat keras.
"dasar gadis liar,kenapa kamu menculik cucuku, kamu tau aku akan membuat mu masuk dan membusuk di penjara kau dengar itu!" bentaknya.
"kak Tyas," panggil dewi yang langsung memeluk Tyas yang masih terduduk di lantai.
"jangan menyentuhnya Dewi, kamu bisa jadi ikut tercemar dengan gadis jahat itu yang berani menculik mu,dan sekarang pura-pura memulangkan mu untuk mendapatkan uang bukan," kata Franda menarik Dewi.
"lepas Tante jahat," terik Dewi yang berontak.
tapi karena Franda yang tak ingin melepaskan gadis itu, Tyas pun melihat lengan Dewi terluka karena genggaman tangan Franda terlebih dia juga terluka oleh kuku panjang Franda.
"tolong lepaskan Dewi, anda melukainya," kata Tyas memohon dan berusaha menyelamatkan gadis kecil itu dengan mendorong Franda dan memeluk Dewi.
Franda pun jatuh dan terbentur lantai cukup keras, Tyas kaget melihatnya, dia tak sengaja melukai wanita itu.
sedang pak Yun hanya diam mengawasi semuanya, dan bertepatan dengan itu Arthur dan dua asistennya baru datang.
tuan Setyo pun menampar Tyas karena berani berbuat kasar, "dasar gadis liar, bukan hanya di besarkan di tempat kotor, bahkan perilaku mu begitu rendahan," maki pria itu.
"Setyo jangan keterlaluan pada gadis penolong cucuku," kata tuan Tjandra.
__ADS_1
Tyas pun runtuh, orang yang harusnya membelanya kini malah menghinanya begitu buruk.
"siapa yang mengizinkan kalian berulah di rumahku!" bentak Arthur yang baru datang.
Arthur terdiam melihat tua yang menangis sedang Dewi yang memeluk tubuh gadis itu dengan begitu erat.
dia pun langsung berlari menghampiri keduanya, dan Arthur langsung mengendong putrinya.
dan mengandeng Tyas, "siapa kalian berani menghardik gadis yang menyelamatkan putriku, dan berhasil mengantarkan dia pulang, dan untukmu Franda ternyata kamu tak cukup mendapatkan hukuman yang telah aku berikan," kata Arthur dingin.
Arthur Sebenarnya sudah datang dari tadi, tapi asisten Danang menghentikan pria itu saat ingin masuk kedalam rumah.
"tuan tunggu, ada sesuatu yang harus anda lihat sebelum masuk," kata asisten Danang menunjukkan sebuah video rekaman CCTV di restoran dan taman kota.
"brengsek,kali ini nama sudah keterlaluan karena berani melakukan ini pada putriku," gumam Arthur begitu marah.
mereka pun masuk kedalam rumah dan menyaksikan semuanya.
pak Yun pun datang, "tuan nyonya sepuh tanpa bertanya langsung menamparnya pipi gadis ini,dan dengan kasar nona Franda menarik nona Dewi dan melukainya,dan gadis ini ingin menolong nona Dewi yang kesakitan hingga mendorong nona Franda, dan tuan Setyo terlalu kasar dengan mengatai gadis ini," kata pak Yun.
"dengar pak Yun,mulai hari ini panggil dia nona Tyas, dan jangan memanggil wanita kampung itu dengan sebutan nona, terutama dia berani meninggalkan putriku di taman yang cukup sepi, beruntung ada Tyas hingga dia menolong putriku," kata Arthur.
"kamu mengenalnya nak?" tanya tuan Tjandra.
"tentu, dia adalah putri dari Casandra dan Andre, dan kami kenal dari lama, itulah kenapa aku sangat mengenal gadis ini," kata Arthur.
"tapi di itu pasti berbohong, kami tak meninggalkan dewi di taman, tapi itu hanya akal-akalan gadis itu saja," kata mama Farida.
"maaf nyonya sepuh, kami memiliki semua bukti video dari mulai restoran hingga taman, kalian lupa jika semua tempat ada CCTV, dan tolong ingat ini, kami bisa menjebloskan kalian ke penjara dengan bukti ini," kata asisten Wisnu.
"dan untuk mu dan keluarga, silahkan nikmati kebangkrutan kalian, karena anda sudah salah memilih musuh dan langkah Franda," kata asisten Danang.
"untuk mu om Setyo, jangan pernah menghina gadis ini, karena dia adalah kebanggaan milik Sasa, sudah cukup perlakuan buruk anda, karena dia Adalah-"
Tyas mencengkram erat tangan Arthur yang menggandengnya, "jangan katakan..." bisik Tyas dengan suara rendah.
"sudahlah Arthur,mungkin ini hanya kesalahpahaman, dan kita bisa duduk dan mendiskusikan Semuanya," kata tuan Tjandra.
"tidak papa, cukup perlakuan buruk mama, dan mulai jadi, jangan berani membuatku untuk mau menikah dengan wanita buruk pilihannya,jika aku ingin menikah, aku akan menikahi siapapun itu yang bisa mencintai putriku dan diriku, bukan hartaku,dan asisten Danang usirwanura menjijikkan itu keluar. dan pastikan dia selesai sampai tak ada satupun yang bisa dan mau menolong keluarganya," perintah Arthur.
"baik tuan besar," jawab asisten Danang.
"jangan melakukan itu Arthur, kamu sudah membuatku tak di terima, jangan keluarga ku juga," teriak Franda berontak
"aku tak peduli,dan untuk om Setyo, sebelum menghina Tyas ingat ini om,sekali lagi aku melihat Tyas menangis karena mu, ku pastikan keluarga Nugroho akan hilang dari dunia bisnis, ingat itu,dan untuk mu nyonya Farida ingat ini, jangan bertingkah seperti kau ibuku, dan ingat batasan ku,dan jangan membuatku untuk menyiksa semua orang tak kau cintai, ingat itu," kata Arthur mengancam wanita yang telah membesarkannya itu.
"Arthur ingat dia itu ibumu," kata tuan Tjandra
"aku tak lupa, tapi jika dia terus seperti ini dan tak berubah aku tak mau mengakui hal itu, jadi ingat itu nyonya Farida," kata Arthur menatap dingin pada semua orang.
"papa ayo pergi ke kamarku, kita obati kakak Tyas," ajak Dewi.
bahkan Dewi pun turun dan mengandeng tangan Tyas, melihat gadis itu Tyas kini malah mengendong Dewi.
tuan Arthur tak mengira cucunya yang biasanya begitu kasar, nakal dan tak tau aturan, bisa begitu menurut pada Tyas, bahkan biasanya banyak pelayan yang tak bisa mengatur gadis kecil itu.
Arthur kaget melihat Dewi yang memeluk bahkan mencium pipi Tyas yang masih merah itu.
"nanti cepet sembuh kalau dapat ciuman dari Dewi ..." kata gadis kecil itu.
__ADS_1
Tyas pun mengangguk dan tanpa sengaja meneteskan air mata, dan Dewi menghapusnya.